TANTRUM - Perwira Tinggi Polri Brigadir Jenderal Polisi Krishna Murti turut mengomentari soal viral pengobatan dari Gus Samsudin.
Melalui akun instagram pribadinya @krishnamurti_bd91, ia mengunggah potongan video saat Gus Samsudin melakukan trik pengobatan membelah kelapa hingga mengeluarkan lumpur.
"kenapa dukun selalu disebut *orang pinter?* ya jawabannya karena yang datang ke dukun pasti orang gu*bl*k," tulis Krishna dalam caption unggahan tersebut.
Dalam video dicuplik dari Suara Jatim, Minggu, 7 Agustus 2022, tampak Gus Samsudin dan beberapa orang berada di sebuah ruangan. Di depannya tersedia beberapa alat yang akan digunakan untuk melakukan pengobatan.
Seperti kain berwarna putih dan sesajen. Ia kemudian membuka kain putih tersebut. Di bawahnya tampak sebuah kelapa hijau yang masih utuh.
Ia lalu mengambil sebilah parang dan perlahan membuka kelapa tersebut. Sebelum membuka dalamnya kelapa, ia sempat terlihat membaca mantra dan meniupkan ke kelapa beberapa kali.
Setelah terbuka, kelapa tersebut ternyata mengeluarkan warna yang cukup keruh, tak seperti air kelapa pada umumnya.
Bahkan saat dituang ke dalam wadah, air kelapa tersebut juga berisi beberapa barang yang cukup mengerikan. Seperti keris kecil, tali pocong, hingga tanah kuburan.
Diduga, saat itu Gus Samsudin tengah melakukan pemindahan penyakit ke buah kelapa. Krishna Murti pun berkomentar jika pengikutnya jangan asal berkomentar pada unggahannya. Pasalnya bisa jadi akan diperiksa KTPnya oleh kepala desa.
Baca Juga: Viral Manusia Silver Terekam Kamera Menangis di Pinggir Jalan, Ditanya Alasannya: Sedih
Hal itu menyindir apa yang dilakukan seorang kepala desa kepada Marcel alias Pesulap Merah saat mencoba mendatangi padepokan milik Gus Samsudin di Blitar, Jawa Timur.
"Btw video belah kelapa, komennya iyain ajalah, daripada kalian diperiksa KTP oleh pak lurah. Pak lurah memantau komen-komen di IG saya," tulisnya.
Unggahan tersebut pun mengundang beragam komentar dari warganet.
"sama pengacaranya juga mantau jendral," ujar muham***
"pesulap merah menang banyak," kata ezha***
"dengar-dengar kelapa yang habis dibelek langsung dijadiin celengan sama anaknya," komen timep***
Tag
Berita Terkait
-
Viral Manusia Silver Terekam Kamera Menangis di Pinggir Jalan, Ditanya Alasannya: Sedih
-
Sok Jadi Raja Jalanan, Sopir Innova Mendadak Ciut Mobilnya Dibuat Begini, Publik: Akhirnya Saya Punya Jurus Baru
-
Aturan Tiang Bendera Merah Putih di Perumahan Ini Bikin Warga Baru Kebingungan, Netizen: Ribet Amat
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
Pilihan
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
Terkini
-
Pemutihan Pajak Kendaraan Jakarta 2026, Denda Dihapus hingga 31 Agustus
-
Ritual Ganjil Suami di Kendari: Usai Injak Istri hingga Tewas, Jasad Korban Dimandikan dan Disisir
-
Review Sepatu Lari Carbon Plate Lokal: Worth It Nggak Buat Pelari Pemula, Cuma Lari 5 KM?
-
Gudang Limbah Membara di Cikarang, Api Sambar Pemukiman dan Truk
-
Presiden Prabowo: Cahaya Kebijaksanaan Waisak Jadi Fondasi Karakter dan Persatuan Bangsa
-
Cikeas Penuh Karangan Bunga, Para Tokoh Beri Penghormatan Terakhir untuk Ryamizard Ryacudu
-
Liburan Berubah Jadi Duka, Bocah 7 Tahun Meninggal Usai Bermain di Waterpark Ketapang
-
12 Unit Damkar Berjibaku Jinakkan Kebakaran Gudang Limbah di Rawajulang
-
ASN Depok Dilarang Live Medsos Selama Jam Kerja, Melanggar Bisa Kena Sanksi Disiplin
-
Remaja Pembunuh Gadis 12 Tahun di Makassar Dijerat Pasal Berlapis, Ibu Korban Desak Hukuman Mati