TANTRUM - Anda penggemar seafood? Seafood merupakan makanan yang mudah basi dan memerlukan penanganan yang tepat.
Jika tidak diolah dengan tepat maka seafood bisa berbahaya, bahkan beracun lo.
Taylor Wolfram, pakar kesehatan dan gizi dari Academy Nutrition and Dietetics, menyebutkan bahwa risiko terjadinya keracunan seafood bisa diminimalisir dengan penanganan yang tepat.
Hal ini bisa dilakukan sejak dari pembelian, penyimpanan, persiapan dan pemasakan. Dicuplik dari laman Dokter Sehat, Minggu, 7 Agustus 2022, Wolfram menyebutkan beberapa tips yang bisa kita lakukan untuk mencegah keracunan seafood adalah:
1. Saat pembelian
- Pastikan seafood dijual dalam bentuk segar, atau di tempat penjualan dengan suhu yang tepat, paling tidak dibawah 5 derajat celsius.
- Pastikan seafood, misalnya ikan laut, masih dalam kondisi segar, bagian tubuh ikan mengkilat baik, masih menempel dengan duri serta dan berbau segar. Hal ini berlaku untuk seafood jenis lain. Pastikan kualitas secara fisik serta tanggal kedaluwarsanya, jika olahan seafood kemasan, tidak lewat masa pakainya.
2. Penyimpanan seafood
- Menyimpan seafood pada suhu kulkas dibawah 5 derajat celsius.
Baca Juga: Kini Bersolo Karir, Choi Yena Mengaku Rindukan IZ*ONE
- Tempatkan pada wadah khusus berventilasi, atau tidak tertutup rapat, utamanya pada kerang, kepiting atau lobster.
3. Persiapan pengolahan
- Menghindari kontaminasi dengan makanan lain, dengan memisahkan wadah, pisau dan talenan saat persiapan memasak.
- Pastikan air dan alat yang digunakan mengolah seafood bersih.
4. Pemasakan seafood
- Pastikan kematangan seafood dengan menggunakan temperatur makanan saat memasak. Hal ini amat penting mengingat seafood yang mentah sangat berisiko menyebabkan keracunan makanan.
Keempat proses diatas dilakukan untuk menjaga kualitas dan keamanan seafood.
Poin penting lain yang perlu diperhatikan adalah agar kita tidak menyimpan olahan seafood terlalu lama.
Pastikan kita mengolah maksimal 7 hari setelah pembelian dan segera menghabiskan olahan seafood yang telah matang agar kualitas dan kandungan gizinya bisa kita rasakan dengan maksimal.
Nah, sekarang Anda bisa menikmati olahan seafood dengan sehat dan aman, kan?
Berita Terkait
Terpopuler
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- HP Bagus Minimal RAM Berapa? Ini 4 Rekomendasi di Kelas Entry Level
- Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
Pilihan
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
-
Geger Taqy Malik Dituding Mark-up Harga Wakaf Alquran, Keuntungan Capai Miliaran
Terkini
-
CEK FAKTA: Viral Pemutihan Pajak Kendaraan Gratis dari Korlantas Polri, Benarkah?
-
5 Rekomendasi Air Fryer Low Watt Terbaik, Harga Mulai Rp200 Ribuan
-
4 Mobil Honda Bekas yang Nyaman Diajak Mudik, Asyik buat Jalan-jalan
-
Bima Arya Desak Bupati-Wakil Bupati Jember Selesaikan Konflik Elegan
-
Beli Motor Bekas Tarikan Leasing Apakah Aman? Pertimbangkan Hal Berikut
-
Perang SEAblings vs Knetz, Jang Hansol Blak-blakan Pernah Kritik Orang Korea Sendiri
-
Garmin Venu X1 French Gray Resmi Meluncur di Indonesia, Smartwatch Tertipis 7,9 mm
-
Tetap Berjaya Meski Sudah Ada Penerusnya, Mazda 2 Berapa cc?
-
143 Juta Orang Diprediksi Mudik, Menhub: Jawa Barat Jadi Titik Fokus
-
Jelang Ramadan, Satpol PP Matraman Sita 51 Botol Miras dalam Operasi Pekat