TANTRUM - Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) memastikan siap mendukung peta jalan hilirisasi inovasi yang salah satunya dilakukan melalui program matching fund atau dana padanan.
Matching Fund merupakan salah satu fokus kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka Vokasi yang menyediakan bantuan pendanaan bagi tiga program yakni pengembangan pusat unggulan teknologi (PUT), hilirisasi produk riset terapan serta startup kampus vokasi yang dibangun bersama dunia kerja.
Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) Kiki Yuliati menjelaskan, pihaknya akan terus mendorong kolaborasi antara satuan pendidikan vokasi dan industri, salah satunya dalam hal hilirisasi produk riset terapan melalui dana padanan vokasi ini.
"Melalui Hannover Messe ini kami ingin menunjukkan kami sangat terbuka untuk bekerja sama dalam riset-riset terapan vokasi untuk mendukung peta jalan hilirisasi pemerintah termasuk hilirisasi produk riset terapan,” katanya.
Terlebih lagi, nilai investasi dalam peta jalan hilirisasi diproyeksikan mencapai 545,3 miliar dolar AS hingga 2040 untuk 21 komoditas.
Ia menuturkan, perguruan tinggi vokasi memiliki berbagai kepakaran yang bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan nilai tambah suatu komoditas dan mengingatkan daya saing bangsa.
Tidak hanya itu, program Matching Fund vokasi yang sudah dilaksanakan sejak 2021 juga telah menghasilkan luaran riset yang sangat potensial untuk diaplikasikan dalam kehidupan masyarakat maupun keperluan industri.
“Matching Fund juga sebenarnya sudah menghasilkan banyak produk-produk inovasi yang siap dihilirisasi kan bersama mitra industri,” ujar Kiki.
Oleh sebab itu, ia berharap Hannover Messe 2023 bisa menjadi momentum baik untuk menjalin kolaborasi bersama mitra industri dalam rangka hilirisasi produk-produk inovasi yang telah dihasilkan dari satuan pendidikan vokasi di Indonesia
Baca Juga: Mudik Tinggalkan Kendaraan? Warga Bisa Titip di Kantor Polres di Sumsel
“Hannover Messe ini kan showcase bagaimana transformasi pendidikan vokasi melalui Merdeka Belajar yang sudah kita lakukan selama ini telah menghasilkan produk inovasi yang siap dihilirisasi,” jelasnya.
Kiki mencontohkan terdapat produk bioplastik dari nata de coco hasil inovasi Politeknik Negeri Media Kreatif (Polimedia), Jakarta yang sangat siap untuk dihilirisasi.
Menurutnya, hilirisasi bioplastik nata de coco tersebut berguna untuk mendukung industri kemasan makanan serta memberikan nilai tambah bagi komoditas kelapa.
Direktur Polimedia Tipri Rose Kartini mengatakan pihaknya sangat terbuka untuk pengembangan dan hilirisasi bioplastik nata de coco.
“Sebagai salah satu negara penghasil kelapa terbesar di dunia, hilirisasi bioplastik nata de coco dapat meningkatkan nilai tambah air kelapa tua yang selama ini hanya dibuang begitu saja oleh masyarakat,” kata Tipri.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Pilihan HP RAM 16 GB Paling Murah, Penyimpanan Besar dan Performa Kencang
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Prabowo Bakal Copot Lagi Pejabat 'Telur Busuk', Hashim Djojohadikusumo: Semua Opsi di Atas Meja
- 35 Link Poster Ramadhan 2026 Simpel dan Menarik, Gratis Download!
- Kronologi Penembakan Pesawat Smart Air di Papua: Pilot dan Kopilot Gugur Usai Mendarat
Pilihan
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
-
Geger Taqy Malik Dituding Mark-up Harga Wakaf Alquran, Keuntungan Capai Miliaran
-
Kabar Duka: Mantan Pemain Timnas Indonesia Elly Idris Meninggal Dunia
Terkini
-
Prabowo Patok Target Tinggi, RoA Danantara Wajib Tembus 7 Persen
-
M6 Cocok Jadi Mobil Keluarga untuk Mudik? Simak Daftar Harga Mobil BYD Februari 2026
-
CEK FAKTA: Prabowo Copot 103 Kader PDIP dari DPR Buntut Tolak RUU Perampasan Aset, Benarkah?
-
Darurat Limbah! Menteri LH Gugat PT Biotek Saranatama Usai Pestisida Racuni Sungai Cisadane
-
Cegah Banjir Besar Bojongkulur, Rudy Susmanto Puji Gerak Cepat Pemkot Bekasi
-
Ekonom UI: Program Makan Bergizi Gratis Bisa Ciptakan Surplus Konsumsi Kelas Menengah
-
Tak Hanya Indonesia, Nyamuk Wolbachia Cegah DBD juga Diterapkan di Negara ASEAN
-
Korupsi Bea Cukai Makin Canggih! Mantan Petinggi KPK Bongkar Modus Baru Berbasis Digital
-
Hyundai Jawab Peluang Hadirkan Produk Kembar Hasil Kolaborasi dengan Kia di Indonesia
-
Ulasan Buku Julid Fi Sabilillah: Strategi Warganet Indonesia Membongkar Propaganda Israel