SuaraTasikmalaya.id - Video viral merekam seorang ustaz membongkar rencana busuk yang diduga akan dilakukan Ferdy Sambo jika kasus dugaan pembunuhan berencana Brigadir J tidak terbongkar.
Dikatakan ustaz tersebut jika mantan Kadiv Propam Ferdy Sambo masuk dalam bagian skenario oligarki di 2024 nanti.
Hal itu kemungkinan terjadi lantaran jenderal bintang dua ini disebut-sebut banyak memiliki pengaruh besar di kepolisian.
Dalam video yang viral di akun TikTok ini, sang ustaz awalnya mengomentari kasus dugaan pembunuhan berencana Brigadir J yang dilakukan Ferdy Sambo Cs.
Ustaz tersebut menyayangkan lantaran menilai jika perlakuan istimewa yang didapat Ferdy Sambo menyakiti rasa keadilan di tengah masyarakat.
Bahkan sang ustaz menuding jika keberadaan Ferdy Sambo saat ini bukan di Mako Brimob, tetapi di hotel mewah.
"Diumumkan Jenderal Sambo status tersangka langsung ditahan di Mako Brimob. Eh nggak taunya nginep di hotel Aston," kata ustaz tersebut dikutip akun TikTok @radenjagaanjasmar pada Kamis (15/9/2022).
Dia mengatakan selama ini yang tersaji hanya sandiwara para penguasa yang memiliki pengaruh besar di negara ini.
"Bukan ditahan di Mako Brimob. Kan ini sandiwara, rakyat dibohongi," tambahnya.
Baca Juga: Tes Psikologi: 1 dari 7 Orang Tidak Bisa Melihat Lubang Hitam Bergerak, Apakah Itu Anda?
Narasi yang diungkap sang ustaz ini seolah membongkar bahwa Ferdy Sambo diduga memiliki rencana dan peranan di pemilu tahun 2024 mendatang.
"Jenderal Ferdy Sambo ini ya Allah ternyata punya target 2024 dia harus meloloskan calon presiden oligarki," bebernya.
Bukan itu saja, kata dia, nama Ferdy Sambo merupakan penerus Kapolri saat ini Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
"Dan Sambo harus dijadikan Kapolri," tandasnya.
Ustaz yang belum diketahui identitasnya sontak membuat geger jagat maya.
Netizen langsung memberi banyak komentar pada unggahan video tersebut.
Berita Terkait
-
Terbaru! Polri akan Gelar Sidang Banding untuk Ferdy Sambo Pekan Depan
-
Berkas Tujuh Tersangka Obstruction of Justice Kasus Pembunuhan Brigadir J Sudah Diterima Kejagung
-
AKBP Jerry Raymond Dapat Bantuan Hukum dari Kombes Zulpan, Kapolda Beri Klarifikasi
-
Tidak Profesional! Ipda Arsyad Jalani Sidang Etik dan Terlibat Kasus Ferdy Sambo
Terpopuler
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Adu Tajam! Persija Punya Mauro Zijlstra, Persib Ada Sergio Castel, Siapa Bomber Haus Gol?
Pilihan
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
-
KPK Cecar Eks Menteri BUMN Rini Soemarno Soal Holding Minyak dan Gas
-
Diduga Nikah Lagi Padahal Masih Bersuami, Kakak Ipar Nakula Sadewa Dipolisikan
-
Lebih dari 150 Ribu Warga Jogja Dinonaktifkan dari PBI JK, Warga Kaget dan Bingung Nasib Pengobatan
-
Gempa Pacitan Guncang Jogja, 15 Warga Terluka dan 14 KA Berhenti Luar Biasa
Terkini
-
Sukses, Peserta dari Empat Provinsi Antusias Ikuti Workshop "AI Tools for Journalists" di Palembang
-
KPK Tahan Ketua dan Wakil Ketua PN Depok, Buntut Dugaan Minta Fee Rp850 Juta
-
Yudi Purnomo Soal Wacana Polri di Bawah Kementerian: Ingat Pengalaman KPK
-
Soal Usul Duet Prabowo-Zulhas di 2029, Dasco: Kita Anggap Wacana dan Hiburan Buat Rakyat
-
Dasco Ungkap Arahan Prabowo di HUT ke-18 Gerindra: Jaga Uang Rakyat, Jangan Berbuat Perilaku Tercela
-
Derbi Mataram PSIM vs Persis Tanpa Pemenang, Milo Puas Laskar Sambernyawa Curi Poin
-
Gerindra Akhirnya Minta Maaf, Atribut Partainya Ganggu Masyarakat di Jalan
-
Habiburokhman Sebut Pernyataan Abraham Samad Soal Reformasi Polri Salah Kaprah
-
IPW Nilai Polri Bisa Mudah Dipengaruhi Kepentingan Politik Jika di Bawah Kementerian
-
Semangat Berdikari, Soekarno Run Runniversary 2026 Siapkan Beasiswa Pelajar dan Inovasi 'Zero Waste'