Dan semua yang terjadi di Saguling hingga eksekusi mati di Duren Tiga, benar-benar jadi kesialan bagi Bripka RR.
Bharada E benar-benar menjalankan perintah dari Ferdy Sambo untuk menembak Brigadir J.
Pada sebuah wawancara di acara TVOne, pengacara Ricky Rizal atau Bripka RR, Erman Umar tegas mengatakan jika saat itu Bripka RR menolak perintah Ferdy Sambo untuk menembak Brigadir J.
Diakui Erman, sebelum yang lain, Bripka RR adalah orang pertama yang dipanggil atasannya.
Saat itu Ferdy Sambo menanyakan, apakah Bripka RR mengetahui kejadian di Magelang.
Ferdy Sambo mengatakan jika dari laporan Kuat Ma'ruf ada kasus pelecehan yang menimpa Putri Candrawathi istri Sambo.
Bukan itu saja, Putri Candrawathi juga disebut-sebut memberitahu pada Ferdy Sambo, jika dirinya dilecehkan Brigadir J.
Bripka RR lantas menjawab, dirinya tidak tahu jika di Magelang ada pelecehan seksual yang dilakukan Brigadir J pada istri Ferdy Sambo.
Kata Erman Umar, Bripka RR mengatakan pada atasannya, tidak mengetahui apa-apa yang terjadi antara Putri Candrawathi dan Brigadir J di Magelang.
Baca Juga: Bocoran Ikatan Cinta: Geram! Jessica Lempar Elsa Jadi OB di Perusahaannya
"Dipanggil (Bripka RR), dia tanya," kata Erman
"Ada kejadian apa di Magelang? Kamu (Bripka RR) tahu enggak?" kata Erma menirukan pertanyaan Ferdy Sambo berdasar kesaksian Bripka RR.
"Enggak tahu," kata Erman menirukan jawaban Bripka RR saat ditanya Ferdy Sambo soal adanya pelecehan di Magelang.
"Ini Ibu dilecehkan," kata Erman mengatakan informasi Ferdy Sambo soal pelecehan pada Bripka RR.
Ketika itu, Ferdy Sambo dikatakan Bripka RR sambil marah dan menangis menanyakan soal pelecehan.
"Dan itu sambil nangis dan emosi," kata Erman saat ditemui di Bareskrim Polri, Jakarta Jumat (9/9/2022).
Kemudian Bripka RR menjelaskan jika saat dirinya mendapat informasi Putri Candrawathi sakit langsung ke kamar, lantaran diperintah.
Saat hendak masuk kamar, Bripka RR hanya melihat istri Ferdy Sambo dari kejauhan antara jarak pintu ke tempat tidur.
Saat itu yang dilihat Bripka RR, Putri Candrawathi ada di dalam ruangan yang sama dengan mereka.
Bripka RR ketika itu melihat tidak ada tanda-tanda seperti telah terjadi pelecehan atau pemerkosaan sebagaimana yang diungkap Komnas Perempuan.
Setelah Ferdy Sambo mendengar penjelasan Bripka RR, lalu dia mengatakan jika istrinya dilecehkan Brigadir J.
Ketika itu, Ferdy Sambo langsung menanyakan kesiapan Bripka RR untuk menembak Brigadir J.
Saat itu, Bripka RR secara tegas menolak. Bripka RR mengaku tidak kuat mental. Bahkan Bripka RR merasa tidak memiliki nyali untuk menembak.
"Kamu berani nembak?" kata Erman menirukan pertanyaan Ferdy Sambo berdasar kesaksian Bripka RR.
"Nembak Yosua?" ucap Erman menirukan pertanyaan Bripka RR pada Ferdy Sambo.
"Dia bilang saya enggak berani pak. Saya enggak kuat mental, enggak berani, pak," kata Erman menirukan penjelasan Bripka RR saat menolak perintah Ferdy Sambo.
Setelah Bripka RR menolak perintah, Ferdy Sambo lantas memberi perintah kedua.
Ferdy Sambo memerintahkan Bripka RR memanggil memanggil Richard Eliezer atau Bharada E.
"Ya sudah kalau begitu kamu panggil Richard," kata Erman, menirukan perintah kedua Ferdy Sambo pada Bripka RR.
Setelah itu, semua berkumpul. Brioka RR rupanya melihat sepintas jika Ferdy Sambo sempat menangis sebelum melakukan pembunuhan kepada Brigadir J.
Namun, saat ditanya lebih lanjut, Bripka RR mengatakan dia tidak tahu apa yang menyebabkan Ferdy Sambo menangis.
"Saya melihat bapak (Ferdy Sambo) menangis. Enggak biasa begitu kan," katanta. (*)
Tag
Berita Terkait
-
Kalkulasi Ferdy Sambo Lolos dari Hukuman Maksimal Pembunuhan Berencana, Celah Ini Bisa Jadi Kunci
-
Dari Sela-Sela Jendela Saksi S Menangis dan Terkejut Lihat Pria di Kamar PC, Suara Rintihan Istri FS pun Terdengar
-
Brigadir J Ternyata Dipaksa Masuk Kamar Istri Ferdy Sambo, Kuat Ma'ruf Marah Besar Lantaran Tertangkap Basah
-
Penasaran Kasus Jet Pribadi Brigjen Hendra Kurniawan Anak Buah Ferdy Sambo, Humas Polri: Tidak Perlu Melebar
Terpopuler
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- 5 HP dengan Kamera Telefoto Terbaik untuk Konten Media Sosial
Pilihan
-
Pakai Rompi Pink dan Diborgol, Kejagung Resmi Tahan Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Cs
-
Drama 'Penjemputan' Dadan Hindayana Cs, Ada yang Sempat Lari ke Jabar
-
4 Anggota TNI Penyiram Air Keras ke Andrie Yunus Dituntut 2,5 Tahun, Jaksa Sebut Aksi Balas Dendam
-
Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
-
Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
Terkini
-
Timnas Iran Segera Kantongi Visa Jelang Piala Dunia 2026
-
Tak Hanya Jaga Kamtibmas, Bhabinkamtibmas Polresta Solo Kini Jadi Tracer TB
-
Cedera, Lionel Messi Berlatih Terpisah jelang Laga Perdana Piala Dunia 2026
-
Kenapa Sulit Berhenti Merokok? Dokter Sebut Gejala Sakau Jadi Musuh Terbesar
-
Siapa Iwan Tuaji? Politikus NasDem yang Kini Jadi Sorotan Karena Diperiksa Kejati Sumsel
-
Tanpa Layar dan Tanpa Langganan, Google Fitbit Air Tantang Dominasi Whoop?
-
Pakai Rompi Pink dan Diborgol, Kejagung Resmi Tahan Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Cs
-
Chelsea Incar Bek Juventus sebagai Pengganti Marc Cucurella
-
Comeback! Darije Kalezic Selangkah Lagi Kembali Menukangi PSM Makassar
-
Tiga Santri Diduga Disiram BBM dan Dibakar, Satu Tewas