/
Selasa, 08 November 2022 | 15:24 WIB
Ilustrasi gambar gerhana bulan akan terjadi pada tanggal 8 November 2022. (Suara.com)

SuaraTasikmalaya.idGerhana bulan total diprediksi akan terjadi pada Selasa, 8 November 2022.

Melalui akun Instragram viralbanget.tv pada Selasa, 8 November 2022. Fenomena gerhana bulan total terjadi pada saat posisi bulan, matahari dan bumi menjadi sejajar.

Fenomena gerhana bulan total ini akan terjadi dengan durasi selama 1 jam, 24 menit 58 detik dan durasi umral (sebagian + total) selama 3 jam, 39 menit, 50 detik.

Puncak gerhana bulan total akan dapat disaksikan mulai pukul 18.00 WIB atau 19.00 WIT.

Lebar gerhana bulan total kali ini sebesar 1,3589 dengan jarak pusat umbra ke pusat Bulan sebesar 0,2570. Gerhana ini termasuk ke dalam gerhana ke-20 dari 72 gerhana dalam Seri Saros 136 (1680-2960).

Gerhana Bulan total 8 November 2022 bisa disaksikan langsung di Indonesia. Wilayah yang bisa melihat gerhana sejak penumbra awal yaitu Papua, Papua Barat, Halmahera, Seram Tengah, Seram Timur, Kepulauan Kei, Tanimbar, dan Aru.

Masyarakat Ternate, Tidore, Kepulauan Bacan, Sula, Seram Barat, Ambon, Maluku Barat Daya, Sulawesi, Bali, NTB, NTT, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, sebagian Kalimantan Tengah, sebagian Kalimantan Barat, Sumenep, Situbondo, dan Banyuwangi bisa melihat gerhana ini sejak kontak awal hingga akhir penumbra.

Sedangkan di seluruh Pulau Jawa, sebagian Kalimantan Tengah, sebagian Kalimantan Barat, Riau, Kepulauan Riau, Sumsel, Bangka Belitung, Jambi, Bengkulu, dan Lampung bisa melihat gerhana sejak kontak awal total hingga akhir penumbra.

Lalu di wilayah Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, dan Bengkulu Utara bisa menyaksikan gerhana sejak kontak puncak hingga penumbra akhir.

Baca Juga: Pilu! Fitri Salhuteru Beberkan Kondisi Nikita Mirzani Dilarikan ke Rumah Sakit Idap Penyakit ini

Apa itu Gerhana Bulan Total

Melansir laman lapan.go.id, Gerhana Bulan Total adalah fenomena astronomis, ketika seluruh permukaan Bulan memasuki bayangan inti (umbra) Bumi.

Hal ini disebabkan oleh konfigurasi antara Bulan, Bumi, dan Matahari yang membentuk garis lurus. Selain itu, Bulan berada di dekat titik simpul orbit Bulan, yakni perpotongan antara ekliptika (bidang edar Bumi mengelilingi Matahari) dengan orbit Bulan.

Gerhana Bulan Total terjadi ketika fase Bulan Purnama. Namun demikian, tidak semua fase Bulan Purnama dapat mengalami Gerhana Bulan.

Dampak Gerhana Bulan

Total Lalu, adakah dampak Gerhana Bulan Total pada kehidupan manusia?

Astronom amatir Indonesia Ma'rufin Sudibyo mengatakan, bahwa sebenarnya tidak ada dampak langsung dari Gerhana Bulan Total.

Namun, kombinasi posisi Bulan dan Matahari dalam momen tertentu, yaitu saat Bulan baru dan Bulan purnama, telah jamak diketahui sebagai faktor penyebab terjadinya pasang naik air laut yang mencapai maksimum.

Meski demikian, adanya pengaruh faktor-faktor lokal, pasang naik tertinggi pada suatu lokasi, tidak selalu bertepatan dengan Gerhana Bulan. (*)
 


Sumber: Instagram viralbanget.tv,  lapan.go.id

Load More