Maman percaya, bahwa perilaku guru yang disesuaikan dengan kondisi murid, semakin dibutuhkan di keadaan seperti sekarang ini. Termasuk dalam mengajar.
Maman mengetahui bahkan ada guru berdaya di sekolah, yang punya beragam usaha sampingan. Guru itu berinisiatif jadi pemberi beasiswa bagi murid-muridnya, karena tahu kondisi muridnya yang beragam.
"Saya juga ingat perkataan guru BK yang bilang, tidak bijak bila serta merta hukum anak yang sepatunya tidak full hitam, karena bisa saja hanya itu sepatu yang ia punya, itupun didapat dari lungsuran," kata Maman.
Dengan kondisi murid yang beragam itu, Maman menyadari buat apa banyak konten yang disiapkan untuk murid jika hal itu akhirnya tidak terpakai dalam kehidupan sehari-hari.
Guru Maman pun memberikan kesempatan kepada murid-muridnya untuk mempresentasikan apa yang mereka sukai. Dan ternyata mereka sumringah!
"Ada murid yang membahas enaknya kerupuk, nanas goreng, madu dan lainnya yang dijual orangtua masing-masing.
Ada murid yang menjelaskan gadget terbaru yang ia suka, meskipun belum punya.
Murid yang akan segera menikah memilih membahas kosmetik.
Saya merasa senang, karena dari hasil pembelajaran di kelas mereka bisa memaparkan keunggulan barang dagangan orangtua mereka, hingga menyebuti masalah yang diatasi produknya," ujar Maman.
Guru Maman pun bangga dengan mereka, apapun latar belakang dan cita-cita mereka.
"Seusai lulus, kadang saya tak sengaja bertemu mereka di dunia nyata maupun maya. Saat membeli tas ternyata murid saya yang menjaga toko. Saat berkeliling Instagram, menemukan murid yang jadi Influencer dengan puluhan ribu follower. Melihat murid dengan baju juru masak di rumah makan. Menjadi pedagang sarung dll. Seneng rasanya jika murid yang sudah lulus menyapa saat tak sengaja berjumpa di tempat umum." kisah guru Maman. (*).
Berita Terkait
-
Pembatalan Status PPPK Ratusan Guru Honorer di Jawa Barat Menuai Kontroversi dan Ditemukan Sejumlah Kejanggalan
-
Mengakhiri Polemik 'Sekolah Pagi', Naif jika Terus Dipaksakan
-
Pendaftaran Peserta Seleksi Kompetensi Akademik Pendidikan Profesi Guru Madrasah (USKA-PPG) Tahun 2023Akan Dibuka, Ini Persyaratannya
Terpopuler
- 6 HP 5G Terbaru Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Jempolan
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
- Proyek 3 Triliun Dimulai: Makassar Bakal Kebanjiran 200 Ton Sampah dari Maros dan Gowa Setiap Hari
- Berapa Gaji Pratama Arhan? Kini Dikabarkan Bakal Balik ke Liga 1
- Banyak Banget, Intip Hampers Tedak Siten Anak Erika Carlina
Pilihan
-
Hizbullah Klaim Hancurkan Kapal Militer Israel Sebelum Serang Lebanon
-
Jusuf Kalla Mau Laporkan Rismon Sianipar ke Polisi! Ini Masalahnya
-
Di Balik Lahan Hindoli, Seperti Apa Perkebunan yang Jadi Lokasi 11 Sumur Minyak Ilegal?
-
Traumatik Mendalam Jemaat POUK Tesalonika Tangerang: Kebebasan Beribadah Belum Terjamin?
-
'Ayah, Ayah!' Tangis Histeris Keluarga Pecah saat Jenazah 3 Prajurit TNI Gugur Tiba di Tanah Air
Terkini
-
Geger! Saiful Mujani Serukan "Gulingkan Prabowo": Dinasihati Nggak Bisa, Bisanya Hanya Dijatuhkan
-
Inflasi Sumsel Menurun, Tekanan Harga Masih Mengalir di Sektor Konsumsi
-
Enam Kali Beraksi di Magetan, Petualangan Maling Motor Asal Sidoarjo Berakhir di Tangan Polisi
-
Sebut Indikasi Kecelakaan Kalideres Murni Musibah, Kadispenad Pastikan Pemeriksaan Tetap Dilakukan
-
Final Four Proliga 2026: Gresik Phonska Plus Tumbangkan Jakarta Electric PLN 3-0
-
Update Gempa M 7,6: Nyaris Seribu Gempa Susulan Guncang Maluku Utara
-
Final Four Proliga 2026: LavAni Ikuti Jejak Bhayangkara, Selangkah Lagi Juara Putaran Pertama
-
Hizbullah Klaim Hancurkan Kapal Militer Israel Sebelum Serang Lebanon
-
Bukan Sekadar Hobi, Menggambar Diusulkan Jadi Gerakan Nasional: Mei Dipilih Jadi Momennya
-
Hasil BRI Super League: Brace Ramon Tanque Bawa Persib Kalahkan Semen Padang