SuaraTasikmalaya.id – Akhir-akhir ini ramai pemberitaan mengenai komentar salah satu akun di unggahan Instagram Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil (RK).
Saat itu, RK sedang melakukan zoom meeting dengan pihak SMPN 3 Kota Tasikmalaya terkait viralnya aksi terpuji para siswanya yang dengan sukarela menggalang dana untuk membelikan temannya sepatu baru.
Unggahan tersebut memperlihatkan RK tengah berkomunikasi dengan pihak sekolah dengan memakai setelan jas berwarna kuning.
Tiba-tiba akun @sabilfadhilllah mengomentari unggahan RK terkait pemberian kejutan untuk SMPN 3 Kota Tasikmalaya tersebut dengan kalimat yang dianggap tidak memiliki nilai kesopanan.
“Dalam zoom ini, Maneh teh keur jadi gubernur jabar ato kader partai ato pribadi @ridwankamil? (Dalam Zoom ini, kamu sedang menjadi gubernur Jabar atau kader partai atau pribadi),” tulis akun @sabilfadhilllah.
Tak lama, pertanyaan akun tersebut mendapat jawaban dari RK.
“@sabilfadhillah ceuk maneh kumaha? (menurut kamu bagaimana?),” begitu respon Ridwan Kamil.
Namun, pertanyaan RK tersebut tidak direspon balik oleh akun @sabilfadhilllah.
Usut punya usut, pemilik akun Instagram @sabilfadhilllah merupakan seorang guru honorer SMK di Cirebon, bernama Muhammad Sabil.
Baca Juga: PSM Makassar Selangkah Lagi Juara BRI Liga 1, Akun FIFA Berikan Sorotan Khusus
Gubernur Ridwan Kamil mengirim direct message (DM) Instagram ke akun Instagram resmi sekolahnya tempat ia mengajar.
Kuat dugaan, Sabil mendapat pemecatan karena DM yang dikirim langsung oleh Gubernur Jawa Barat tersebut.
Namun, baru-baru ini beredar video klarifikasi dari pihak sekolah tempat Sabil mengajar. Bahwasanya konflik yang terjadi dengan Ridwan Kamil bukan satu-satunya alasan pihak sekolah memecat Sabil.
Dilansir akun TikTok @siberasi.id pada Kamis, (16/3/2023), Wakabid Kurikulum dan SDM SMK Telkom Kota Cirebon, Cahya Riyadi, memberi pernyataan terkait pemecatan pihak yayasan terhadap Sabil.
“Jadi pada dasarnya tidak ada sifat yang tiba-tiba. Semuanya merupakan rangkaian, dan kebetulan kalau secara tertulis, ini adalah surat (teguran-red) yang ketiga untuk Pak Sabil,” ucap Cahya pada Kamis (16/3/2023).
Cahya pun mengatakan teguran tertulis pertama dilayangkan pihak sekolah kepada Sabil pada September 2021, saat itu Sabil dianggap mengeluarkan kata-kata kasar kepada peserta didik.
Berita Terkait
-
Guru Dipecat Usai Sampaikan Kritik, Klarifikasi Ridwan Kamil Langsung Diserbu
-
Pantas Dipecat dari Sekolah, Guru Asal Cirebon yang Kritik Ridwan Kamil Sudah Banyak Lakukan Pelanggaran, Salah Satunya Berkata Kasar pada Siswa
-
Sabil Guru Honorer yang Dipecat Gegara "Maneh" Ternyata Pernah Dekat Dengan Ridwan Kamil
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
Pilihan
-
Bukan Hanya soal BBM, Kebijakan WFH Mengancam Napas Bisnis Kecil di Magelang
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
Terkini
-
Apa Penyebab Plastik Makin Mahal? Ini Bahan Pokok yang Harganya Ikut Naik
-
Senat AS Menolak Lagi! Upaya Rem Kewenangan Perang Donald Trump ke Iran Kandas
-
5 Tablet Murah di Bawah Rp2 Juta yang Anti Lag buat Multitasking Harian
-
Wali Kota Makassar Tolak Pengadaan Kendaraan Dinas Baru
-
Napi Korupsi Ngopi di Kendari Viral, Ini 7 Fakta Supriadi Eks Syahbandar Kolaka
-
Kerja Sama PSSI dan FFF, Timnas Putri Indonesia U-17 akan Ditempa di Prancis
-
Viral Ibu-Ibu Labrak Selingkuhan Suami, Paksa Keluar Mobil hingga Tersungkur ke Aspal
-
OJK Jawa Tengah Konsolidasikan BPR, Target Industri Lebih Sehat dan Efisien
-
Tegang! Upaya Eksekusi Rumah Dinas TNI di Slipi Diwarnai Adu Mulut, Warga Minta Prabowo Turun Tangan
-
Bukan Sekadar April Mop, Harga Plastik Melejit hingga 50 Persen: Sanggupkah UMKM Kita Bertahan?