SUARA TASIKMALAYA - Masyarakat Kajuanak Galis, Bangkalan, Madura, Jawa Timur melaporkan Kepala Desa (Kades) ke Kejaksaan Negeri Bangkalan. Hal ini dilakukan buntut adanya dugaan korupsi yang dilakukan Kades.
Dugaan didasari atas kecurigaan warga yang melihat merasakan anggaran desa yang dialihakan dari pemerintah pusat tidak digunakan maksimal.
"Masyarakat curiga anggaran dari Pemerintah Pusat atau Kabupaten Bangkalan tidak digunakan secara maksimal untuk pembangunan desa," ucap salah satu masyarakat, Sabtu (30/9/2023).
Pelapor mengungkapkan, sejak tahun 2000-an menggantikan almarhum orang tuanya selama menjabat kepala desa, masyarakat banyak yang mengeluh akan kurang nya transparansi anggaran dana desa.
Seperti penyaluran bantuan langsung tunai BLT bantuan sosial (bansos) hingga pembangunan infrastruktur desa.
"Kita bisa rasakan saat dia menjabat kades penyaluran bantuan sosial kurang efektif tebang pilih dan tidak juga diikutsertakannya masyarakat dalam pembangunan desa," ungkapnya.
MH menambahkan, kecurigaan masyarakat atas dugaan korupsi kepala desa ditambah dengan tidak adanya kantor desa progres BUMDES program petani, selama Marsit menjabat sebagai Kades hingga saat ini.
"Kondisi keadaan desa kajuanak yang sangat berbeda, bahkan tidak memiliki kantor desa atau balai desa untuk kegiatan pelayanan masyarakat, perekonomian desa Bumdes desa," tuturnya.
Ia juga menyebut kades saat ini lebih banyak membuka usaha untuk dirinya sendiri dibanding mementingkan kesejahteraan warganya.
Baca Juga: PSIS Semarang Taklukan PSM Makassar, Mahesa Jenar Bertengger ke Posisi 3 Klasemen Liga 1
"Kepala desa yang memilki beberapa usaha keluarga Pom mini dan ruko chicken hingga boutique wanita di jalan kecamatan Galis," tambahnya.
MH meminta inspektorat bekerja tegas dan memeriksa Kepala desa. Ia pun berharap Kejaksaan Negeri Bangkalan dapat menindaklanjuti laporan yang sudah diadukan oleh masyarakat.
Pelapor berharap pihak inspektorat daerah Bangkalan (APIP) dapat bergerak cepat dalam menangani kasus kepala Desa Kajuanak kecamatan Galis ini, dan memberi Laporan Hasil Pemeriksaan ke pihak Kejaksaan Negeri Bangkalan agar bisa ditindaklanjuti ke ranah selanjutnya.
"Masyarakat Kajuanak Galis bangkalan terus mengawal pihak Inspektorat dan Kejaksaan negeri Bangkalan agar profesional transparan dalam menindaklanjuti laporan masyarakat," pungkasnya.(*)
Kontributor: Arfany Cahya Sakti
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Media Italia Bongkar Ada Kontrak Lebih dari Rp25 T di Balik Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- 10 Simbol Feng Shui di Rumah Old Money yang Dipercaya Membawa Kemakmuran
Pilihan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
Terkini
-
BRI Gelontorkan Rp70 Juta untuk Korban Kebakaran Pasar Parluasan
-
PKB Soroti Penurunan Jumlah Santri, Ijtima Ulama Bahas Masa Depan Pesantren
-
BRI Peduli Rayakan Hari Anak Nasional 2026 Lewat Edukasi untuk Siswa SD
-
Hari Anak Nasional 2026, BRI Peduli Bekali Siswa SD dengan Edukasi Karakter
-
Seoul Busters: Komedi tentang Polisi Gagal dan Kekacauan Unit Kriminal
-
Anwar Ibrahim Tak Peduli Amerika Murka Malaysia Tolak Warga Israel: Mereka Telibat Pembunuhan
-
Mau Beli Motor Impian? BRI Finance Beri Cicilan Spesial Murah per Bulan
-
3 Rekomendasi Sepatu Lari Ortuseight untuk Kaki Lebar, Nyaman dan Tak Bikin Lecet
-
5 Warna Lipstik Wardah untuk Bibir Hitam dan Kulit Sawo Matang
-
Seorang Tokoh Cerita yang Menderita: Kisah-kisah Kecil dengan Gagasan Besar