Suara.com - Facebook meluncurkan aplikasi mobile baru yang khusus diperuntukkan bagi pengguna internet di Zambia. Dengan aplikasi tersebut, pengguna internet di negara di benua Afrika itu bisa mengakses berbagai layanan online dari ponsel mereka.
Aplikasi tersebut dinamakan internet.org. Internet.org memuat puluhan layanan online termasuk ensiklopedi Wikipedia, situs penyedia informasi cuaca, situs lowongan kerja, situs berisi informasi kesehatan, dan tak ketinggalan, situs jejaring sosial Facebook beserta layanan pengiriman pesannya.
Untuk mewujudkan layanan tersebut, Facebook menggalang kemitraan dengan perusahaan penyedia layanan internet, Airtel. Menurut direktur manajemen produk Facebook Guy Rosen, aplikasi itu akan tersedia di sejumlah negara lainnya dalam beberapa bulan atau beberapa tahun mendatang.
Facebook tidak akan membayar bandwidth kepada Airtel. Airtel hanya akan mengambil keuntungan dari pengguna yang bersedia membayar lebih agar bisa mendapat akses internet tak terbatas.
Akses menuju informasi yang disimpan pada aplikasi tersebut memang gratis. Namun, jika pengguna ingin membuka tautan (link) menuju situs di luar aplikasi tersebut, akan dikenai biaya data. Versi Facebook gratis di aplikasi internet.org tidak memiliki fitur pemutar video.
Dalam empat tahun terakhir, Facebook sudah bermitra dengan lebih dari 150 penyedia layanan internet untuk memberikan akses murah, bahkan gratis ke situs jejaring sosialnya. Namun, layanan yang disediakan di Zambia ini adalah pertama kalinya raksasa internet itu menambahkan layanan situs lain di luar situs jejaring sosialnya.
Layanan tersebut merupakan bagian dari proyek internet.org yang menargetkan pertumbuhan jumlah pengguna internet global hingga 5 miliar pengguna. Langkah ini tentu sangat menguntungkan bagi Facebook. Facebook, yang kini sudah memiliki 1,32 miliar pengguna, berpeluang mendapatkan lebih banyak lagi. (Reuters)
Berita Terkait
-
Peluang Kreator Lokal Tembus Pasar Global, Meta Perluas Terjemahan AI ke Bahasa Indonesia
-
Meta Resmi Luncurkan Langganan Instagram, Facebook, dan WhatsApp Plus, Ada Paket AI Baru
-
Membongkar Modus Predator Pengelana Feri: Mengapa Janji Loker di Medsos Masih Ampuh Jerat Mahasiswi?
-
Meta Mulai Patuhi PP Tunas Komdigi, Anak 16 Tahun Dilarang Punya Facebook-Instagram-Threads
-
Viral Pengguna FB Bagi Tips Dapat Makanan Gratis dari Shopee, Tuai Kecaman Gegara Rugikan Driver
Terpopuler
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
- 6 Sepatu Jalan Terbaik yang Nyaman Dipakai Lari dari Brand Luar dan Lokal
- Di Mana Tempat Beli Sepatu Asics Ori di Indonesia? Ini 5 Rekomendasi Toko Tepercaya
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
Digaji Rakyat tapi Maling, Birokrat dan BUMN Nakal Siap-siap Kena Sikat
-
Rumah Sentul Jadi Materi Pemeriksaan, Febrie Klaim Sudah Dihibahkan ke Anaknya
-
Usai Diperiksa sebagai Tersangka, Febrie Adriansyah Tak Ditahan
-
Prabowo Pasang Badan untuk Petani, Minta Pengkritik Harga Beras Tanam Padi Sendiri
-
Hotman Paris: Rumah Sentul Milik Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Tapi Isinya Milik Orang Lain
-
Didampingi Hotman Paris, Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Lolos dari Penahanan Usai Diperiksa 10 Jam
-
Dosen UGM Diancam Sebar Data Pribadi hingga Dilacak Lewat Google Maps Usai Kritik Menteri PU
-
Hadiri Rakorwil PSI Bengkulu, Kaesang Pangarep: Masa Gajah Kalah dari yang Lain?
-
Balita Tewas Diduga Dianiaya Ibu Tiri, Kemen PPPA Usul Asesmen Pengasuhan Sebelum Menikah
-
Terekam CCTV dan Viral di Medsos, Remaja Pengancam Pakai Golok di Citeureup Diringkus Polisi