Suara.com - Seorang buruh tukang tusuk sate harus mendekam di sel tahanan Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri karena mem-Bully Joko Widodo saat sebelum menjadi presiden. tersangka MA ditangkap di rumahnya di kawasan Ciracas, Jakarta Timur, usai mengatarkan sang adik berangkat ke sekolah.
“MA ditangkap tanggal 23 Oktober 2014, sekitar pukul 07.00 WIB oleh polisi berpakaian sipil. Dia dibawa ke Bareskrim Mabes Polri,” ujar pengacara tersangka Irfan Fahmi kepada suara.com, Selasa (28/10/2014).
Irfan melanjutkan, tersangka MA resmi ditahan 24 jam setelah penangkapan tersebut dan ditetapkan sebagai tersangka atas tuduhan pornografi, pencemaran nama baik dan UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).
“Korbannya adalah Presiden Joko Widodo. Kasus tersebut dilaporkan pada tanggal 27 Juli 2014,” jelasnya.
Irfan menjelaskan, dalam kasus itu tersangka MA dilaporkan atas sejumlah gambar yang tersebar di media sosial facebook.
“Tersangka mengunduh sendiri dari gambar-gambar yang sudah tersebar di media sosial. Kemudian dia posting sendiri ke facebook,” tambah Irfan.
Sementara itu, keluarga tersangka kasus pencemaran nama baik terhadap Presiden Jokowi berharap dapat bertemu Presiden selaku korban dalam kasus yang membelitnya.
“Ibu tersangka berharap bisa bertemu dengan Pak Jokowi. Dan berharap Pak Presiden bisa memaafkan kesalahan tersangka,” ujar Irfan.
Irfan menambahkan, keluarga tersangka tergolong tidak mampu, sementara orangtua tersangka sendiri, menurut Irfan, tergolong buta huruf.
Berita Terkait
-
Meta Mulai Patuhi PP Tunas Komdigi, Anak 16 Tahun Dilarang Punya Facebook-Instagram-Threads
-
Viral Pengguna FB Bagi Tips Dapat Makanan Gratis dari Shopee, Tuai Kecaman Gegara Rugikan Driver
-
Google dan Meta Dituntut Karena Desain Aplikasi Bikin Anak Kecanduan
-
5 Cara Download Video FB yang Diprivasi Lewat HP, Praktis Tanpa Aplikasi
-
Cara Mendapatkan Uang dari FB Pro bagi Pemula, Bisa Raup Belasan Juta per Bulan
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- 5 HP Murah 5G di Bawah Rp2 Juta, Koneksi Kencang untuk Multitasking
Pilihan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
Terkini
-
Harga dan Spesifikasi Marshall Monitor III ANC Cream di Indonesia
-
5 Tablet 12 Inci untuk Produktivitas Tinggi, Ringkas Dibawa Kemana Saja
-
Google Luncurkan Search Live, Bisa Cari Info Pakai Suara dan Kamera
-
Tips Bikin Konten Instagram dan TikTok Lebih Autentik Pakai Xiaomi 17 dengan Kamera Leica
-
5 Pilihan HP POCO 5G Terbaru Paling Murah di 2026, Konektivitas Cepat
-
Samsung Galaxy A37 5G Resmi Hadir: Andalkan Kamera Nightography dan AI, Cocok Buat Konten Seharian
-
Serangan Siber di Indonesia Tembus 14,9 Juta, Kaspersky Dorong SOC Berbasis AI
-
Biaya Registrasi SIM Biometrik Mahal, Komdigi Minta Keringanan ke Tito dan Purbaya
-
NextDev Summit 2026 : Telkomsel Dorong Startup AI, Tax Point Jadi Juara
-
Komdigi Buka Lelang Frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz, Perluas Internet ke Pelosok Daerah