Suara.com - Seorang lelaki berusia 60 tahun di Jepang ditahan oleh kepolisian setempat karena menendang satu unit robot yang dipekerjakan oleh SoftBank Corp, demikian diberitakan oleh Japan Times, Senin (7/9/2015).
Kantor kepolisian Perfektur Kanagawa mengatakan bahwa lelaki bernama Kiichi Ishikawa dari Yosuka, yang datang ke kantor cabang SoftBank pada Minggu pagi (6/9/2015), menendang dan merusak sebuah robot Pepper di dalam kantor itu.
Kepada polisi Ishikawa bercerita dia menendang robot itu karena tidak suka dengan perilaku salah satu pegawai yang melayani dia. Pegawai itu sendiri tak menderita cedera dalam peristiwa tersebut.
Adapun robot Pepper yang menjadi korban tampaknya mengalami kerusakan serius. Meski masih bisa beroperasi, robot itu kini bergerak lebih pelan dan lamban dalam memproses perintah.
Pepper sendiri adalah salah satu robot yang paling laris di Jepang. Ketika mulai dijual pada Juni lalu, sebanyak 1000 unit robot Pepper habis terbeli hanya dalam 60 detik. Pepper sendiri dijual dengan harga 198.000 yen (sekitar Rp235 juta) per unit.
Robot Pepper diklaim bisa memahami ekspresi wajah manusia, bahasa tubuh, dan intonasi suara serta akan bisa bertindak sesuai pemahamannya itu. Tetapi tampaknya dalam kasus di Softbank, robot itu belum bisa membaca amarah kakek Ishikawa.
Di SoftBank robot Pepper dipekerjakan sebagai menyambut dan menemani tamu. (Japan Times/Digital Trends)
Berita Terkait
Terpopuler
- Demi Ketenangan Almarhum, Orang Tua Affan Kurniawan Mohon Tak Ada Peringatan Setahun Kematian
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- 12 Ikan Hias Pembawa Keberuntungan Menurut Feng Shui, Cocok untuk Akuarium di Rumah
- Jelang FIFA ASEAN Cup 2026, Kevin Diks Tegas Sistem Empat Bek Lebih Cocok
- Mau Terlihat Lebih Muda? Ini 5 Pilihan Warna Lipstik yang Bisa Dicoba
Pilihan
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
-
Info Terbaru Gempa NTT: 15 Warga Manggarai Tewas, 280 Bangunan Jadi Puing
-
5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
Terkini
-
Korban Kekerasan Dipaksa Bayar Biaya Visum, Zakat Diusulkan Jadi Solusi Dana Darurat
-
The Judge from Hell: Jika Hukum Gagal, Haruskah Keadilan Dicari di Neraka?
-
NTB Pakai Cadangan Pangan Bantu Korban Gempa di NTT
-
Satelit Copernicus Uni Eropa Siap Bantu Operasi Pencarian Korban Gempa NTT
-
Pekanbaru Cerah Berawan Hari Ini, Padang Hujan Intensitas Ringan
-
Game Over: Menemukan Titik Temu Antara Seadanya dan Seandainya
-
Detik-detik Pencuri Alat Tower Dikejar Warga Terobos Polres Dumai
-
HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
-
Review Drama Kill It, Terbongkarnya Rahasia Panti Asuhan Hansol yang Kelam
-
Tersembunyi di Hutan Rengasdengklok, Kisah Rumah Djiauw Kie Siong Jadi Bagian Sejarah Proklamasi