Dia juga menganggap istilah "spiral kematian" tidak jelas dan ambigu. Dia membuat terminologi sendiri yang menurutnya akan lebih berguna bagi pada ahli biologi.
Untuk memahami pentingnya "hari tanpa telur" kita perlu memahami dulu sedikit tentang lalat buah betina. "Lalat ini punya panjang 2,5mm, dan telurnya punya panjang 0,55mm," kata Curtsinger. "Seekor betina bisa menghasilkan 1.200 telur sepanjang hidupnya - itu sekitar setengah meter telur jika dijajarkan."
Namun, James Careyat dari University of California di Davis berpikir itu mungkin hanya mencerminkan gagasan yang umum dipahami bahwa reproduksi mendatangkan kerugian pada orang tua - terutama ibu. Perempuan bisa memiliki kesehatan gigi yang buruk, misalnya, sebagai konsekuensi dari memiliki banyak anak.
Dan lebih dari satu dekade lalu, Carey dan koleganya menunjukan bahwa dengan memodifikasi sistem reproduksi tikus mereka juga bisa mengubah panjang usianya. Mereka mengoperasi tikus betina tua dan mengganti ovarium tuanya dengan organ yang sama milik tikus yang lebih muda - tikus tua lantas hidup lebih lama dibanding yang diperkirakan setelah operasi.
"Ada sejumlah pertanda bahwa tikus yang menerima ovarium baru memiliki jantung yang lebih sehat dengan lebih sedikit masalah jantung dibandingkan tikus yang tidak menerima ovarium baru," katanya.
Curtsinger mungkin tidak yakin kalau manusia juga menempuh 'masa pensiun' versinya sebelum mati, tetapi Muller berpikir ada bukti bahwa manusia yang mati secara natural akan mengalami 'spiral kematian'. "Ada studi bagus yang mungkin relevan dengan ide itu melibatkan sebuah panti jompo di Denmark," katanya.
Peneliti menempatkan sekelompok relawan berusia 90-99 tahun dalam serangkaian tes untuk menilai kekuatan, koordinasi, dan ketajaman mental mereka. Beberapa tahun kemudian mereka kembali ke panti tersebut untuk melihat sukarelawan mana yang telah meninggal dan yang masih hidup.
"Orang-orang yang telah meninggal pada umumnya orang-orang yang mendapatkan hasil tes yang buruk," kata Mueller. "Ada penurunan kemampuan fisiologis ketika manusia hampir mati."
Hal yang paling menarik baginya adalah gagasan bahwa riset lalat buah mungkin bisa mengungkapkan strategi untuk mencegah siklus kematian, sehingga dimulai beberapa hari sebelum kematian bukan beberapa minggu.
Harapannya adalah bahwa riset tersebut bisa memberikan petunjuk baru untuk mencegah manusia melalui masa kemunduran fisiologis yang panjang dan lambat sebelum kematiannya. (BBC)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- 5 HP Murah 5G di Bawah Rp2 Juta, Koneksi Kencang untuk Multitasking
Pilihan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
Terkini
-
Tips Bikin Konten Instagram dan TikTok Lebih Autentik Pakai Xiaomi 17 dengan Kamera Leica
-
5 Pilihan HP POCO 5G Terbaru Paling Murah di 2026, Konektivitas Cepat
-
Samsung Galaxy A37 5G Resmi Hadir: Andalkan Kamera Nightography dan AI, Cocok Buat Konten Seharian
-
Serangan Siber di Indonesia Tembus 14,9 Juta, Kaspersky Dorong SOC Berbasis AI
-
Biaya Registrasi SIM Biometrik Mahal, Komdigi Minta Keringanan ke Tito dan Purbaya
-
NextDev Summit 2026 : Telkomsel Dorong Startup AI, Tax Point Jadi Juara
-
Komdigi Buka Lelang Frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz, Perluas Internet ke Pelosok Daerah
-
Ekspansi Baru Pokemon TCG Seri Ledakan Peniada Rilis di Indonesia
-
HP Xiaomi yang Bagus Tipe Apa? Ini 7 Rekomendasinya di 2026
-
10 Cara Menghilangkan Iklan di HP Xiaomi yang Mengganggu