Suara.com - Tahun 2016 menjadi salah satu tahun dengan berbagai inovasi teknologi yang megubah cara kita hidup, bekerja dan bermain. Memasuki tahun 2017 segudang teknologi yang baru diperkenalkan di 2016 akan menjadi tren dan sekaligus mengubah hidup kita.
Mulai dari pergesaran virtual asisten dari di smartphone ke lingkungan di rumah dan masih banyak inovasi lainnya. Berikut beberapa tren teknologi yang akan mengubah hidup Anda di 2017, dilansir dari Digital Trend:
1. Internet of Things (IoT)
Internet of Things (IoT) sebetulnya telah diperkenalkan beberapa tahun silam, hanya saja masih ada masalah yang harus diselesaikan agar realisasinya tidak terhambat.
Rumah pintar merupakan salah satu contoh penerapan IoT. Sebuah teknologi nirkabel sekarang ada untuk melayani kebutuhan rumah pintar, seperti Zigbee, Z-Wave, Bluetooth, Wi-Fi, dan banyak lagi.
Dan masih ada lagi platform rumah pintar yang bisa menjadi pertimbangan, yakni Wink, SmartThings, Iris oleh Lowe, bahkan sistem dari penyedia keamanan seperti ADT dan merek besar seperti Comcast.
Sementara sentralisasi dalam teori yang seharusnya membuat segalanya lebih mudah, kerap masih menjadi masalah. Beberapa gadget smart home tidak bekerja dengan platform rumah pintar tertentu, misalnya, lampu Philips Hue tidak bekerja dengan Iris Anda dengan sistem Lowe.
Kini rumah pintar akan lebih memfokuskan dengan penggunaan Wi-Fi sebagai teknologi jaringan nirkabel teruji dan router melayani sampai jumlah bandwidth yang semakin besar, sehingga ada banyak ruang di rumah yang dapat terhubung. Perangkat rumah pintar baru juga akan memaksimalkan kompatibilitas.
Baca Juga: Waduh, Maia Estianty 'Diamankan' di Polresta Bogor
2. AI dan Otomasi Kini Dimana-mana
Otomasi sebenarnya bukan merupakan hal baru, tapi dengan inovasi penempatannya mulai meluas. Di tahun sebelumnya, sebagian besar masyarakat masih awam dengan berbagai bentuk otomasi. Tapi tahun ini, akan mulai terbiasa.
Layanan pelanggan otomatis tidak akan pergi, dan akan menjadi semakin baik. Pada saat yang sama, layanan pelanggan online juga akan otomatis juga, berkat AI yang lebih baik dan chatbots yang memahami konteks jauh lebih baik dari sebelumnya.
Semakin banyak pekerjaan juga akan otomatis. Salah satu wilayah yang menarik dengan penggunaan sistem otomatis adalah makanan cepat saji. Di tahun lalu, banyak restoran makanan cepat saji menghapus komponen manusia dari layanan makana.
Selain itu, pengiriman pesawat tak berawak otomatis juga harus melihat pengujian yang lebih luas pada akhir tahun, seperti yang dilakukan Amazon.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- Link Gratis Baca Buku Broken Strings, Memoar Pilu Aurelie Moeremans yang Viral
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
Pilihan
-
Gurita Bisnis Adik Prabowo, Kini Kuasai Blok Gas di Natuna
-
Klaim "Anti Banjir" PIK2 Jebol, Saham PANI Milik Aguan Langsung Anjlok Hampir 6 Persen
-
Profil Beckham Putra, King Etam Perobek Gawang Persija di Stadion GBLA
-
4 HP Snapdragon RAM 8 GB Paling Murah untuk Gaming, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terancam Tembus Rp17.000
Terkini
-
65 Kode Redeem FF Terbaru 12 Januari 2026: Raih Skin SG2, Scar Megalodon, dan Sports Car
-
Poster Vivo X200T Terungkap: Bawa Kamera Zeiss, Andalkan Chip Kencang MediaTek
-
7 HP Murah Chip Kencang dengan Memori 256 GB Januari 2026, Harga Mulai 1 Jutaan!
-
Update Bracket Swiss Stage M7: AE Butuh 1 Kemenangan, ONIC Masih Berjuang
-
4 HP Snapdragon RAM 8 GB Paling Murah untuk Gaming, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
CES 2026: LG Perkenalkan AI in Action, AI Nyata Untuk Rumah Sampai Kendaraan
-
Honor Siapkan HP Murah Baterai 10.000 mAh, Usung Layar 1.5K dan Chip Snapdragon
-
46 Kode Redeem FF Terbaru Aktif Januari 2026, Sambut Event Jujutsu Kaisen
-
Spesifikasi TheoTown: Game Viral Bangun Kota, Simulasi Jadi Pejabat Semena-mena
-
Baldur's Gate 3 Tak Tersedia di Nintendo Switch 2, Developer Ungkap Alasannya