Suara.com - Baru sekitar satu minggu memangku jabatan sebagai pemimpin di negara Adi Kuasa, Donald Trump telah mengeluarkan perintah yang 'sensasional'. Salah satunya adalah melarang pengungsi dan warga dari tujuh negara yang mayoritas Muslim tidak diizinkan masuk AS selama 90 hari.
Negara-negara yang masuk dalam daftar "terlarang" itu adalah Iran, Irak, Libya, Somalia, Sudan, Suriah dan Yaman.
Mark Zuckerberg, pendiri Facebook, telah menggunakan platform media sosial mengungkapkan tentang masalah ini dan menyebarkannya kepada 85 juta pengikutnya dan banyak lagi.
"Kakek saya datang dari Jerman, Austria dan Polandia. Orang tua [istri saya] pengungsi dari Cina dan Vietnam. Amerika Serikat adalah negara imigran dan kita harus bangga dengan itu," tulis Mark.
"Seperti banyak dari Anda, saya khawatir tentang dampak dari perintah eksekutif yang baru-baru ini ditandatangani oleh Presiden Trump," tambahnya lagi.
"Kami perlu menjaga negara ini aman, tapi kita harus melakukannya dengan berfokus pada orang-orang yang benar-benar menimbulkan ancaman. Memperluas fokus penegakan hukum kepada orang-orang yang menjadi ancaman nyata, akan membuat semua orang di Amerika kurang aman dengan mengalihkan sumber daya, sementara jutaan orang tanpa dokumen yang tidak menimbulkan ancaman akan hidup dalam ketakutan akan dideportasi," papar dia.
Perintah Trump tersebut juga dirancang untuk diterapkan pada orang-orang yang memiliki kewarganegaraan ganda dengan salah satunya yang berasal dari negara terlarang. [Digital Spy]
Berita Terkait
Terpopuler
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
- 6 Sepatu Jalan Terbaik yang Nyaman Dipakai Lari dari Brand Luar dan Lokal
- Di Mana Tempat Beli Sepatu Asics Ori di Indonesia? Ini 5 Rekomendasi Toko Tepercaya
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
Didampingi Hotman Paris, Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Lolos dari Penahanan Usai Diperiksa 10 Jam
-
Dosen UGM Diancam Sebar Data Pribadi hingga Dilacak Lewat Google Maps Usai Kritik Menteri PU
-
Hadiri Rakorwil PSI Bengkulu, Kaesang Pangarep: Masa Gajah Kalah dari yang Lain?
-
Balita Tewas Diduga Dianiaya Ibu Tiri, Kemen PPPA Usul Asesmen Pengasuhan Sebelum Menikah
-
Terekam CCTV dan Viral di Medsos, Remaja Pengancam Pakai Golok di Citeureup Diringkus Polisi
-
Terima Bos Blueray Divonis 2 Tahun Penjara, KPK Ogah Ajukan Banding
-
IPC TPK Catat Arus Peti Kemas Tumbuh 7 Persen Sepanjang Semester I 2026
-
Cara Belanja di Singapura dan Jepang Pakai BRImo, Tanpa Tukar Mata Uang
-
Mario Aji dan Veda Ega Ajak Masyarakat Ramaikan Gelaran MotoGP Mandalika 2026
-
Swiss-Belhotel Airport Yogyakarta Gelar 2nd Fun Kids Swimming Competition