Suara.com - Nintendo kembali memberikan inovasi baru dengan menghadirkan Nintendo Labo yang menggabungkan video games dengan permainan di dunia nyata. Namun, rupanya banyak gamer yang memandang sebelah mata dari kehadiran Nintendo Labo tersebut.
Pasalnya, bahan dari permainan ini hanya berupa kertas atau kardus. Oleh karena itu, Nintendo Labo dijual dengan harga murah dan terjangkau. Beberapa seri Nintendo Labo dibanderol dengan harga sekitar Rp 1,3 juta hingga Rp 4,3 juta, bahkan tersedia versi yang lebih murah yaitu hanya Rp 500 ribu.
Di Jepang sendiri, belum lama ini Nintendo kembali memperkenalkan Nintendo Labo versi terbaru, yaitu Nintendo Labo Okatazuke Box yang dibanderol dengan harga yang jauh lebih murah, yaitu hanya sekitar Rp 100 ribu.
Dilansir dari The Verse, rupanya Nintendo Labo Okatazuke Box ini hanya berupa kotak kardus berukuran 485 mm x 360 mm x 355 mm yang berfungsi untuk tempat penyimpanan varian Nintendo Labo lainnya.
Menurut pihak Nintendo, kotak kardus seharga Rp 100 ribu ini bisa mengajarkan penggunanya untuk menikmati proses bersih-bersih dengan menyimpan beragam benda di dalamnya. Namun, dikarenakan mendapat respon yang negatif dari para gamer, Nintendo Jepang bahkan menonaktifkan kolom komentar dalam video promosi kotak kardus tersebut. Tak hanya itu, video promosi Nintendo Labo Okatazuke Box juga dibuat unlisted.
Sayangnya, hingga saat ini belum ada komentar resmi dari pihak Nintendo mengenai tanggapan atas respon negatif yang diberikan para gamer.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gus Kikin Pimpin PBNU, Antara Satire 'Salah Dalil' hingga Guyon 'PWNU Jatim Cabang Jakarta'
- Persib Bandung vs Seoul FC dan Melbourne Victory, Mariano Peralta Kirim Psywar
- 8 Sepatu Jalan untuk Komuter KRL dan MRT yang Empuk dan Awet
- 9 Pilihan HP Infinix RAM 8GB Kelas Entry Level Harga Rp1-3 Jutaan
- Kulkas Merek Apa yang Tidak Ada Bunga Es? Ini Pilihan dan Tips agar Tak Salah Beli
Pilihan
-
Sudah dari 2023, 'Nyelang' Jadi Napas Warga Pesisir Cilincing Demi Dapatkan Air Bersih
-
Dikepung Asap Karhutla, Pesawat Menhut Raja Juli Antoni Gagal Mendarat di Pontianak
-
Santap Siang Bareng di Rusia, Prabowo Minta Maaf ke Putin Karena Hal Ini
-
Dua Bus Transjakarta Tubrukan di Pancoran, Benarkah Sopir Mengantuk karena Cuti Duka Ditolak?
-
Bikin Cemas! Pesawat Garuda Indonesia Pecah Ban Angkut 156 Penumpang
Terkini
-
Bukan Hanya Pangan dan Tempat Tinggal, Ini Kebutuhan Utama Warga Terdampak Gempa NTT
-
Pertama Kali Donor Darah? Simak Panduan dan Persiapannya dari Aksi Indodana Finance-KSDD
-
Karhutla Masuk Area Konsesi, Lebih dari 10 Perusahaan Perkebunan Sumsel Diminta Klarifikasi
-
FT Timnas Indonesia U-20 vs Laos: Zahaby Gholy Cetak Brace, Garuda Muda Puncak Klasemen
-
Donald Trump Bantah Rencana Ganti Nama Selat Hormuz dengan Namanya Sendiri
-
Kebakaran Renggut Nyawa 3 Pekerja, PT Evyap Beri Bantuan dan Evaluasi Operasional
-
Karhutla Sumsel Terus Berulang, Ketimpangan Agraria Kembali Dipertanyakan
-
Dari 566 Korban Keracunan Massal Sidoarjo, Tersisa 34 Santri Masih Dirawat di RS
-
Kali Bekasi Hitam Pekat dan Berbau
-
Polisi Bongkar Jaringan Merkuri Ilegal 1 Ton Senilai Rp2,8 Miliar, Pasok Tambang Emas di 3 Wilayah