Akun-akun itu memiliki cukup banyak follower. Salah akun Facebook, misalnya, memiliki 24.000 follower; salah satu laman diikuti oleh 1,3 juta pengguna Facebook lainnya; dan salah satu akun Instagram yang dihapus memiliki 5.600 follower.
Jejaring hoaks
Dalam laporan DFRLab dirinci beberapa laman, grup, dan akun palsu yang sudah dilumpuhkan oleh Facebook pada 11 April lalu. Para operator di balik jejaring ini bekerja dalam pola tertentu, jelas para peneliti dari organisasi tersebut.
Misalnya ada tiga laman yang menggunakan identitas palsu atas nama Annisa Madaniyah. Akun atas nama Annisa Madaniyah sebelumnya pernah menyebarkan hoaks soal tambang emas Maluku akan diserahkan ke China dan juga menghina ibu Joko Widodo pada 2017 lalu.
Akun-akun yang mengelola tiga laman di atas juga mengelola dua grup bernama Annisa Madaniyah Vs Jokowi Dodo dan Annisa Madaniyah. Laman-laman itu sering mengunggah konten yang sama dalam jangka waktu sangat dekat.
"Itu menunjukkan adanya kordinasi dalam jaringan tersebut," tulis DFRLab dalam laporannya.
DFRLab juga mengindentifikasi empat laman yang masing-masing mengelola lebih dari 10 grup. Grup-grup dalam laman tersebut hampir semuanya sama dan rata-rata menggunakan foto profil pasangan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.
Keempat laman itu adalah Satu Dua Tiga, PS O8 for Indonesian, Sekilas Info, dan Silvana Andriana. Laman yang disebut terakhir, Silviana Andriana, uniknya banyak menggungah tentang resep masakan.
Sementara laman Satu Dua Tiga, Sekilas Info, dan Berita Sekitar Indonesia sering mengunggah tautan dari Gelora.co, Nusanews.id, dan Gelora,news dalam waktu yang sama.
Selain itu, ada dua laman unik yang juga dihapus oleh Facebook. Yang pertama RBNS News. Awalnya laman ini menguggah konten tentang Islam. Ia diketahui berhubungan laman Blogspot bertema Islam (islam-news-online, islam-xinwen, dan islam-novosti-russia).
Laman RBNS News biasanya mengunggah konten dalam tiga bahasa berbeda: China, Rusia, dan Inggris. Postingannya juga menggunakan foto-foto yang sama.
Sebelum mengunggah konten-konten soal Islam, laman ini tak memiliki aktifitas sejak November 2018. Sebelum itu RBNS News sempat menggunggah konten sepak bola dari website superbola.win. Laman superbola.win sudah tak aktif lagi, tetapi masih berhubungan dengan laman Facebook bernama Superbola.com.
Baik RBNS News dan Superbola.com sudah dihapus oleh Facebook. Tetapi sebelum dilumpuhkan, dua laman tersebut baru-baru ini mengunggah konten politik dan menyebarkan tautan dari sebuah situs bernama sew0rd.com (bukan seword.com), yang lagi-lagi berisi hoaks untuk menyudutkan Jokowi.
Dalam kesimpulannya DFRLab mengatakan jejaring di Facebook ini mengunggah konten agama, isu-isu kemanusiaan, dan politik untuk mendukung Prabowo Subianto dan menyudutkan Jokowi jelang pemilihan umum 2019.
Berita Terkait
-
Bangun Kepercayaan Investor, OJK Perkuat Governance Industri Keuangan melalui RGS 2026
-
Kentang hingga Wortel Lokal Siap Masuk Dapur MBG, Pendapatan Petani Lokal Berpotensi Naik
-
Komisi IV DPR Bersama Bulog Dorong Peningkatan Kesejahteraan Petani Klaten
-
Rekomendasi HP Snapdragon 8s Gen 4 Terbaik, Performa Flagship Harga Terjangkau
-
Mikel Merino Kembali Jadi Pahlawan, Spanyol Tantang Prancis di Semifinal
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Gibran Bukan Panglima! Pakar UGM: Keamanan Papua Tetap Tanggung Jawab TNI dan Polri
- JK Jadi Tersangka Korupsi Ekspor Logam Tanah Jarang, Langsung Ditahan Kejagung
Pilihan
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
-
Ironi Hukum: Menuju Indonesia Emas, Ternyata Emasnya Ada di Rumah Febrie!
-
Bikin Melongo! Polri Pamerkan 74 Kg Emas hingga Ratusan Miliar Hasil Sitaan Kasus Jampidsus
-
Jampidsus Febrie Adriansyah: Saya Tidak Mundur! Masih Terima Perintah Usut Kasus Korupsi
Terkini
-
Registrasi Kartu SIM Pakai Verifikasi Wajah Resmi Berlaku, Wamen Komdigi Apresiasi Kesiapan Indosat
-
Rekomendasi HP Snapdragon 8s Gen 4 Terbaik, Performa Flagship Harga Terjangkau
-
Rincian Update Game Ragnarok Origin Classic, Ada Job hingga Server Baru
-
Jelang Galaxy Unpacked, Samsung Beberkan Masa Depan AI yang Lebih Personal dan Aman
-
Indonesia Siapkan Strategi Geopolitik Digital, Chip dan Mineral Kritis Jadi Andalan
-
Shopee - Meta, Kreator Instagram Kini Bisa Dapat Komisi dari Reels dan Feed Lewat Program Afiliasi
-
Dulunya Hutan Tropis Kini Benua Es, Bagaimana Antartika Terbentuk?
-
6 Fitur Wajib HP Kelas Menengah untuk Gaming, Lancar Tanpa Lag
-
Quantum Accelerator Pertama di Singapura Resmi Diluncurkan, Startup Indonesia Masuk Daftar
-
8 HP Murah dengan Kamera Terbaik untuk Fotografi Ringan 2026, Hasil Jernih