Suara.com - Laporan dari The Wall Street Journal mengklaim bahwa pemerintahan Trump membeli akses ke database komersial, untuk mengetahui keberadaan jutaan orang Amerika dengan tujuan menindak imigrasi ilegal.
Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS) mengakui telah membeli akses ke data, meskipun tidak membahas dengan detail bagaimana menggunakannya.
Menurut The Wall Street Journal, Imigrasi dan Bea Cukai (ICE) Amerika Serikat, yang merupakan divisi dari DHS menggunakan data ini untuk mendeteksi, mengidentifikasi, dan menangkap imigran yang tidak dilengkapi dokumen.
Divisi lain DHS yaitu Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan menggunakan database untuk melacak aktivitas smartphone di daerah terpencil di gurun dan tempat-tempat tidak biasa lainnya, di dekat perbatasan Meksiko untuk menangkap imigran yang masuk secara ilegal.
Data lokasi dikumpulkan dari aplikasi seluler dan game sederhana yang telah diizinkan oleh pengguna untuk mengetahui lokasi mereka. Ini adalah salah satu basis data terbesar yang diketahui digunakan oleh agen penegak hukum Amerika Serikat untuk melacak dan memantau orang.
Rupanya, data tersebut juga dibagikan dengan ICE untuk melacak organisasi penyelundupan manusia atau obat-obatan terlarang serta melakukan deportasi.
Dilansir dari Android Authority, sepertinya penggunaan data oleh pemerintah Amerika Serikat ini termasuk dalam wilayah hukum, meskipun kasus ini belum pernah diuji di pengadilan sebelumnya.
"Ini adalah situasi klasik di mana pengawasan komersial yang merayap di sekor swasta sekarang merambat ke pemerintah," ucap Alan Butler, penasihat umum Pusat Informasi Privasi Elektronik.
Sampai sekarang, sepertinya pemerintah Amerika Serikat akan terus melacak warga negara dan imigran secara legal menggunakan basis data ini untuk masa yang akan datang.
Baca Juga: Pamer Inovasi Robot Pembawa Sayur, Justru Dibanjiri Komentar Warganet +62
Berita Terkait
-
Donald Trump Sebut Virus Corona Lemah saat Cuaca Hangat, Pakar Menyanggah
-
Geram Naskah Pidatonya Dirobek, Trump Tolak Salaman dengan Pelosi
-
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat AS Robek Naskah Pidato Kenegaraan Trump
-
Virus Corona Tewaskan Ratusan Orang, Trump Tawarkan Bantuan ke China
-
Luncurkan Logo Pasukan Antariksa Amerika Serikat, Presiden Trump Diejek
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Bedak Apa yang Bisa Menghilangkan Flek Hitam? Ini 5 Pilihan Terbaik sesuai Review dan Harga
- 4 Toko Online Terpercaya untuk Beli Sepatu Lari di Indonesia, Dijamin Original
Pilihan
-
Jadi Tersangka Bareng Eks Jampidsus Febrie, Don Ritto Sudah Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya
-
Polri Tetapkan Febrie Adriansyah dan DR Tersangka Kasus Dugaan Korupsi serta TPPU
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
-
Ironi Hukum: Menuju Indonesia Emas, Ternyata Emasnya Ada di Rumah Febrie!
Terkini
-
Teknologi untuk Bumi: Sharp Indonesia Ubah Langkah Pelari Jadi 600 Pohon di Habitat Elang Jawa
-
PP Tunas Mulai Diterapkan, Komdigi Apresiasi Netflix Hadirkan Konten Anak yang Aman
-
Netflix Ungkap Rahasia Konten Anak Laris, Kini Kuasai 22% Waktu Tonton Global
-
Mau Beli HP Baru Murah? Cek 8 Toko Online Terpercaya Ini Biar Gak Dapat Barang Palsu!
-
5 Kebiasaan yang Bisa Kamu Tinggalkan Setelah Pakai vivo Y500, Nomor 2 Dilakukan Hampir Semua Orang
-
Cara Memilih HP untuk Jangka Panjang, Awet Dipakai Bertahun-Tahun
-
Registrasi Kartu SIM Pakai Verifikasi Wajah Resmi Berlaku, Wamen Komdigi Apresiasi Kesiapan Indosat
-
Rekomendasi HP Snapdragon 8s Gen 4 Terbaik, Performa Flagship Harga Terjangkau
-
Rincian Update Game Ragnarok Origin Classic, Ada Job hingga Server Baru
-
Jelang Galaxy Unpacked, Samsung Beberkan Masa Depan AI yang Lebih Personal dan Aman