Suara.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengabaikan Ketua DPR AS Nancy Pelosi pada Selasa (4/2), dengan menolak bersalaman dengan Pelosi saat dirinya menyodorkan tangan ke arah Trump seusai memberikan salinan pidato kenegaraan.
Presiden Partai Republik itu tak menghiraukan sodoran tangan Pelosi, pejabat terpilih terkemuka Demokrat di Washington, setelah bertemu dengannya untuk pertama kali sejak Pelosi keluar dari pertemuan Gedung Putih empat bulan lalu.
Pelosi tampak terkejut. Menurut ajudan keduanya, mereka tidak bertegur sapa sejak pertemuan pada Oktober.
Pelosi menghindari mengutip penggalan kalimat "yang terhormat dan teristimewa" " yang biasanya menyertai perkenalan presiden oleh ketua DPR kepada Kongres.
"Anggota Kongres, Presiden Amerika Serikat" adalah satu-satunya yang diucapkan dalam memperkenalkan Trump, mantan pengusaha real estate sekaligus bintang acara TV yang berpindah haluan menjadi politikus.
Di penghujung pidatonya yang berdurasi 80 menit di sidang bersama Kongres, Pelosi berdiri dan merobek salinan pidato yang diberikan kepadanya ketika jutaan orang menyaksikan siaran tersebut.
Ia kemudian mengatakan kepada wartawan itu adalah "tindakan sopan yang harus dilakukan, dengan menimbang alternatif yang ada."
Kayleigh McEnany, juru bicara kampanye Trump, mengomentari Pelosi: "Kebenciannya terhadap @realdonaldtrump membutakan dirinya dengan sifat menjijikan dari perangai gila hormat dan elitis."
Dalam pemungutan suara yang akan berlangsung pukul 4 sore waktu setempat pada Rabu, Senat yang dipimpin oleh Republik diprediksikan akan membebaskan Trump dari tuduhan pemakzulan bahwa ia menyalahgunakan jabatannya dan menghalangi Kongres.
Baca Juga: Ketua Dewan Perwakilan Rakyat AS Robek Naskah Pidato Kenegaraan Trump
Sumber: Antara/Reuters
Berita Terkait
-
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat AS Robek Naskah Pidato Kenegaraan Trump
-
Virus Corona Tewaskan Ratusan Orang, Trump Tawarkan Bantuan ke China
-
Luncurkan Logo Pasukan Antariksa Amerika Serikat, Presiden Trump Diejek
-
Mirip Star Trek, Logo Baru Pasukan Luar Angkasa AS Tuai Kritikan
-
Warganet Kejam! Coat Melania Trump Dikatakan Seperti Kantong Sampah
Terpopuler
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- 5 Pilihan Jam Tangan Casio Anti Air Mulai Rp100 Ribuan, Stylish dan Awet
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- 5 HP Infinix Rp3 Jutaan Spek Dewa untuk Gaming Lancar
Pilihan
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
-
Terungkap Jalur Gelap 10 Ton Pupuk Subsidi di Sumsel, Dijual ke Pihak Tak Berhak
Terkini
-
KPK Usul Capres Harus dari Kader Partai, Golkar: Ideal, Tapi Jangan Tutup Pintu untuk Figur di Luar
-
Rudy Masud Didemo di Kaltim, Sekjen Golkar Ingatkan Kader: Peka ke Rakyat, Hindari Gaya Hidup Mewah
-
Cara Mudah Membuat Nama dari Your Name In Landsat NASA Secara Gratis
-
Ukraina Terancam Krisis Senjata Akibat Amerika Serikat Terlalu Fokus Urus Perang Iran
-
Amerika Serikat Kirim Kapal Induk Ketiga ke Timur Tengah, Tekan Iran Percepat Negosiasi Damai
-
Italia Ganti Patung Yesus yang Dirusak Tentara Israel di Lebanon
-
Pengadilan Kriminal Internasional Adili Rodrigo Duterte Atas Tuduhan Pembunuhan Massal di Filipina
-
Bahlil: Batas Masa Jabatan Ketum Parpol Tak Perlu Diseragamkan
-
Tanggapi Santai Usulan KPK, Bahlil: Di Golkar Jangankan 2 Periode, Satu Periode Saja Sering Ganti
-
YLBHI Desak Presiden dan Panglima TNI Hentikan Peradilan Militer yang Dinilai Tidak Adil