Suara.com - Para ilmuwan berhasil menemukan sebuah lubang biru misterius di dasar samudera di sekitar perairan Florida, Amerika Serikat. Rencananya, Administrasi Kelautan dan Atmosfer Nasional Amerika Serikat (NOAA) akan mengeksplorasi objek yang disebut Green Banana itu.
Menurut laporan New York Post pada Senin (27/7/2020), eksplorasi ini bertujuan untuk menemukan bentuk kehidupan di dasar lautan dengan kedalaman 425 kaki atau sekitar 129,5m.
Rencananya, misi Green Banana akan berlangsung selama tiga tahun dan berfokus pada penelitian keanekaragaman hayati yang mungkin hidup di dalamnya.
Secara teknis, penelitian akan melibatkan para penyelam dan peralatan pemantauan jarak jauh untuk menelusuri potensi kehidupan di wilayah misterius tadi.
Para peneliti dalam misi ingin memeriksa setiap mikroba yang ditemukan di lubang itu serta mengetahui kandungan nutrisi lubang biru yang memungkinkan organisme hidup.
Meski sebatas hipotesis, mereka juga berencana meneliti kemungkinan adanya hubungan antara Green Banana dengan sistem air tanah Florida.
Andai rencana berjalan mulus, penyelaman perdana akan berlangsung Agustus mendatang, disusul penyelaman lanjutan tahun depan.
"Lubang biru adalah komunitas biologis beragam yang penuh dengan kehidupan laut, termasuk karang, spons, moluska, penyu, hiu, dan banyak lagi," jelas juru bicara NOAA.
"Air laut di lubang-lubang itu unik karena mengandung unsur kimia tertentu, dan tampaknya berinteraksi dengan air tanah dan kemungkinan lapisan akifer. Penelitian ini akan berkontribusi pada hubungan karbon antara air permukaan laut dan air tanah," demikian penjelasan detailnya.
Baca Juga: Ilmuwan Temukan Mikroplastik dan Serat Sintetis di Perut Hiu Dasar Laut
Berita Terkait
-
Pemilik Rumah Yakin Teror Api Misterius di Sleman Bukan Fenomena Mistis
-
Peneliti UGM Tak Temukan Kaitan Sistem Kelistrikan dengan Munculnya Api Misterius di Sleman
-
Api Misterius di Sleman Bukan Dipicu Metana? Peneliti UGM Soroti Peran Gas Hidrogen
-
Teror Api Misterius Sleman: Sampel Gas Jadi Kunci, Baju Bisa Terbakar Sendiri
-
Gegana Tak Sanggup? Ahli Nuklir UGM Turun Tangan Selidiki Api Misterius di Sleman
Terpopuler
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
Pilihan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
-
Prabowo Pidato 1 Juni 2026: Lawan Asing, Waktunya Kembali ke Ekonomi Pancasila
Terkini
-
Terpopuler: Baterai Realme C100i Awet 6 Tahun, Top 3 HP Kamera Terbaik Harga Rp2 Jutaan
-
4 Rekomendasi HP Baterai Jumbo dengan Fitur Reverse Charging, Bisa Jadi Powerbank
-
56 Kode Redeem FF Max Terbaru 1 Juni 2026: Raih Skin MAG-7, SG2, dan Bundel Eclipse
-
5 Pilihan Smart TV 32 Inch Terbaik Harga Rp2 Jutaan, Canggih dengan Fitur Modern
-
Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan Terbaik Menurut Review Pengguna
-
5 HP Midrange Paling Dicari Juni 2026: Chip Kencang, Skor AnTuTu 2,1 Juta Poin
-
Budget Rp3 Juta Dapat iPhone Apa? Ini 4 Pilihan HP yang Masih Sangat Layak Pakai di 2026
-
7 Kelebihan dan Kekurangan Panasonic LUMIX L10, Tawarkan Fitur Zoom Ciamik
-
Spesifikasi Redmi Headphone Neo di Indonesia: Harga Rp1 Jutaan, Baterai Tahan 72 Jam
-
AS Perketat Larangan Chip AI China, Huawei hingga Alibaba Makin Gencar Kembangkan Alternatif Nvidia