"Mereka menyiksa gajah-gajah itu sampai mati, dan setelah hewan itu mati, mereka menyalakan lampu dan meneteskan air mata buaya, seolah-olah mereka sangat sedih dengan kematian gajah-gajah tersebut," kata Sangita.
Dia menggambarkan dirinya sebagai seorang Hindu taat yang berupaya menghapus praktik gajah kuil secara bertahap.
India memiliki 2.500 gajah di penangkaran, hampir seperlima di antaranya berada di Kerala. Gajah-gajah itu dimiliki oleh kuil serta individu.
- Angka kematian gajah di Sri Lanka tembus rekor di 2019
- 'Benar-benar belum pernah terjadi sebelumnya', ratusan gajah mati misterius di Afrika
Sangita memahami simbolisme budaya dan agama dengan gajah.
Namun, sebagai lulusan biologi dan ekologi, dia tahu bahwa gajah adalah satwa yang sangat cerdas, emosional dan memilliki kemampuan sosial, yang terbiasa melintasi jarak jauh di alam liar untuk mencari makanan dan air.
Kembang api
Kaki mereka tidak bisa menyesuaikan diri dengan jalanan dari beton dan batu, yang sangat panas selama musim panas.
Mereka terprovokasi oleh alat musik yang menggelegar, suara keras, kerumunan massa dan pertunjukan kembang api, yang menandai mulainya festival.
Mereka dipukuli hingga tunduk dan menjadi tontonan.
"Satwa-satwa ini disiksa dengan menggunakan senjata keras seperti alat pemukul gajah bullhooks (yang di ujungnya memiliki kait logam yang tajam), rantai berduri, dan tongkat panjang dengan paku yang menusuk- yang digunakan untuk menusuk sendi gajah untuk menimbulkan rasa sakit yang parah," kata Sangita.
Baca Juga: Singapura Musnahkan 9 Ton Gading Gajah Ilegal Senilai Rp 191 Miliar
Belalai lumpuh
Dia berhasil merekam 25 jam video gajah dan mendokumentasikan banyak kasus kekejaman terhadap satwa langka itu.
"Saya benar-benar hancur dan jiwa saya hancur. Saya berkata pada diri sendiri bahwa saya tidak bisa berpaling dari satwa-satwa cantik ini."
Dia menjadi emosional dan suaranya pecah saat menggambarkan contoh perilaku tidak berperasaan terhadap gajah jantan bernama Ramabadran, yang dimiliki oleh otoritas Kuil Thiruvambadi.
"Sungguh menyedihkan menyaksikan gajah ini mencelupkan belalainya yang lumpuh ke dalam tangki air. Ia tidak bisa mengambil air."
Kondisinya semakin memburuk sehingga Dewan Kesejahteraan Hewan India menyarankan gajah itu dibunuh dengan belas kasihan. Namun, gajah itu tetap digunakan dalam upacara kuil sampai akhir.
Darah menetes
Dia mengamati gajah jantan lain yang berbau nanah.
"Rantai itu telah menembus jauh ke dalam dagingnya dan darahnya menetes. Saya tidak tahu bagaimana manusia bisa melakukan ini?"
Pawang gajah - dikenal sebagai mahout - membuat gajah merasa sakit, tetapi pemiliknya tetap tidak peduli demi keuntungan finansial.
Bisnis yang menguntungkan
"Kelompok lobi gajah adalah kelompok yang kuat karena ada begitu banyak uang dalam praktik itu. Beberapa gajah menghasilkan lebih dari US$ 10.000 (Rp147 juta) per festival."
Thechikkottukavu Ramachandran adalah salah satu gajah yang menghasilkan pendapatan besar.
Ia dianggap sebagai gajah tertinggi di Asia.
Dia menjadi daya tarik utama selama parade gajah tahunan di Thrissur dan bahkan profilnya ditulis di sebuah laman Wikipedia.
Ramachandran sekarang berusia 56 tahun dan buta sebagian. Dia mengamuk beberapa kali karena stres dan telah menewaskan sedikitnya enam orang. Namun, upaya otoritas satwa liar untuk membuatnya pensiun menemui hambatan.
Dia masih dipaksa untuk memukau orang banyak.
"Gajah-gajah ini tidak diciptakan untuk melayani keinginan manusia yang tak terpuaskan," protes Sangita.
Dia mengatakan festival-festival baru diadakan untuk menghasilkan lebih banyak uang.
Di antara gajah-gajah Asia, hanya gajah jantan yang memiliki gading--yang disukai oleh otoritas kuil di Kerala. Tetapi gajah betina banyak digunakan di bagian lain India selatan.
Jatuh cinta
Pada 2014, Sangita melihat gajah betina dan terpesona olehnya. "Saat pertama kali melihat Lakshmi, itu adalah cinta pada pandangan pertama."
"Saya menyentuhnya. Saya meletakkan tangan saya di bawah lehernya dan menyentuh dadanya. Begitu saya melakukannya, dia meletakkan belalainya di tangan saya untuk mencium bau saya. Mereka sangat sensitif terhadap bau."
Sangita menyemprotkan air padanya dan memberinya nanas dan pisang. Ikatan di antara mereka semakin kuat. Setahun kemudian dia kaget saat bertemu Lakshmi.
"Saya sangat terpukul melihat matanya mengeluarkan air mata. Dia menyentuh ujung belalainya, menggosok, dan memijat dirinya sendiri."
Pukulan yang membutakan
Rupanya Lakshmi telah mengambil makanan mahout, sehingga mahout yang marah itu menyerang gajah itu tanpa ampun. Salah satu pukulan dengan bullhook mendarat di matanya dan membutakannya.
"Mata coklat madunya yang indah, yang pernah saya lihat, sekarang menjadi bekas luka yang berwarna putih. Ini hanya satu contoh bagaimana mereka menyalahgunakan dan mengeksploitasi hewan."
Sangita yakin Lakshmi pasti sangat lapar.
"Di kuil mereka tidak memberi makan gajah, karena mereka takut gajah akan buang air besar di dalam kuil."
Sangita mengajukan keluhan dan mahout itu dipecat. Itu memperburuk keadaan Lakshmi.
Menjadi zombie
Untuk membuat gajah patuh, pawang mereka memaksa gajah melewati rutinitas yang menyiksa.
Gajah jantan sering menjalani latihan ulang yang kejam selama periode yang disebut masth - yang membuat kadar testosteron mereka meningkat 60 kali lipat.
"Mereka mengikat dan memukuli gajah selama 72 jam atau sampai semangat mereka hancur dan mereka akhirnya mematuhi apa pun yang dikatakan para mahout."
"Mereka seperti zombie. Banyak gajah yang hanya kerangka hidup. Rasanya sangat sulit."
Penangkapan ilegal dan pembiakan paksa
Di negara-negara Buddha seperti Sri Lanka dan Thailand, gajah melakukan tugas keagamaan serupa.
Sangita khawatir permintaan terhadap gajah akan memicu penangkapan ilegal, seperti yang dilaporkan terjadi beberapa tahun lalu di Sri Lanka, dan terjadinya pembiakan paksa.
"Pada dasarnya, seekor gajah betina akan diikat dan seekor gajah jantan akan dipaksa untuk menaikinya. Ini hampir seperti memperkosa seorang perempuan."
Anak gajah yang lahir akan digunakan untuk menghibur wisatawan--mungkin seumur hidupnya.
Thailand tengah menangani praktik ini. Sangita mengatakan upaya Thailand baru-baru ini untuk memindahkan gajah yang ditangkap ke tempat perlindungan layak untuk ditiru.
Sangita telah meraih penghargaan tertinggi untuk perempuan berprestasi dari pemerintah India. Di negara asalnya, reaksinya beragam.
"Beberapa orang menyangkal apa yang terjadi. Lebih mudah untuk menyangkal dari pada menerima bahwa kita telah salah dan mengatakan bahwa kita bersedia memperbaiki kesalahan."
Dia mengatakan otoritas kuil enggan mengirim gajah mereka ke kamp pemulihan, tempat gajah-gajah diberi makanan, perawatan, dan istirahat yang layak.
Suara yang semakin kuat
Dia menghadapi ancaman dari seorang yang mengatakan dirinya adalah pemelihara kebudayaan.
"Saya diintimidasi di media sosial. Kami (aktivis) telah diejek seperti orang gila."
"Tapi jika mereka mengira dapat membungkam kami dengan intimidasi, mereka salah besar. Suara kami semakin kuat dan nyaring."
Berita Terkait
-
Sinopsis House of Secrets: The Burari Deaths, Kisah Nyata 11 Anggota Keluarga India Tewas Misterius
-
Viral Warga India Panik Gegara Patung Messi Setinggi 21 Meter Tiba-tiba Bergoyang
-
Idul Adha 2026 di India Utara Mencekam! Salat Id Dibatasi hingga Diintimidasi
-
Sikat Eksploitasi Anak, Pemprov DKI Terjunkan Tim ke Lokasari Usai Kode 'Perawan' Viral di Medsos
-
Gelombang Panas Ekstrem di India Tewaskan 16 Orang, Suhu Tembus 45 Derajat
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
Pilihan
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
Terkini
-
Snapdragon C Resmi Diumumkan, Prosesor Baru Qualcomm untuk Laptop Murah, Baterai Tahan Seharian
-
Viral Game Simulasi Kereta Buatan Indonesia Banjir Pujian di Jepang, Grafis Menawan!
-
Deretan Fitur Ugreen EchoBuds Magic, Lengkap dengan Kelebihan dan Kekurangannya
-
Asus TUF Gaming F16 dan A16 Resmi Pakai RTX 50-Series, Tangguh Berstandar Militer
-
Tablet Apa yang Cocok untuk Pelajar? 5 Pilihan Tab Rp1 Jutaan dengan Spek Dewa dan Baterai Badak
-
India 'Buang Muka' dari Sawit Indonesia, Harga Referensi CPO Juni 2026 Terkoreksi 1,91 Persen
-
Redmi Headphones Neo Lolos Sertifikasi Komdigi, Usung Hi-Res dan Baterai Tahan Lama
-
Hacker Gunakan Kode QR Teks untuk Kelabuhi Email Security, Ini Cara Kerjanya
-
Gunakan Snapdragon X2, Baterai Acer Swift Spin 14 AI Diklaim Tahan Seharian
-
Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED