Suara.com - Singapura menghancurkan sembilan ton gading gajah ilegal pada hari Selasa (11/8) sebagai upaya menunjukkan keseriusan untuk melawan perdagangan ilegal satwa liar.
Menyadur Asia One, Rabu (12/8/2020) Singapura sebagai jalur pengiriman produk hewan terlarang antara Afrika dan Asia, menghancurkan sembilan ton gading gajah ilegal senilai sekitar 18 juta dolar Singapura (Rp 191,6 miliar).
Gading gajah tersebut terdiri dari rekor penyitaan 8,8 ton pada tahun lalu yang menurut pihak berwenang berasal dari hampir 300 Afrika gajah.
Acara pemusnahan tersebut disiarkan secara online oleh pihak penyelenggara, The National Parks Board (NParks). Para pekerja dengan alat pelindung terlihat menghancurkan ribuan gading menggunakan mesin penghancur batu.
Proses penghancuran tersebut memakan waktu beberapa hari dan pecahannya kemudian akan dibakar.
"Penghancuran gading ... akan mencegahnya masuk kembali ke pasar dan akan mengganggu rantai pasokan global gading yang diperdagangkan secara ilegal," kata Dr Adrian Loo selaku direktur NParks.
Dikutip dari The Straits Times, NParks juga meluncurkan Pusat Forensik Satwa Liar sebagai upaya untuk meningkatkan kemampuan deteksi dan diagnostiknya dalam memerangi perdagangan ilegal satwa liar.
Pusat ini akan memanfaatkan metode analisis lanjutan seperti sekuensing generasi berikutnya, spektrometri massa dan analisis isotop untuk memeriksa DNA spesimen bahkan dalam sampel yang diproses secara berat.
Dr Loo mengatakan metode tersebut melengkapi database yang sudah digunakan oleh para ahli internasional dan lembaga penegakan hukum dan akan memungkinkan Singapura untuk berkontribusi dalam perang global melawan perdagangan satwa liar.
Baca Juga: Singapura Awasi Banyak Kasus Bunuh Diri Pekerja Migran Saat Pandemi
"Data yang kami dapatkan memungkinkan organisasi internasional dan negara sumber untuk menyelidiki dan menegakkan peraturan dengan lebih baik. Ini juga membantu untuk mengidentifikasi tautan potensial seperti sindikat yang beroperasi di negara (ini)," katanya.
Pusat ini akan memfokuskan upayanya pada satwa liar yang paling parah terkena dampak perdagangan satwa liar ilegal, seperti gajah, badak, tenggiling, hiu dan pari, dan burung penyanyi.
Menurut perkiraan ahli lingkungan, 100 gajah Afrika dibunuh setiap hari oleh pemburu yang mencari gading, daging dan bagian tubuh, menyisakan hanya sekitar 400.000 gajah.
Sebagian besar permintaan gading berasal dari negara-negara Asia seperti China dan Vietnam, di mana gading tersebut diubah menjadi perhiasan dan ornamen.
Selain mengambil sikap tegas terhadap produk gading, Singapura mengatakan tahun lalu akan melarang perdagangan gading di pasar domestiknya mulai September 2021.
"Perburuan gajah berada pada level krisis di Asia dan Afrika karena perdagangan ilegal," kata R. Raghunathan, CEO World Wide Fund for Nature Singapura.
Raghunathan mengatakan penghancuran gading dan inisiatif lain merupakan tekad Singapura untuk "membasmi perdagangan ilegal produk satwa liar melalui Singapura".
Bukan hanya Singapura, negara tetangganya yakni Malaysia juga ikut menghancurkan 9,55 ton gading gajah yang disita pada tahun 2016.
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
Pilihan
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
Terkini
-
Bakal Bertemu Prabowo-Gibran? Djarot Beri Sinyal Megawati Hadiri Peringatan Hari Lahir Pancasila
-
3 Kali ke Prancis dalam 5 Bulan, Elite PDIP Pertanyakan Urgensi Kunjungan Presiden Prabowo
-
Sumber Teror Api Misterius di Seyegan Mulai Terkuak, Tim UPN Soroti Gas Metana dari Bekas Rawa
-
Bukan Mistis! Misteri Barang Terbakar Sendiri di Sleman Terungkap, Pakar UGM Bongkar Biang Keroknya
-
Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
-
Prof Uceng: Negara Bukan Takut Film Pesta Babi, Tapi Takut Narasi Alternatif
-
Sebut Film 'Pesta Babi' Aman Secara Hukum, Uceng UGM: Jangan-Jangan Ada Unsur Politik?
-
Ribuan Lansia Jalan Sehat Meriahkan Puncak HLUN 2026 di NTT
-
Guru Besar UGM Cium Ada Perubahan Sikap yang Tak Biasa Usai Mama Sinta Lapor Polisi soal Pesta Babi
-
HLUN 2026 Momentum Wujudkan Lansia Tangguh Menuju Indonesia Emas