Suara.com - Seorang ahli virologi China yang dilaporkan bersembunyi karena takut keselamatannya terancam, kini telah muncul ke mata publik lagi. Menariknya, dia membuat pengakuan bahwa dirinya memiliki bukti ilmiah yang membuktikan Covid-19 adalah virus buatan manusia yang dikembangkan di laboratorium Wuhan, China.
Adalah Dr. Li-Meng Yan, ahli virologi yang mengatakan bahwa dia melakukan beberapa penelitian paling awal tentang Covid-19 pada tahun lalu. Namanya tiba-tiba menjadi perbincangan setelah melontarkan pernyataan tersebut dalam sebuah acara pada Jumat lalu.
Ketika pembawa acara menanyakan mana asal virus mematikan yang telah membunuh lebih dari 900.000 di seluruh dunia, Yan yang saat itu berbicara melalui panggilan video dari lokasi rahasia memberikan jawaban di luar dugaan.
“Itu (virus corona) berasal dari laboratorium - laboratorium di Wuhan dan laboratorium tersebut dikendalikan oleh pemerintah China," ujarnya seperti dikutip dari New York Post, Minggu (13/9/2020).
Dia bersikeras bahwa laporan yang berkembang luas saat ini yang menyebutkan bahwa virus yang berasal dari sebuah pasar di Wuhan, China, adalah sebuah pengalihan.
"Hal pertama adalah pasar (daging) di Wuhan adalah pengalihan dan virus ini sebenarnya bukan dari alam, ini buatan manusia," imbuhnya.
Ironisnya, mantan pengawas Yan ketika masih belajar di Sekolah Kesehatan Masyarakat Hong Kong, membungkamnya agar tutup mulut ketika dia ingin memberikan peringatan tentang adanya penularan Covid-19 dari manusia ke manusia pada Desember tahun lalu.
Sementara pada bulan April, Yan dilaporkan telah melarikan diri dari Hong Kong menuju ke Amerika Serikat untuk memperingatkan pemerintah tentang pandemi Covid-19.
Kini, Yan berencana untuk merilis bukti ilmiah yang membuktikan bahwa virus itu dibuat oleh manusia di laboratorium Wuhan.
Baca Juga: Penelitian Terbaru: Covid-19 Sudah Ada di Daerah Ini Sebelum di China
“Urutan genom seperti sidik jari manusia. Jadi berdasarkan ini Anda dapat mengidentifikasi hal-hal ini. Saya menggunakan bukti tersebut untuk memberi tahu orang-orang mengapa ini datang dari laboratorium di China, mengapa hanya mereka yang membuatnya," imbuhnya.
"Siapa pun, meskipun Anda tidak memiliki pengetahuan biologi, Anda dapat membacanya, dan Anda dapat memeriksa serta mengidentifikasi dan memverifikasi sendiri bukti tersebut. Ini yang terpenting bagi kami untuk mengetahui asal-usul virus. Jika tidak kita tidak bisa mengatasinya, itu akan mengancam nyawa semua orang," lanjut Yan.
Menurut Yan, jika dirinya tidak mengatakan yang fakta Covid-19 yang sebenarnya kepada dunia, ia akan menyesal seumur hidup. Ia juga mengklaim bahwa sebelum melarikan diri dari China, informasi tentang dirinya sudah dihapus dari database pemerintah.
“Mereka (Pemerintah China) menghapus semua informasi saya dan mengirimkan orang-orang untuk menyebarkan rumor tentang saya, bahwa saya pembohong," tutup Yan.
Sebelumnya, Yuan Zhiming, direktur Institut Virologi Wuhan telah membantah laporan bahwa virus corona merupakan hasil rekayasa ilmuwan China yang mengalami kebocoran.
“Tidak mungkin virus ini berasal dari kami,” kata Zhiming kepada awak media pada bulan April lalu.
Berita Terkait
-
Ilmuwan dari Laboratorium Virus Wuhan Diklaim Membelot?
-
Ilmuwan: Covid-19 Ada Sejak Dulu dan Aktif Kembali karena Ini
-
Terungkap! Ahli China Bikin Pengakuan Virus Corona Bukan dari Pasar Wuhan
-
Pakar: Asal Virus Corona Covid-19 Mungkin Bukan dari China
-
Demi Pelajari Patogen, China Siap Bangun Laboratorium P3 di Setiap Provinsi
Terpopuler
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Duduk Perkara Gibran Tipu Malaysia, Anwar Ibrahim Buka Suara Parlemen Bakal Usut
- 5 Sepatu Lari yang Nyaman untuk Jalan Jauh, Sol Empuk Bisa Buat Traveling
- Siapa Chika Yenalovy? Istri Kasespri Prabowo yang Jejak Digitalnya Misterius
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
Pilihan
-
Jet Tempur Sukhoi TNI AU Tergelincir Nyaris Hantam Jalan Raya di Maros
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
Terkini
-
Masuk Babak Akhir, Putusan Praperadilan Febrie Adriansyah Dibacakan Kamis
-
Kualitas Udara Pekanbaru Masih Tidak Sehat, Warga Diminta Batasi Aktivitas
-
Polda Metro Bantah Tangkap Botok di DPR, Sebut Hanya Dampingi Urus Izin Kegiatan
-
Tegas! Prabowo Minta 3 Tersangka Kasus Karhutla Riau Dipindahkan ke Jakarta
-
Pasca Gempa NTT, Gibran Siapkan Keringanan Kredit bagi Warga Terdampak
-
Menhut dan Menteri LH Absen Rapat Karhutla, Istana Beri Penjelasan
-
Ekonom Nilai Target Pajak Naik 12% di RAPBN 2027 Tak Realistis
-
Tak Hanya Rekening, Akun Medsos Botok Juga Diblokir, Aksi Demo 27 Agustus Terancam Batal?
-
6 Film Resident Evil Tayang di Netflix September 2026, Ini Daftarnya
-
Tunggu Regulasi Subsidi, Asosiasi Motor Listrik: Yang Terpenting Kepastian