Suara.com - Para ilmuwan di Virginia memberikan foto terbaru berisi detail luar biasa dari penampakan lokasi pendaratan misi Apollo 15 di Bulan, dengan menggunakan teleskop di Bumi.
Pengujian instrumen pencitraan luar angkasa baru ini telah memberi para ahli perspektif baru yang sangat mendetail tentang lokasi pendaratan Apollo 15.
Memantulkan sinar radar yang kuat dari permukaan Bulan, instrumen baru ini mampu mencapai resolusi spektakuler dengan menampilkan objek sekecil lima meter.
Dirancang untuk Green Bank Telescope di West Virginia oleh Raytheon Intelligence & Space, teknologi bukti konsep ini membuka jalan bagi pencitraan radar yang lebih kuat di masa depan, berpotensi memungkinkan para ilmuwan mempelajari objek bahkan sejauh Neptunus.
Walau begitu, ini bukanlah ide baru. Pencitraan radar adalah alat yang sangat berguna untuk mengungkap struktur halus di permukaan dan menyelidiki lebih dari 10 meter di bawah permukaan untuk mengamati variasi kepadatan regolith.
Green Bank Observatory, National Radio Astronomy Observatory, dan Raytheon Intelligence & Space mencoba untuk memanfaatkan teknologi ini lebih jauh.
Dalam pengujian pada November lalu, pemancar baru mengirimkan sinyal radar ke Bulan, yang secara khusus menargetkan lokasi pendaratan Apollo 15, sebuah petak kecil di Bulan dengan cakram berdiameter 3.474,2 kilometer.
Ketika sinyal tersebut memantul kembali, itu dikumpulkan oleh Very Long Baseline Array, kumpulan teleskop radio di seluruh Amerika Serikat yang pada dasarnya digabungkan untuk membuat piringan pengumpul seukuran benua.
Gambar yang dihasilkan dari pencitraan itu telah dibagikan secara luas, menampilkan kawah yang disebut Hadley C dengan ukuran enam kilometer.
Baca Juga: Kain Ungu Berusia 3.000 Tahun Diduga Dipakai Raja Daud dan Sulaiman
Sekarang, tim ahli akan membuat pemancar yang lebih kuat, sebuah sistem radar berkekuatan tinggi 500 kilowatt yang akan memungkinkan para ilmuwan untuk melihat dengan lebih detail.
Dilansir dari Live Science, Selasa (2/2/2021), sistem tersebut akan berguna untuk semua jenis ilmu pengetahuan.
Dengan teknologi itu, para peneliti dapat melihat Bulan dan satelit alami planet lain serta asteroid yang lewat dan bahkan puing-puing luar angkasa yang terlalu redup untuk diamati menggunakan teleskop optik.
Tag
Berita Terkait
-
Bocah 4 Tahun Temukan Jejak Kaki Dinosaurus
-
Fosil Anak Anjing Berusia 2.000 Tahun Terkubur dengan Kerangka Balita
-
Canggih! Lewat Luar Angkasa, Ilmuwan Bantu Lindungi Populasi Gajah Afrika
-
Berusia 480 Juta Tahun, Ilmuwan Temukan Fosil Nenek Moyang Bintang Laut
-
Sst... Ada 300 Spesies Bakteri Baru Hidup pada Suhu Tak Biasa
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Gibran Bukan Panglima! Pakar UGM: Keamanan Papua Tetap Tanggung Jawab TNI dan Polri
- JK Jadi Tersangka Korupsi Ekspor Logam Tanah Jarang, Langsung Ditahan Kejagung
Pilihan
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
-
Ironi Hukum: Menuju Indonesia Emas, Ternyata Emasnya Ada di Rumah Febrie!
-
Bikin Melongo! Polri Pamerkan 74 Kg Emas hingga Ratusan Miliar Hasil Sitaan Kasus Jampidsus
-
Jampidsus Febrie Adriansyah: Saya Tidak Mundur! Masih Terima Perintah Usut Kasus Korupsi
Terkini
-
Registrasi Kartu SIM Pakai Verifikasi Wajah Resmi Berlaku, Wamen Komdigi Apresiasi Kesiapan Indosat
-
Rekomendasi HP Snapdragon 8s Gen 4 Terbaik, Performa Flagship Harga Terjangkau
-
Rincian Update Game Ragnarok Origin Classic, Ada Job hingga Server Baru
-
Jelang Galaxy Unpacked, Samsung Beberkan Masa Depan AI yang Lebih Personal dan Aman
-
Indonesia Siapkan Strategi Geopolitik Digital, Chip dan Mineral Kritis Jadi Andalan
-
Shopee - Meta, Kreator Instagram Kini Bisa Dapat Komisi dari Reels dan Feed Lewat Program Afiliasi
-
Dulunya Hutan Tropis Kini Benua Es, Bagaimana Antartika Terbentuk?
-
6 Fitur Wajib HP Kelas Menengah untuk Gaming, Lancar Tanpa Lag
-
Quantum Accelerator Pertama di Singapura Resmi Diluncurkan, Startup Indonesia Masuk Daftar
-
8 HP Murah dengan Kamera Terbaik untuk Fotografi Ringan 2026, Hasil Jernih