Pasukan sekutu yang tidak tahu seberapa jauh program nuklir Nazi menjadi gugup.
Pada 1943, sekutu meluncurkan misi rahasia dengan nama kode Alsos untuk mencari tahu.
Tim tersebut terdiri dari para tentara, ilmuwan, dan penerjemah yang melakukan perjalanan melalui Italia, Prancis, dan Jerman untuk mencari jejak eksperimen nuklir Nazi.
Pada April 1945, pasukan sekutu berhasil menemukan dan menangkap sekitar 1,6 ton kubus uranium di Jerman selatan. Hampir semua kubus dikirim kembali ke Amerika Serikat.
Setelah kubus tiba di Amerika, tidak ada yang tahu bagaimana kelanjutan catatan sejarah tersebut.
Amerika sendiri sangat tertutup tentang program nuklirnya, sehingga tidak banyak catatan publik tentang uranium Nazi.
Saat ini, Koeth memiliki dua dari 14 kubus uranium yang diketahui. Keduanya diberikan oleh rekan kerjanya.
Koeth akhirnya menelusuri jejak pemberian kubus tersebut dan menemukan salah satunya berasal dari mantan ahli geologi yang bekerja dengan Proyek Manhattan.
Berdasarkan temuan ini dan lainnya, Hiebert dan Koeth berspekulasi sebagian besar kubus Nazi yang berhasil sampai ke Amerika digunakan kembali dalam program nuklir Amerika sendiri.
Baca Juga: Call of Duty: Vanguard Akan Usung Tema Baru Perang Dunia II
Koeth juga menemukan bahwa 400 kubus dari reaktor kedua dijual di pasar gelap ke Uni Soviet.
Saat ini, para ilmuwan masih melanjutkan pencarian kubus yang tersisa. Kubus tersebut sekarang juga memiliki fungsi yang berbeda dengan tujuan penggunaan untuk pelatihan.
Berita Terkait
-
Peninggalan Rahasia Nazi Ditemukan, Tersimpan di Balik Tembok Rumah
-
Gegara Koleksi Antik nan Nyeleneh di Garasi, Pria Tua Ini Didenda 4 Miliar, Kok Bisa?
-
Bersihkan Rumah Usai Banjir, Keluarga Ini Temukan Foto Adolf Hitler dan Peninggalan Nazi
-
Mantan Penjaga Kamp Nazi Diadili Atas Pembunuhan 20.000 Orang
-
China Siap Bangun Reaktor Nuklir Ramah Lingkungan Pertama di Dunia
Terpopuler
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- 5 Serum Penumbuh Rambut Terbaik untuk Rambut Menipis dan Area Botak
Pilihan
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
Terkini
-
37 Kode Redeem FF Terbaru 24 Mei 2026: Sikat Sekarang, Skin SG2 Super Langka Menanti
-
4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
-
22 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 24 Mei 2026: Login Sekarang, Rebut 5000 Gems Gratis
-
Daftar Harga HP Flagship Xiaomi Terbaru 2026, Mana yang Paling Layak Dibeli?
-
Terpopuler: Rekomendasi HP Vivo Seri Terbaik, 7 Laptop Pesaing MacBook Neo
-
Anker Kenalkan Soundcore Liberty 5 Pro Series, TWS Premium dengan Casing AMOLED
-
Xiaomi REDMI Watch 6 Resmi Meluncur di Indonesia, Smartwatch AMOLED 2.07 Inci dengan Baterai 24 Hari
-
Palo Alto Networks Luncurkan Idira, Platform Keamanan Identitas AI untuk Lawan Ancaman Siber Modern
-
Komisi Ojol Turun Jadi 8%, Ekonom Sebut Gojek dan Grab Bisa Bertahan Andalkan Ekosistem Digital
-
58 Kode Redeem FF Terbaru 23 Mei 2026: Klaim Skin Eclipse, Ada Hujan Diamond