Suara.com - Sulit bagi Bigetron Red Aliens untuk mencuri poin di PMPL Season 4 dan mengamankan tiket menuju PMGC 2021. Performa yang melempem ini rupanya memiliki penyebab khusus. Hal ini diungkap Zuxxy dan Ryzen beberapa waktu yang lalu.
Meskipun memiliki performa yang tidak terlalu gemilang di PMPL Season 4, Bigetron Red Aliens mampu untuk perlahan bangkit hingga akhirnya berhasil meraih tiket menuju PMGC 2021.
Mengenai hal ini, pentolan Bigetron Red Aliens, Zuxxy mengungkap alasannya. Sang observer di tim ini membantah keras jika melempemnya Bigetron Red Aliens karena masalah individu dan internal tim.
Sebaliknya, menurut Zuxxy, hal ini disebabkan oleh performa tim lain yang berkembang semakin pesat. Tidak hanya itu, diakui oleh Zuxxy, tim PUBG Mobile lain juga sudah mempelajari mengenai strategi Bigetron Red Aliens selama ini.
''Ini sebenarnya bukan masalah individu atau internal tim kita. Memang aku lihat tim-tim lain udah mulai berkembang pesat, dan kita juga menyadari strategi kita sudah mulai terbaca oleh tim lain'' ungkap Zuxxy menjelaskan.
Walaupun Zuxxy membantah mengenai masalah individu dan internal sebagai penyebab melempemnya Bigetron Red Aliens, Ryzen justru mengaku jika hal tersebut disebabkan oleh performa dirinya yang ia rasa menurun.
Lebih lanjut, Ryzen mengakui jika performanya yang menurun ini juga disebabkan oleh pergantian layout di game PUBG Mobile. Ryzen mengakui jika dirinya lebih suka bermain menggunakan 5 jari daripada 4 jari.
''Kalau gue bilang ya, gue ngerasa sih performa gue season ini turun. Dan gue rasa bukan karena layout sih, emang lagi bau aja. Nggak dapat momennya. Soalnya dibandingkan 4 jari, gue lebih prefer 5 jari sih'' jelas Ryzen.
Mengakui mengenai masalah performa yang menurun, Bigetron Red Aliens berhasil memantapkan diri untuk bermain di gelaran PMGC 2021 mendatang sebagai perwakilan Indonesia.
Baca Juga: BTR RA Optimis Tampil Ganas di PMPL Season 4, Zuxxy: Siapin Aja Mental Kalian
Berita Terkait
-
Bicara Soal Pelatih Bigetron Red Aliens, Ryzen: Semua Sama Aja
-
BTR Zuxxy Sebut Zona Sanhok di PON XX Papua 2021 Lebih Mematikan
-
Hore! Beli Kartu Grafis Radeon RX 6900 XT, Dapat Akses Gratis Far Cry 6 dan Resident Evil
-
Luxxy Sebut Player Ini Jadi Incaran Bigetron Red Aliens
-
Ada Bigetron Red Aliens, 3 Tim Indonesia Ini Bersaing Raih Tiket PMGC 2021
Terpopuler
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 14 Juli 2026, Banyak Teka-teki Akhirnya Terjawab
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Potensi Menang Praperadilan: Siasat Redam Konflik Polri-Kejagung
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
Doraemon the Movie: Misteri Kapal dan Bangkitnya Sistem Otomatis Atlantis!
-
Bom Rakitan di MAN 3 Padang Jadi Alarm, Pakar Minta Sekolah Perkuat Ruang Dialog
-
HP Apa yang Kameranya Bagus selain iPhone? Ini 5 Rekomendasi Terbaik sesuai Review
-
Feng Shui Pintu Utama 2 Daun Apakah Bagus untuk Rumah? Ini Penjelasannya
-
Eks Pimpinan KPK Desak Prabowo Perintahkan KPK Ambil Alih Kasus Febrie Adriansyah, Ini Alasannya
-
Strategi QRIS dan BRImo, Strategi UMKM Pemalang Ini Sukses Perluas Jangkauan Pasar
-
Hari Anak Nasional: Mengapa Orang Tua Perlu Berhenti Menuntut Anak Menjadi Sempurna?
-
Izin Freeport Diperpanjang hingga 2061, Legislator PDIP Tagih Kontribusi Nyata untuk Papua
-
Aksi Bakar Ban di Kejati Jatim, Massa KEMAKI Tuntut Jaksa Berhenti Cari-Cari Kesalahan
-
Komjak Wanti-wanti Jaksa di Kasus Febrie Adriansyah, Jangan Lembek Meski Lawan Kolega