Suara.com - Direktur Jenderal Aplikasi Informatika (Dirjen Aptika) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Semuel Abrijani Pangerapan menceritakan awal mula pembuatan aplikasi PeduliLindungi.
Ia mengaku, aplikasi PeduliLindungi muncul karena situasi darurat, di mana aplikasi bisa melacak kegiatan (tracing) masyarakat meskipun di tengah pandemi Covid-19. Lalu lahirlah sebuah ide dari Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Pos dan Informatika (PPI) Kementerian Kominfo.
"Inisiatifnya dari PPI, bukan dari kami. Aptika tugasnya mengawasi perlindungan data pribadi," tutur Semuel dalam konferensi pers virtual, Jumat (24/9/2021).
Kemudian, Aptika meminjamkan akun untuk membuat aplikasi di Google Play Store dan App Store. Barulah pembuatan aplikasi dilakukan oleh PPI yang bekerja sama dengan Telkom.
"Ini di-develop sama PPI yang bekerja sama dengan Telkom. Terus dikaji sama menteri agar dibuat SK. Baru nantinya diterapkan," jelas Semuel.
Sebelum meluncurkan PeduliLindungi, Kominfos sebenarnya Maret 2020 sempat meluncurkan aplikasi Tracetogether. Tetapi aplikasi itu diganti pada bulan yang sama karena mirip dengan nama aplikasi dengan fungsi yang sama dari Singapura.
Semuel mengatakan aplikasi PeduliLindungi bisa dimanfaatkan agar masyarakat bisa beraktivitas selama pandemi. Sebab, sampai saat ini belum diketahui kapan pandemi bisa berakhir.
Semuel mengaku saat ini pihak Kementerian Kesehatan dan Telkom masih membenahi tata kelola aplikasi. Nantinya, akun yang dibuat dari Aptika itu akan dipindahkan ke Kemenkes maupun Telkom.
"Sekali lagi dari awal Aptika bukan pengelola, ini masih dibenahi," ujarnya.
Baca Juga: Cara Download Sertifikat Vaksin pada Website dan Aplikasi PeduliLindungi
Lebih lanjut, ia juga mengaku telah mendapatkan masukan untuk membenahi aplikasi PeduliLindungi dari Indonesia Internet Governance Forum (ID-IGF). Nantinya masukan itu akan diarahkan ke pihak yang membuat aplikasi.
"Kita sangat responsif untuk masukan ini, walaupun saya tidak terlibat langsung. Jadi saya menyalurkan, ini ada masukan dari teman-teman, tolong direspons," jelasnya.
Berita Terkait
-
Kasus Korupsi Eks Dirjen Kominfo Semuel Abrijani: Apa Alasan Jaksa Menunda Pembacaan Tuntutan?
-
Viral Kuota Internet 50 GB Gratis Jelang Hari Kemerdekaan, Begini Penjelasan Resminya
-
Wamen Nezar Patria Sebut Pentingnya Digitalisasi buat Pengembangan Wilayah, Kenapa?
-
Tuntutan Berat untuk Eks Pegawai Kominfo: Denda Miliaran dan Penjara hingga 9 Tahun di Depan Mata
-
Diperiksa di Bui, Plate Lempar Tanggung Jawab Proyek PDNS ke Bawahan yang Jadi Tersangka
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali
-
Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim