Suara.com - Nihilnya Undang-Undang Pelindungan Data Pribadi (UU PDP) di Indonesia membuat masyarakat tidak bisa berbuat apa-apa jika kebocoran data terjadi di kemudian hari.
"Masyarakat tidak bisa mengamankan data jika ada kasus kebocoran data lagi. Hanya pengelola yang bisa," ujar CEO Digital Forensic Indonesia, Ruby Alamsyah, saat ditanya bagaimana tindakan masyarakat apabila ada kebocoran data, dalam konferensi pers virtual, Selasa (16/11/2021).
"Soalnya kebocoran data masif, besar. Jadi masyarakat enggak bisa apa-apa," tambahnya.
Ia mencontohkan, selama pihaknya menangani klien yang mengalami kebocoran data, ada tindakan khusus untuk menghilangkannya secara cepat dan lengkap.
"Jadi jawabannya, untuk penanggulangan data pribadi yang sudah bocor, itu hanya bisa dilakukan oleh si pemroses data. Bukan dilakukan oleh masyarakat," jelas dia.
Hal ini juga diperparah dengan tidak adanya peraturan yang mengatur soal data pribadi. Dari sana, banyak pihak yang dirugikan, baik dari masyarakat ataupun platform digital.
Untuk masyarakat, papar Ruby, mereka tak mendapatkan hak untuk menerima informasi soal kebocoran data. Sementara untuk penyedia layanan, mereka tidak memiliki aturan yang jelas terkait kewajiban melindungi data pribadi masyarakat.
"Masyarakat tidak mendapat right to inform saat data bocor, alias platform online yg mengalami kebocoran, itu tidak diinformasikan secara langsung," tegas Ruby.
Ahli digital forensik ini mencontohkan, apabila data pribadinya bocor, sudah seharusnya ia berhak mendapatkan email, SMS, atau notifikasi dari penyedia layanan. Sehingga, ia sebagai pengguna bisa menyadari kasus tersebut.
Baca Juga: Otoritas PDP Harus Independen Agar Bisa Tindak Pelanggaran oleh Pemerintah
"Yang di Indonesia, boro-boro diinformasikan ke pengguna. Malah kebanyakan tidak mengakui datanya bocor. Atau mereka mengakui, tapi tidak melakukan informasi yang dimaksudkan tadi," ketus Ruby.
Pembahasan soal Rancangan Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP) masih alot di DPR. Sebab, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menginginkan pemerintah mesti memimpin lembaga tersebut.
"Mengingat perlindungan data pribadi adalah bagian dari perlindungan hak konstitusional warga negara, maka tanggung jawab dalam memberikan perlindungan, termasuk pengawasan, ada pada pemerintah," ujar Josua Sitompul, Koordinator Hukum dan Kerjasama Ditjen Aptika, Kementerian Kominfo, dalam sesi terpisah.
Komentar Josua ini juga merujuk pada UUD 1945 Pasal 28I ayat (4) yang berbunyi, "Perlindungan, pemajuan, penegakan, dan pemenuhan hak asasi manusia adalah tanggung jawab negara, terutama pemerintah."
Berita Terkait
-
Pemerintah Siapkan Otoritas Pelindungan Data Pribadi Independen, Jadi Fondasi Regulasi AI Nasional
-
Regulator Siapkan Aturan Khusus Turunan UU PDP, Jamin Konsumen Aman di Tengah Transaksi Digital
-
Usia Pengguna Medsos di Indonesia Segera Dibatasi, Pembahasan Umur Masih Berlangsung!
-
Kemkomino Apresiasi MK yang Tolak Uji Materi UU Pelindungan Data Pribadi
-
MK Tolak Dua Gugatan Terhadap UU Pelindungan Data Pribadi
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Ledakan Dahsyat Guncang Mall AEON Dua Orang Tewas, Diduga Akibat Kebocoran Gas
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
Terkini
-
5 Merek Sepatu Sekolah Paling Awet untuk Remaja, Mulai Rp100 Ribuan
-
Bos BCA Titip Pesan Buat Calon Gubernur Bank Indonesia Baru, Apa Isinya?
-
Tak Perlu Takut! Umrah Mandiri Bareng Keluarga Tak Bisa Dipidana
-
Ledakan Dahsyat Guncang Mall AEON Dua Orang Tewas, Diduga Akibat Kebocoran Gas
-
Era Baru Les Blues! Bienvenue, Zinedine Zidane Resmi Latih Timnas Prancis
-
Apa Pelembap Bisa Mengencangkan Kulit Kendur? Ini 3 Rekomendasi untuk Usia 50 Tahun
-
Bobotoh Bikin Terharu, Mariano Peralta Siap Beri Segalanya untuk Persib
-
Bali Silent Disco Dituding Diskriminasi WNI, Koster: Ternyata Tidak Seperti Diberitakan!
-
Putus Peran Tengkulak, Kopdes Bakal Jadi Penampung Tangkapan Nelayan
-
Sempat Nganggur Gegara Timnas Indonesia, Roberto Mancini Resmi Latih Italia