Suara.com - Perusahaan di era digital seperti sekarang ini sangat mengandalkan jaringan untuk keberhasilan dan kelancaran bisnisnya. Namun, tidak cukup sampai di situ saja, perusahaan juga perlu menjaga kesehatan perangkat jaringan mereka untuk mendukung tujuan yang ingin dicapai oleh perusahaan. Untuk melakukannya dibutuhkan sebuah alat monitoring jaringan yang dapat membantu tim IT perusahaan memantau perangkat jaringan secara mudah.
Seperti halnya BPKP pusat alias Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan yang sadar akan hal tersebut. BPKP sendiri mempunyai tugas menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang pengawasan keuangan negara/daerah dan pembangunan nasional. Jadi, jaringan menjadi salah satu hal yang penting untuk melaksanakan tugas tersebut dan Astinet dari Telkom Indonesia yang saat ini digunakan.
Dalam hal ini BPKP mengandalkan Netmonk Prime untuk solusi monitoring jaringan nya sekaligus anjuran dari Telkom. Netmonk merupakan penyedia alat monitoring yang berasal dari Indonesia untuk perusahaan-perusahaan. Netmonk Prime merupakan produk unggulannya yang memiliki 3 modul yang salah satunya adalah Network Monitoring.
Diwakilkan oleh Wahyu Anggoro, Subkoordinator Pengelolaan Infrastruktur Teknologi Informasi menyampaikan bahwa, “Kami ingin tahu lebih dalam dari 1 koneksi misalkan ya dari satu kantor menuju kantor pusat itu, kita bisa melihat Insight nya bahwa user itu mengakses ke mana, digunakan untuk apa bandwidth yang kita sediakan.”
Dengan Netmonk Prime, kebutuhan BPKP tersebut hampir dapat terpenuhi yaitu untuk melihat performa, dan status up and down dari perangkat jaringan. “Netmonk hampir bisa memenuhi dari sisi kebutuhan di BPKP. Kami bisa melihat up and down dari sisi perangkat, sisi penggunaan traffic terus juga kita bisa lihat kesehatan perangkat.” Tambah Wahyu.
Network monitoring dari Netmonk Prime memiliki fitur-fitur unggulan seperti tampilan yang user friendly dan dashboard analitik yang mudah dipahami sehingga membuat tim IT perusahaan mudah dalam melakukan maintenance secara proactive dan preventive.
Selain itu, Netmonk Prime juga mempermudah dalam pengambilan data sekaligus yang menjadi alasan awal terpilihnya Netmonk untuk solusi monitoring jaringan di BPKP.
“Nah kemudian ada Netmonk ini yang mempermudah bahwa untuk pengambilan datanya bisa langsung sekaligus dan dengan tampilan yang sudah dibuat sedemikian rupa dan sudah cukup bagus. jadi agak mempermudah kita untuk membaca dan mengolah data tersebut. itu sih awal terpilihnya Netmonk.” ungkap Wahyu Hidayat - EOS Telkom.
Sebagai penyedia solusi monitoring jaringan, Netmonk memang bertujuan untuk memudahkan pekerjaan tim IT dalam monitoring jaringan di perusahaan. Banyak kelebihan dan kekurangannya namun BPKP tetap merekomendasikan Netmonk untuk perusahaan atau instansi sesuai dengan kebutuhannya terutama untuk memonitor kesehatan perangkat jaringan.
Baca Juga: Jaringan 4G XL Axiata Jangkau 1.021 Desa di Sumatera Barat, Trafik Naik 85 Persen
“Tergantung kebutuhannya masing-masing instansi atau perusahaan. tapi kalau hanya untuk memantau kesehatan perangkat dan apa namanya up atau down nya link itu sudah cukup.”
Jadi menjaga kesehatan perangkat jaringan itu penting seperti yang dilakukan oleh BPKP pusat yang mengandalkan Netmonk untuk solusi monitoring jaringan.
Berita Terkait
-
Cara Kominfo Atasi Lonjakan Trafik Jaringan Selama Nataru
-
Kominfo Ungkap Adanya Lonjakan Trafik Jaringan 3-17 Persen di Nataru Tahun Ini
-
Terduga Pemimpin Sindikat Narkoba Global Diekstradisi ke Australia
-
Nataru 2022, XL Axiata Prediksi Trafik Naik hingga 3x Lipat dari Normal
-
Apa Hubungan Transmisi TV ke Siaran Digital dengan Sinyal 5G?
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Terpopuler: Rekomendasi Earphone Kabel Murah Terlaris, HP Midrange Oppo Terkencang
-
5 HP Mid-Range dengan Kamera Telephoto Terbaik, Cocok untuk Konser
-
6 Cara Mengamankan Akun Instagram agar Tidak Diretas seperti Ahmad Dhani
-
Daftar Harga iPhone Terbaru Mei 2026, Pilihan Investasi Gadget Jangka Panjang
-
Ingin Beli Skin Epic Impian? Ini 5 Cara Cepat Beli Diamond Mobile Legends Lewat GoPay Games
-
Pre-Order Ungkap Konfigurasi Memori iQOO 15T: Tantang POCO X8 Pro, Usung RAM 16 GB
-
Pesona HP Murah Sejutaan, Itel Zeno 200 Hadirkan Android Go dan Fitur Tangguh
-
5 HP Murah Terbaru di Indonesia Mei 2026: Mulai Sejutaan, Baterai Jumbo 8.000 mAh
-
CEO Sony Bahas PS6, Ungkap Krisis Memori Bakal Berdampak ke Harga Konsol
-
Tablet 5G Harga Rp4 Jutaan, Acer Iconia iM11 Sajikan Layar 2K dan MediaTek 8791