Suara.com - Google baru-baru ini mengumumkan perlawanan terhadap penipu online yang menargetkan pengusaha.
Pelaku kejahatan siber yang menyamar sebagai raksasa teknologi tersebut telah membuat pemilik usaha kecil membayar untuk pembuatan Profil Bisnis, layanan yang awalnya gratis untuk semua orang.
Bisnis UMKM diminati berbagai penipu online di luar sana. Berbeda dengan yang berfokus pada individu, penipu sektor B2B menerapkan pendekatan yang lebih individual dalam menciptakan skema rekayasa sosial yang efisien.
"Pemeriksaan rata-rata" yang diperoleh penjahat siber dari upaya penipuan bisnis jauh lebih tinggi daripada yang mereka capai dari pengguna biasa.
Di antara skema rekayasa sosial yang paling umum digunakan penipu online untuk menjebak
pengusaha kecil adalah sebagai berikut:
Meniru pemasok terpercaya
Bisnis UMKM kekurangan sumber daya ini untuk membedakan penipu online berbahaya pada tahap awal.
Penipu memikat pengusaha dengan penawaran yang sangat menguntungkan (dan cepat habis tenggat waktu), ketentuan yang fleksibel, dan yang terpenting, situs web yang tampak andal memalsukan sumber daya merek asli.
Namun, ketika faktur dengan sedikit kesalahaan ejaan atas nama perusahaan dibayarkan, mitra bisnis baru itu menghilang begitu saja.
Baca Juga: Terima Email Masuk Spam, Isinya Informasi PHK Karyawan Twitter: Itu Bukan Phising
Penipu online dapat meniru semua jenis organisasi, mulai dari agen perjalanan hingga pemasok grosir.
Acara palsu
Penipu online mengirim undangan ke konferensi, roundtable, atau penghargaan yang menawarkan pembicara terkenal dan diskusi menarik serta menjual tiket ke acara yang tidak akan pernah terjadi melalui halaman arahan yang tampaknya cukup baik.
Pemerasan melalui ulasan buruk Reputasi terkadang berarti keuntungan lebih berarti bagi bisnis dan scammers mengetahui betul hal itu.
Mereka menulis ulasan negatif tentang hotel, restoran, dan fasilitas lainnya, kemudian mengirimkan pesan melalui email, menawarkan untuk menghapus ulasan dan mendapatkan sejumlah uang dari Google, TripAdvisor, atau situs web lain.
Spear phishing
Berita Terkait
-
Waduh, Demi Tekan Budget Perusahaan Rela Gunakan Perangkat Lunak Bajakan
-
Pakar Minta Masyarakat Waspadai Jejak Digital di Dunia Maya
-
Merasa Ditipu di TikTok? Cepat Lakukan Hal Ini
-
6 Cara Bikin Akun Twitter Kamu Aman dan Terlindungi dari Serangan Phising
-
Baru Enam Bulan, Serangan Phising di Asia Tenggara Capai 12 Juta Tautan
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
Terkini
-
Bank Sumsel Babel Perkuat Pembiayaan UMKM, Dukung Target 100.000 Sultan Muda Sumsel
-
Intimidasi Satpam MRT Usai Terobos Lampu Merah, 3 Polisi Arogan Polda Jabar Di Patsus 21 Hari
-
Polres Tangsel Buka-bukaan Soal Kasat Narkoba dan 6 Anggotanya Diringkus Bareskrim Polri
-
Cegah Ledakan Sampah Saat Kemarau, DLH dan Damkar Tangsel Kolaborasi Semprot TPA Cipeucang
-
Hattrick Mewah Mitchell Baker Bawa Indonesia Bantai Kamboja 5-1 di Piala AFF 2026
-
Pendaki Gunung Dempo yang Bikin Geger karena Senapan Angin Berhasil Dievakuasi
-
Hasil Akhir: Awal Sempurna Piala AFF 2026, Timnas Indonesia Gasak Kamboja 5-1
-
Akademisi Binus: Dugaan Korupsi Eks Jampidsus Bernilai Besar, Penanganannya Tak Boleh Istimewa
-
Tren Belanja Parfum Berubah, Pengalaman Mencoba Aroma Kini Jadi Daya Tarik
-
Bukan Sekadar Cantik, Makeup Kini Dituntut Praktis dan Nyaman Dipakai Seharian