“Indonesia BerdAIa untuk Keamanan Siber” memanfaatkan framework transformasi keamanan dan rangkaian solusi lengkap Google Cloud yang telah teruji.
Ditambah dukungan para pakar keamanan terdepan dan ekosistem mitra Managed Security Service Provider (MSSP).
Kesiapan siber untuk SDM melalui pelatihan on-demand, dipandu instruktur, atau praktik langsung, yang dapat diakses melalui platform pelatihan seperti Google Cloud Skills Boost untuk Organisasi dan Mandiant Academy.
Ekosistem mitra MSSP lokal Google Cloud meliputi Accenture, Astra Graphia Information Technology (AGIT), Deloitte, Elitery (PT Data Sinergitama Jaya Tbk), SQShield (PT Gan Mitra Usaha), dan lainnya.
Dalam program ini, Google Cloud dan para mitra MSSP juga akan memberikan akses bersubsidi ke lisensi Google Cloud Skills Boost for Organizations dan Mandiant Academy Learning Pass.
Dengan memanfaatkan berbagai pelatihan ini, organisasi dapat mengedukasi manajemen senior tentang pertahanan siber; mempersiapkan cloud security engineers dan security operations engineers internal untuk memperoleh sertifikasi profesional.
Selain itu juga mensimulasikan skenario serangan siber di dunia nyata agar tim keamanan dapat berlatih dan menyempurnakan kemampuan respons insiden; serta meningkatkan literasi dan kebersihan siber di seluruh tingkat pengguna dalam perusahaan.
Organisasi terkemuka seperti Astra International, Bukalapak, Dipo Star Finance, dan Kereta Api Indonesia termasuk beberapa early-movers yang telah bergabung dalam program ini.
Google Security Operations mampu meningkatkan produktivitas tim keamanan secara eksponensial sekaligus memberdayakan mereka untuk mendeteksi dan memitigasi ancaman yang muncul.
Baca Juga: Google Discover Mulai Tampilkan Ringkasan AI, Bikin Trafik Berita Anjlok?
Dengan platform ini, organisasi dapat menyerap data telemetri keamanan—lengkap dengan kontrol residensi data—dari seluruh lingkungan IT yang dimiliki (on-premise, Google Cloud, atau multicloud), untuk diproses oleh Google Threat Intelligence untuk analisis forensik dan mengungkap indikator gangguan.
Organisasi juga dapat memanfaatkan berbagai tools AI, yang didukung oleh model Gemini yang disesuaikan untuk keamanan, untuk mendukung fitur Security Information and Event Management (SIEM) dan Security Orchestration, Automation, and Response (SOAR) yang terintegrasi.
Saat ini, tim keamanan dihadapkan pada threat overload, bahkan mencapai ratusan alert yang perlu dianalisis dan direspons setiap hari.
Setiap alert berpotensi menjadi tanda awal dari insiden keamanan besar, meskipun hanya sedikit yang benar-benar perlu mendapat perhatian.
Alert triage agent Google Security Operations yang selalu aktif mengatasi threat overload dengan mengumpulkan konteks secara mandiri untuk menemukan aktivitas mencurigakan, menganalisis perintah command line, dan memetakan urutan peristiwa.
Alat ini kemudian memberikan penilaian dalam setiap alert, seperti tingkat keparahannya, serta rekomendasi langkah berikutnya.
Setelah insiden yang diprioritaskan dan diberi konteks ditampilkan, asisten investigasi Google Security Operations mengurangi toil (tugas manual, taktis, dan berulang yang dapat diotomatiskan) yang diperlukan dalam investigasi dan perbaikan yang lebih mendalam.
Analis juga dapat menggunakan bahasa natural untuk membuat kueri penelusuran yang kompleks dalam aktivitas threat hunting dan merancang aturan deteksi canggih untuk mengidentifikasi malware atau teknik pelaku ancaman tertentu, tanpa harus menuliskannya secara manual dalam bahasa komputer khusus.
Selain itu, analis dapat menggunakan asisten playbook Google Security Operations untuk membuat playbook SOAR lengkap yang mengotomatiskan alur kerja respons insiden.
Seiring dengan upaya pelatihan untuk memperbanyak jumlah pakar keamanan, AI dapat membantu menjembatani talent gap bagi SOC yang memiliki keterbatasan sumber daya.
“Google Cloud telah mengintegrasikan machine learning (ML) ke dalam solusi keamanannya selama lebih dari satu dekade. Kini, kami juga mengintegrasikan tools AI generatif dan agen AI, yang didukung oleh Gemini for Security, ke dalam solusi tersebut, sehingga mengurangi waktu yang dihabiskan tim keamanan untuk menyeleksi dan menyelidiki insiden," pungkas Fanly.
Berita Terkait
-
Daftar HP yang Dapat Update Android 16: Lengkap dari Xiaomi, Samsung, hingga Oppo
-
Kejahatan Siber Semakin Senyap dan Cepat karena AI dan di Indonesia Meningkat 3 Kali Lipat
-
Kabel Laut Google & Meta Lintasi RI: Peluang Emas atau Ancaman Bagi Operator Lokal?
-
Dukungan ROM Kustom Akan Segera Berakhir, Xiaomi Siap Ambil Alih dengan HyperOS
-
Cara Kerja Penjahat Siber Mengeksploitasi Tren Gen Z, Mulai Dari FOMO hingga Fast Fashion
Terpopuler
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
- 6 Shio Paling Beruntung pada 23 Juli 2026, Keberuntungan Memihak
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- 5 Warna Lipstik Wardah untuk Bibir Hitam dan Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Houthi Hujani Arab Saudi dengan Rudal, Kilang Minyak Aramco Terbakar Hebat
-
Jangan Anggap Sepele Nyeri Pinggang Mendadak, Bisa Jadi Tanda Batu Saluran Kemih
-
Motul Perluas Jangkauan di Jawa Barat, Dorong Pertumbuhan Ekosistem Otomotif Nasional
-
Igor Tolic Beberkan Faktor X yang Bikin Persib Hajar Arema di Piala Presiden 2026
-
Naik Kereta untuk Liburan? Jangan Lupa Siapkan Antisipasi Jika Jadwal Berubah
-
Febrie Adriansyah Ditahan di Rutan KPK, Koalisi Sipil Desak Pengusutan Tuntas Tanpa Intervensi
-
MAXI Yamaha Day Jabar 2026 Pikat Komunitas dengan Budaya dan Alam Kuningan
-
Gap antara Kampus dan Industri Masih Lebar, Mahasiswa Bisa Rugi Kalau Tak Bersiap
-
Hanya Gara-gara Colokan Kabel, Bisnis MUA di Tuban Kebakaran Rugi Rp400 Juta
-
Tangis Ayah untuk NH, Dugaan Perundungan yang Berulang, Bocah Kelas 3 SD Meninggal