Catherine Lim dari Sekolah Mahabodhi Vidya mengatakan, “Ini adalah kali kedua saya mengikuti IFLS, dan saya ingin mengucapkan selamat kepada REFO yang selalu sukses menyelenggarakan acara edukatif yang sangat informatif. Sesi dan para pembicara hari ini sangat baik dan penuh persiapan. Favorit saya adalah sesi dari Claire Simms, karena data yang ia gunakan memberi wawasan berharga bagi kami sebagai pemimpin sekolah tentang perubahan yang dibutuhkan dan bagaimana AI dapat membantu memajukan sekolah agar sejajar dengan standar global.”
Felixtian Teknowijoyo dari SKKK Surakarta menyatakan bahwa seluruh sesi IFLS 2025 menarik dan memberikan paradigma baru untuknya. “Tapi yang paling berkesan untuk saya adalah AI and Beyond: From Adaptive Learning to Human-Centered Skills. Ternyata pembelajaran berbasis AI bisa menjadi pembelajaran yang personal bagi siswa dan siswi saya.”
Sedangkan Zulfadli dari YPS Sorowako mengakui bahwa IFLS 2025 menawarkan wawasan yang berharga dan praktis bagi para pemangku kepentingan di bidang pendidikan. “Terutama terkait dengan integrasi AI yang bertanggung jawab dan efektif. Acara ini sangat informatif dan bermanfaat untuk memberikan masukan tentang kebijakan AI di sekolah.”
Para mitra pun mengaku puas dengan penyelenggaraan IFLS 2025. Salah satu perwakilan dari ViewSonic mengatakan bahwa interaksi peserta sangat aktif, bahkan sejak pagi sudah banyak yang bertanya. “Kami pun amazed dengan antusiasme para peserta. Pokoknya top deh!”
Julian Forster dari IMTLazarus menyatakan bahwa ia mendapatkan umpan balik yang positif. “Peserta menyukai bagaimana IMTLazarus menyederhanakan pekerjaan, sehingga mereka tidak perlu repot dengan tugas IT yang rumit. Saya pasti akan mendukung IFLS lagi tahun depan, karena AI terus berkembang dan IMTLazarus dapat membantu sekolah beradaptasi serta terus memajukan diri.”
REFO konsisten dengan misinya untuk membangun generasi masa depan, oleh karena itu REFO selalu menjadi bagian dari berbagai upaya dalam mempersiapkan generasi muda yang kompetitif dan mampu bersaing di kancah global. “Melalui IFLS 2025 ini saya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berkontribusi membangun masa depan pendidikan Indonesia. IFLS 2025 bukan event biasa, ini adalah sebuah pergerakan, ikhtiar kolektif untuk membangun bangsa,” kata Pepita Gunawan.
IFLS 2025 bukan sekadar konferensi, melainkan sebuah ruang untuk berbagi pengetahuan, berdialog terbuka, dan merumuskan visi bersama demi terciptanya sistem pendidikan Indonesia yang adaptif, inklusif, dan berkelanjutan. ***
Berita Terkait
-
Dukungan Telkom untuk Sekolah Berbagai Daerah: Pembelajaran Coding dan AI
-
Dorong Pendidikan Inklusif, Santri Tunanetra hingga Siswa Prasejahtera Terima Beasiswa
-
Baru Sebulan Jalan, Program Sekolah Rakyat Sudah 'Oleng': Kemensos Bentuk Gugus Tugas Darurat
-
Pemerintah Minta Tambahan Anggaran Rp 2,6 Triliun Buat Tukin di 2026, Angin Segar untuk Para Dosen?
-
Bukan Kerja Kantoran, Raffi Ahmad Ungkap Profesi yang Jadi Rebutan Gen Z
Terpopuler
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
- 6 Sepatu Jalan Terbaik yang Nyaman Dipakai Lari dari Brand Luar dan Lokal
- Di Mana Tempat Beli Sepatu Asics Ori di Indonesia? Ini 5 Rekomendasi Toko Tepercaya
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
Digaji Rakyat tapi Maling, Birokrat dan BUMN Nakal Siap-siap Kena Sikat
-
Rumah Sentul Jadi Materi Pemeriksaan, Febrie Klaim Sudah Dihibahkan ke Anaknya
-
Usai Diperiksa sebagai Tersangka, Febrie Adriansyah Tak Ditahan
-
Prabowo Pasang Badan untuk Petani, Minta Pengkritik Harga Beras Tanam Padi Sendiri
-
Hotman Paris: Rumah Sentul Milik Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Tapi Isinya Milik Orang Lain
-
Didampingi Hotman Paris, Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Lolos dari Penahanan Usai Diperiksa 10 Jam
-
Dosen UGM Diancam Sebar Data Pribadi hingga Dilacak Lewat Google Maps Usai Kritik Menteri PU
-
Hadiri Rakorwil PSI Bengkulu, Kaesang Pangarep: Masa Gajah Kalah dari yang Lain?
-
Balita Tewas Diduga Dianiaya Ibu Tiri, Kemen PPPA Usul Asesmen Pengasuhan Sebelum Menikah
-
Terekam CCTV dan Viral di Medsos, Remaja Pengancam Pakai Golok di Citeureup Diringkus Polisi