Suara.com - Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria mendesak platform media sosial milik Elon Musk, X (sebelumnya Twitter), segera membuka kantor ke Indonesia.
Hal ini diminta Nezar sekaligus menanggapi soal permintaan Wamenkomdigi Angga Raka Prabowo yang memanggil perwakilan TikTok dan Meta, maupun platform media sosial lain seperti X soal moderasi konten.
"Ya, kita kan sudah bersurat ya ke X. Kita tunggulah respons mereka," kata Nezar saat ditemui di Kantor Komdigi, Jakarta, Jumat (29/8/2025).
Nezar menyebut kalau kebijakan para platform asing untuk memiliki kantor resmi di negara operasi itu tak hanya berlaku di Indonesia, tapi juga negara lain.
"Bukan cuma Komdigi ya, hampir semua negara itu memperlakukan hal yang sama," ucap Nezar.
Nezar mencontohkan kalau kebijakan ini dilakukan di negara seperti Singapura, Korea Selatan, hingga Malaysia. Ia menilai kalau hal itu lumrah jika diterapkan juga di Indonesia.
Lebih lagi, kata Nezar, Indonesia adalah negara dengan banyak pengguna media sosial maupun pengguna internet.
"Wajar, karena kita pemakai terbesar. Di sini, kita ada penduduk hampir 300 juta jiwa ya, dengan penetreasi internet 80 persen," ungkapnya.
"Saya kira semua OTT (Platform Over The Top) yang memanfaatkan Indonesia sebagai pasar itu wajib menaati regulasi-regulasi yang berlaku di sini," lanjut dia.
Baca Juga: Vivo X Fold 5 Resmi Masuk Indonesia, HP Lipat dengan Durabilitas Tinggi serta Engsel Kuat dari Baja
Nezar mengingatkan kalau X maupun platform asing yang belum memiliki kantor harus segera membuka jika tidak mau berhadapan dengan regulasi yang berlaku. Namun Nezar belum memutuskan untuk memblokir aplikasi jika mereka tak buka kantor di RI.
"Kami belum bicara soal pemblokiran, tapi kami berharap mereka kooperatif untuk mengikuti aturan yang ada," jelasnya.
Untuk diketahui, jumlah pengguna internet Indonesia tahun 2025 mencapai 229 juta orang, tepatnya 229.428.417. Tingkat penetrasi internet ini setara 80,66 persen dari total jumlah penduduk 284.438.900 di tahun 2025.
Hal ini terungkap dalam riset Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia bertajuk 'Survei Penetrasi Internet dan Perilaku Penggunaan Internet 2025'.
"Penetrasi internet Indonesia 80,66 persen, atau meningkat 1,16 persen di tahun 2024. Kita sudah menjangkau 229 juta penduduk di seluruh Indonesia," kata Ketua Umum APJII, Muhammad Arif saat konferensi pers di Jakarta International Convention Center (JICC) pada Rabu (6/8/2025).
Kendati begitu ia mengakui kalau masih ada 20 persen penduduk Indonesia yang belum bisa menggunakan internet, yang jumlahnya sekitar 55 juta, tepatnya 55.010.483 orang.
"Masih ada hampir 20 persen masyarakat kita belum mendapatkan internet," ujar dia.
Berita Terkait
-
Vivo X Fold 5 Resmi Masuk Indonesia, HP Lipat dengan Durabilitas Tinggi serta Engsel Kuat dari Baja
-
Komdigi Sebut Alasan Panggil TikTok-Meta Bukan untuk Batasi Konten Demonstrasi
-
Vivo X Fold 5 Resmi ke Indonesia, HP Lipat Pesaing Samsung Galaxy Z Fold 7
-
Pemerintah Siapkan Perpres AI, Meutya Hafid: Etika dan Roadmap Jadi Prioritas Utama!
-
Tancap Gas! Revisi UU Hak Cipta Diambil Alih Komisi XIII, Target Rampung Tahun Ini
Terpopuler
- Singapura Diguncang Gelombang Protes Rakyatnya, Buntut Rencana Penggundulan Hutan untuk Perumahan
- Daihatsu Kenalkan Mobil 120 Jutaan, 1 Liter Jalan 27 Km
- Cara Membersihkan Bunga Es dengan Aman dan Cepat Tanpa Merusak Freezer
- 6 HP Realme RAM 12 GB dengan Performa Kencang, Mulai Rp2 Jutaan
- Erick Thohir Buka Hasil Evaluasi Timnas Indonesia usai Gagal di Piala AFF 2026
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Kudeta Niger Gagal, Pasukan Pemerintah Melumpuhkan Penyerang Pangkalan Niamey
-
Boni Hargens Soroti Pengangkatan Kapolri sebagai Anggota Kehormatan KSBSI: Bukan Sekadar Seremonial
-
Bukan Ex-Officio! Romli Atmasasmita Tegaskan Status Listyo Sigit di KSBSI Hanya Bentuk Apresiasi
-
Apa Itu Sistem AHWA? Cara Baru Pilih Ketua Umum PBNU di Muktamar NU ke-35 Tahun 2026
-
Muktamar ke-35 NU Diwarnai Aksi Protes, Gus Yahya: Saya Mohon
-
Presiden Prabowo Tutup Muktamar NU Ke-35 di Jombang, Senin Besok
-
Gus Ipul Pastikan Forum Muktamar NU Ke-35 Bebas Ubah Keputusan Organisasi
-
Review Film The Last Sunrise: Makna Kehidupan di Balik Senyum dan Air Mata
-
Jepang Kirim Pasukan Bela Diri Bantu Meredam Kebakaran Hutan Kalimantan
-
3 Lip Balm Rp30 Ribuan yang Bagus Atasi Bibir Kering Menurut Review Pengguna