- Habib Ja’far: Tambang adalah amanah Tuhan, bukan sekadar komoditas bisnis semata.
- Hilirisasi mineral merupakan wujud syukur dan upaya berdaulat di tanah air sendiri.
- Pengelolaan tambang wajib berbasis ekologi demi kemaslahatan rakyat, bukan ego pribadi.
Suara.com - Kekayaan alam Indonesia, termasuk sektor pertambangan, merupakan amanah yang harus dikelola dengan tanggung jawab dan keberlanjutan. Pengelolaan yang berlandaskan nilai moral dan kemaslahatan menjadi fondasi agar sumber daya tersebut benar-benar memberi manfaat bagi bangsa.
Dalam momentum Ramadhan, Tokoh agama Husein Ja'far Al Hadar berharap seluruh pemangku kepentingan tidak melihat sektor industri pertambangan semata sebagai bisnis, tetapi sebagai titipan yang harus dijaga secara etis.
“Kita ini khalifah, pemimpin di muka bumi, bukan penguasa. Maka tambang adalah amanah, bukan sekadar komoditas ekonomi,” ujar Tokoh agama Husein Ja'far Al Hadar menyampaikan hal tersebut dalam acara Buka Puasa Grup MIND ID Bersama Media, Kamis (5/3/2026).
Ia memaparkan tiga prinsip dalam mengelola karunia Tuhan seperti mineral dan sumber daya alam. Pertama, aktivitas pertambangan harus dijalankan dengan moral dan etika. Halal tidak hanya menyangkut zat, tetapi juga proses. Pengelolaan tambang tidak boleh merusak lingkungan, tidak mengabaikan nilai kemanusiaan, dan tidak melanggar tanggung jawab sosial.
“Mineral halal bukan hanya karena bendanya, tapi karena cara mendapatkannya tidak merusak dan tidak melanggar nilai,” katanya.
Kedua, pengelolaan tambang harus dilandasi rasa syukur. Mengolah mineral dan mendorong hilirisasi dipandang sebagai bentuk syukur atas karunia Tuhan, sekaligus upaya menghadirkan nilai tambah bagi bangsa.
“Mengelola dan memberi nilai tambah pada mineral itu bentuk syukur. Ketika kita mengelola dari hulu sampai hilir, kita sedang menjaga amanah dan menjadi tuan di negeri sendiri,” ujarnya.
Ketiga, tujuannya adalah maslahat. Orientasi pengelolaan sumber daya harus berbasis ekologi, bukan egologi. Manfaatnya harus dirasakan bersama, bukan hanya oleh segelintir pihak.
“Prinsipnya kebaikan bersama. Tambang harus memberi nilai tambah bagi masyarakat, bangsa, dan lingkungan,” tuturnya.
Baca Juga: Penampakan Lukisan 44.000 Tahun di Lahan Tambang Milik BUMN
Ia menegaskan, seluruh aturan Tuhan pada dasarnya ditujukan untuk kebaikan manusia. Karena itu, pengelolaan sumber daya alam harus diarahkan agar menjadi rahmat, bukan sumber kerusakan.
“Kalau kita sadar ini amanah, maka yang lahir bukan keserakahan, tapi tanggung jawab. Di situlah kekayaan alam bisa menjadi kemaslahatan bagi bangsa,” kata Husein Ja’far.
Pesan yang disampaikan Husein Ja’far menegaskan bahwa setiap program keberlanjutan bukan sekadar pilihan, melainkan fondasi dalam mengelola kekayaan alam. Dengan kesadaran bahwa sumber daya adalah amanah, pengelolaan tambang seperti yang telah dilakukan Grup MIND ID diharapkan mampu menjadi meningkatkan nilai tambah dan kemaslahatan bagi bangsa, hari ini dan di masa depan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Surabaya
- Terjaring OTT KPK, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Langsung Dibawa ke Jakarta
- Profil dan Biodata Anis Syarifah Istri Bos HS Meninggal Karena Kecelakaan Moge
- PP THR dan Gaji 13 Tahun 2026 Diumumkan, Ini Jadwal Cair dan Rincian Lengkapnya
- Selat Hormuz Milik Siapa? Jalur Sempit Banyak Negara Tapi Iran Bisa Buka Tutup Aksesnya
Pilihan
-
Iran Tutup Pintu Negosiasi, Dubes: Kami Bereskan Musuh di Medan Perang
-
Fatwa Ayatollah Ali Khamenei soal Senjata Nuklir: Haram!
-
KPK Ungkap ART Fadia Arafiq Jadi Direktur PT RNB, Diduga Alat Korupsi Rp13,7 Miliar
-
Dua Hari Lalu Dinyatakan Gugur, Eks Presiden Iran Ahmadinejad Masih Hidup
-
Skandal Saham BEBS Dibongkar OJK: Rp14,5 Triliun Dibekukan, Kantor Mirae Asset Digeledah!
Terkini
-
Mayoritas Pekerja RI Tak Punya Slip Gaji, Mimpi Punya Rumah Masih Jadi Barang Mewah?
-
BPJS Ketenagakerjaan dan DJP Jakarta Barat Perkuat Kolaborasi Pengawasan Pajak dan Iuran Perusahaan
-
Cadangan Devisa Mengkerut untuk Stabilkan Rupiah
-
Harga Minyak Masih Tinggi, Brent dan WTI Melonjak Akibat Konflik Timur Tengah
-
Harga Dolar AS Dijual Rp17,000 di Bank Mandiri, BNI, BRI, dan BCA
-
Emas Antam Fluktuatif, Hari Ini Merosot Jadi Rp 3.024.000/Gram
-
Rupiah Melemah, Dolar AS Naik ke Level Rp16.920
-
Dampak Perang AS-Iran, Mendag: Bahan Baku Impor Bisa Ikut Tersendat
-
IHSG Merah Lagi di Pembukaan Pagi Ini ke Level 7.699
-
Ini Strategi CFX untuk Tekan Biaya dan Tarik Transaksi Offshore