Tekno / Sains
Kamis, 23 April 2026 | 19:25 WIB
Ilustrasi BioEtanol. (Pertamina)
Baca 10 detik
  • Indonesia berpotensi memproduksi bioetanol dari tebu, singkong, jagung, padi, serta kelapa sawit guna mendukung kebutuhan energi nasional.
  • Pemanfaatan hasil pertanian lokal tersebut bertujuan menekan biaya BBM, mengurangi impor energi, dan menurunkan tingkat emisi karbon.
  • Pengembangan bioetanol secara serius dapat membuka pasar bagi petani lokal serta memperkuat target transisi energi bersih Indonesia.

Dengan luas sawah yang besar, Indonesia punya pasokan limbah padi melimpah yang bisa dimanfaatkan tanpa mengganggu kebutuhan pangan utama.

5. Kelapa Sawit

Kelapa sawit selama ini dikenal sebagai bahan baku biodiesel, tapi sebenarnya juga bisa diolah menjadi bioetanol. Limbah cair dari pabrik kelapa sawit (POME) bisa difermentasi menghasilkan etanol.

Dengan produksi sawit yang masif, Indonesia punya peluang besar mengembangkan bioetanol berbasis sawit sebagai pelengkap biodiesel.

Potensi dan Dampak

Jika etanol dari hasil pertanian ini dikembangkan serius, bensin di Indonesia bisa dicampur dengan bioetanol sehingga lebih murah dan ramah lingkungan.

Selain itu, program ini bisa membuka pasar baru bagi petani lokal, mengurangi ketergantungan impor energi, dan mendukung target transisi energi bersih.

Dengan kombinasi tebu, singkong, jagung, padi, dan sawit, Indonesia sebenarnya punya “lima senjata” untuk memperkuat ketahanan energi. Tinggal bagaimana kebijakan dan industri bisa mengolah potensi ini menjadi nyata di jalan raya.

Baca Juga: Pemerintah Guyur Insentif 'Pemanis' Buat Investor Bioetanol

Load More