-
Kasus dugaan pemalsuan riset ilmuwan Indonesia di Denmark viral di media sosial.
-
Tiga periset dituduh memalsukan data menggunakan AI demi meraih bantuan dana.
-
Rifaldy Fajar mengklarifikasi situasi tim dan menyayangkan aksi peretasan oleh netizen.
Suara.com - Skandal orang Indonesia yang diduga memalsukan riset di konferensi ilmiah internasional viral menjadi perbincangan. Tak sedikit publik yang mencari siapa orang Indonesia yang diduga palsukan riset di Denmark.
Dugaan riset palsu viral setelah Ida Bagus Mandhara Brasika @mandharabrasika mengunggah beberapa postingan di Thread.
Identitas orang Indonesia yang tertuduh adalah Prihatini (Titin), Rifaldy Fajar, dan Rini Winarti.
Salah seorang anggota tim yang diduga memalsukan riset baru-baru ini buka suara ke publik.
Ia menilai bahwa netizen terlanjur menyerang mereka tanpa membuka kesempatan untuk memberikan penjelasan lengkap.
Akun LinkedIn yang dapat ditelusuri sejauh ini adalah milik Prihatini dan Rifaldy Fajar.
Rifaldy merupakan lulusan Program Studi Matematika Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) angkatan 2014.
Ia tercatat pernah meraih predikat Mahasiswa Berprestasi Utama UNY pada 2017.
Karya tulis ilmiahnya yang mengangkat model matematika penyebaran HIV-AIDS dari ibu ke anak menghantarkannya sebagai Mahasiswa Berprestasi FMIPA UNY 2016.
Baca Juga: Kisah Pilu Bocah Yatim Usia 7 Tahun Ditinggal Ibu: Hidup Sendiri Jualan Daun Pisang
Ia bahkan pernah menjadi salah satu delegasi pada simulasi sidang PBB di Nanyang Technological University, Singapura.
Prihatini (Titin) sendiri disebut sebagai lulusan Sarjana Matematika UNY yang menempuh pendidikan 2015-2019.
Ia melanjutkan studi Magister Matematika di Institut Teknologi Bandung (ITB).
Titin bahkan pernah meraih Juara 1 Pertamina National Science Olympiad semasa masih menjadi mahasiswa UNY.
Klarifikasi Rifaldy
Melalui akun media sosial, Rifaldy buka suara serta berniat meluruskan tuduhan.
Berita Terkait
-
Skandal Riset Palsu di Denmark, Peneliti Indonesia Diduga Tipu Ilmuwan Dunia Demi 'Grant'
-
Viral Orang Indonesia Diduga Palsukan Riset di Konferensi Internasional, Tuai Hujatan
-
Mas Bahlil Ganteng itu Siapa? Viral Lagu MBG di TikTok
-
Riset ITB Ungkap Dampak Konektivitas Digital ke Pertumbuhan Ekonomi dan UMKM
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Gibran Bukan Panglima! Pakar UGM: Keamanan Papua Tetap Tanggung Jawab TNI dan Polri
- JK Jadi Tersangka Korupsi Ekspor Logam Tanah Jarang, Langsung Ditahan Kejagung
Pilihan
-
Ironi Hukum: Menuju Indonesia Emas, Ternyata Emasnya Ada di Rumah Febrie!
-
Bikin Melongo! Polri Pamerkan 74 Kg Emas hingga Ratusan Miliar Hasil Sitaan Kasus Jampidsus
-
Jampidsus Febrie Adriansyah: Saya Tidak Mundur! Masih Terima Perintah Usut Kasus Korupsi
-
BREAKING NEWS: Penyidik Geledah Ruko di Cipete terkait 3 Perkara Korupsi
-
BREAKING NEWS! KPK Dikabarkan OTT Bupati Sukoharjo dan Sejumlah Orang
Terkini
-
Rincian Update Game Ragnarok Origin Classic, Ada Job hingga Server Baru
-
Jelang Galaxy Unpacked, Samsung Beberkan Masa Depan AI yang Lebih Personal dan Aman
-
Indonesia Siapkan Strategi Geopolitik Digital, Chip dan Mineral Kritis Jadi Andalan
-
Shopee - Meta, Kreator Instagram Kini Bisa Dapat Komisi dari Reels dan Feed Lewat Program Afiliasi
-
Dulunya Hutan Tropis Kini Benua Es, Bagaimana Antartika Terbentuk?
-
6 Fitur Wajib HP Kelas Menengah untuk Gaming, Lancar Tanpa Lag
-
Quantum Accelerator Pertama di Singapura Resmi Diluncurkan, Startup Indonesia Masuk Daftar
-
8 HP Murah dengan Kamera Terbaik untuk Fotografi Ringan 2026, Hasil Jernih
-
Spill Rahasia Konten Estetik Tanpa Ribet, Cukup Pakai OPPO Reno16 Series
-
Perbandingan Spesifikasi Infinix Hot 70 vs Tecno Spark 50, Duel HP Murahh Baterai Jumbo