-
Kasus dugaan pemalsuan riset ilmuwan Indonesia di Denmark viral di media sosial.
-
Tiga periset dituduh memalsukan data menggunakan AI demi meraih bantuan dana.
-
Rifaldy Fajar mengklarifikasi situasi tim dan menyayangkan aksi peretasan oleh netizen.
Meski begitu, ia menilai netizen bertindak keterlaluan dan tidak bijak menghadapi persoalan.
"Saya Rifaldy, yang mewakili teman-teman tim yang saat ini sedang berkaitan dengan informasi yang tengah viral. Saya sebenarnya berniat untuk meluruskan dan memberikan klarifikasi terkait semua ini setelah adanya rangkaian story dari akun sebelah. Namun sebelum kami sempat memberikan penjelasan, kembali muncul tindakan lanjutan yang justru semakin memperburuk keadaan dan sangat memengaruhi mental kami. Situasi ini juga sudah membawa arus netizen yang menurut saya tidak lagi bijak dalam menyikapi permasalahan," tulis Rifaldy.
Ia bahkan menceritakan bila akun milik Prihatini diretas sehingga anggota tim tertekan secara mental.
"Bahkan, semua akun-akun media sosial milik teman kami, Prihantini, sampai diretas oleh netizen sehingga saat ini sudah tidak dapat digunakan sama sekali. Kami juga tidak mengetahui apabila nantinya akun tersebut disalahgunakan oleh pihak tertentu. Kondisi ini tentu membuat kami sangat terpukul dan tertekan secara mental. Kami menyayangkan karena hingga saat ini belum ada upaya tabayyun atau klarifikasi langsung kepada kami sebelum semuanya disebarkan secara luas ke publik. Kami mohon kepada semua pihak untuk dapat menyikapi persoalan ini dengan lebih bijak, tidak melakukan serangan personal, dan tidak menggiring kebencian yang dapat merugikan pihak lain secara mental maupun privasi," pungkas Rifaldy.
Kasus Dugaan Pemalsuan Riset
Sebuah skandal dugaan pemalsuan riset terorganisir oleh oknum peneliti Indonesia pada konferensi internasional ISPPD 2026 di Kopenhagen, Denmark, mendadak viral di media sosial.
Kehebohan ini bermula dari unggahan Ida Bagus Mandhara Brasika di Threads yang kemudian disebarluaskan oleh akun X @ardisatriawan hingga menuai hujatan publik.
Tiga periset yang dituduh dalam aksi yang dinilai mencoreng Indonesia adalah Prihatini, Rifaldy Fajar, dan Rini Winarti.
Aksi manipulasi yang dilakukan tergolong sangat berani dan tidak biasa.
Baca Juga: Kisah Pilu Bocah Yatim Usia 7 Tahun Ditinggal Ibu: Hidup Sendiri Jualan Daun Pisang
Modus pelaku selama presentasi berlangsung adalah memalsukan identitas dengan cara berganti-ganti nama, jilbab, dan nametag agar terlihat sebagai orang yang berbeda di hadapan ribuan ilmuwan dunia.
Kecurigaan pun semakin menguat ketika materi penelitian mereka dibedah dan ditemukan banyak kejanggalan pada data yang dipresentasikan.
Data riset global yang mencakup berbagai wilayah dari Peruvian Andes hingga Ethiopia tersebut diduga merupakan hasil fabrikasi total yang dibuat menggunakan kecerdasan buatan (AI).
Selain tidak melibatkan kolaborator lokal maupun izin etik yang jelas, lembaga yang mereka catut seperti AI-BioMedicine Research Group terdeteksi sebagai institusi fiktif.
Motif di balik aksi nekat ini diduga kuat demi mendapatkan Travel Grant, yaitu bantuan biaya perjalanan ke luar negeri dari pihak penyelenggara konferensi.
Utas viral serta pernyataan kejanggalan data riset bisa dilihat melalui LINK INI.
Berita Terkait
-
Skandal Riset Palsu di Denmark, Peneliti Indonesia Diduga Tipu Ilmuwan Dunia Demi 'Grant'
-
Viral Orang Indonesia Diduga Palsukan Riset di Konferensi Internasional, Tuai Hujatan
-
Mas Bahlil Ganteng itu Siapa? Viral Lagu MBG di TikTok
-
Riset ITB Ungkap Dampak Konektivitas Digital ke Pertumbuhan Ekonomi dan UMKM
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Gibran Bukan Panglima! Pakar UGM: Keamanan Papua Tetap Tanggung Jawab TNI dan Polri
- JK Jadi Tersangka Korupsi Ekspor Logam Tanah Jarang, Langsung Ditahan Kejagung
Pilihan
-
Ironi Hukum: Menuju Indonesia Emas, Ternyata Emasnya Ada di Rumah Febrie!
-
Bikin Melongo! Polri Pamerkan 74 Kg Emas hingga Ratusan Miliar Hasil Sitaan Kasus Jampidsus
-
Jampidsus Febrie Adriansyah: Saya Tidak Mundur! Masih Terima Perintah Usut Kasus Korupsi
-
BREAKING NEWS: Penyidik Geledah Ruko di Cipete terkait 3 Perkara Korupsi
-
BREAKING NEWS! KPK Dikabarkan OTT Bupati Sukoharjo dan Sejumlah Orang
Terkini
-
Rincian Update Game Ragnarok Origin Classic, Ada Job hingga Server Baru
-
Jelang Galaxy Unpacked, Samsung Beberkan Masa Depan AI yang Lebih Personal dan Aman
-
Indonesia Siapkan Strategi Geopolitik Digital, Chip dan Mineral Kritis Jadi Andalan
-
Shopee - Meta, Kreator Instagram Kini Bisa Dapat Komisi dari Reels dan Feed Lewat Program Afiliasi
-
Dulunya Hutan Tropis Kini Benua Es, Bagaimana Antartika Terbentuk?
-
6 Fitur Wajib HP Kelas Menengah untuk Gaming, Lancar Tanpa Lag
-
Quantum Accelerator Pertama di Singapura Resmi Diluncurkan, Startup Indonesia Masuk Daftar
-
8 HP Murah dengan Kamera Terbaik untuk Fotografi Ringan 2026, Hasil Jernih
-
Spill Rahasia Konten Estetik Tanpa Ribet, Cukup Pakai OPPO Reno16 Series
-
Perbandingan Spesifikasi Infinix Hot 70 vs Tecno Spark 50, Duel HP Murahh Baterai Jumbo