Tekno / Tekno
Jum'at, 10 Juli 2026 | 15:27 WIB
Singapore Quantum Accelerator. [QAI Ventures]
Baca 10 detik
  • QAI Ventures meluncurkan Singapore Quantum Accelerator di Singapura untuk mempercepat komersialisasi startup teknologi kuantum menuju pasar Asia-Pasifik.
  • Empat startup terpilih dari berbagai negara, termasuk Regenesis Materials Indonesia, memperoleh investasi 300.000 dolar AS serta pendampingan bisnis.
  • Program yang berlangsung hingga Oktober 2026 ini menyediakan akses infrastruktur teknologi dan jaringan investor global bagi startup terpilih.

Suara.com - Di tengah perlombaan negara-negara besar membangun ekosistem komputasi masa depan, tantangan terbesar bukan lagi sekadar menghasilkan riset mutakhir, melainkan mengubah inovasi laboratorium menjadi bisnis yang mampu bersaing di pasar global.

Menjawab tantangan tersebut, QAI Ventures resmi meluncurkan Singapore Quantum Accelerator, program akselerator quantum pertama di Singapura yang ditujukan untuk mempercepat lahirnya startup deep-tech menuju pasar Asia-Pasifik (APAC).

Program yang didukung Enterprise Singapore ini menjadi tonggak penting dalam pengembangan industri quantum di kawasan.

Tidak hanya memberikan pendanaan awal, accelerator tersebut juga menghadirkan pendampingan bisnis, akses ke jaringan investor internasional, hingga fasilitas teknologi bagi startup yang berpotensi mengubah lanskap industri berbasis quantum.

Dari 63 pendaftar yang berasal dari 12 negara, hanya empat startup yang berhasil lolos ke kohort perdana. Salah satu yang menarik perhatian adalah Regenesis Materials, startup asal Bali, Indonesia, yang akan bergabung bersama Quantum Logic (Belanda), Qualia Therapeutics (Armenia), dan QPICs (Amerika Serikat).

Masing-masing startup akan memperoleh investasi awal sebesar 300.000 dolar AS melalui dana tahap awal (early-stage fund) milik QAI Ventures, sekaligus mengikuti program akselerasi intensif selama lima bulan yang berfokus pada validasi bisnis, pengembangan produk, hingga kesiapan memperoleh pendanaan lanjutan.

CEO QAI Ventures, Alexandra Beckstein, mengatakan Singapura kini telah memasuki fase baru dalam perjalanan teknologi quantum, yakni mengubah hasil penelitian menjadi peluang bisnis bernilai tinggi.

"Singapura melakukan taruhan awal dan sabar pada quantum, dan fondasi itu kini bertransformasi menjadi peluang komersial yang matang," ujar Alexandra Beckstein dalam keterangan resminya, Jumat (10/7/2026).

Ia menjelaskan, QAI Ventures hadir sebagai penghubung antara dunia riset dan industri agar inovasi quantum tidak berhenti di laboratorium, tetapi mampu berkembang menjadi perusahaan global.

Baca Juga: JBL Quantum Resmi Hadir di Indonesia, Headset Gaming Terbaru untuk Gamer Kasual hingga Esports

"Kami menjembatani laboratorium dan pasar. Kami mengenal para pelaku industri, memahami kebutuhan mereka, dan tahu cara mengubahnya menjadi traksi komersial nyata bagi startup kami. Kohort ini menghadirkan beberapa startup paling maju secara teknis di dunia, dan tugas kami adalah membantu mereka membangun bisnis yang dapat bersaing secara global dari Singapura," lanjutnya.

Singapura Percepat Ambisi Menjadi Pusat Quantum Asia

Peluncuran Singapore Quantum Accelerator juga memperkuat ambisi Singapura menjadi salah satu pusat teknologi quantum terbesar di Asia.

Negara tersebut telah mengembangkan riset quantum selama hampir dua dekade sejak mendirikan Centre for Quantum Technologies (CQT) di National University of Singapore (NUS) pada 2007.

Pemerintah Singapura juga mengalokasikan 37 miliar dolar Singapura melalui program Research, Innovation and Enterprise (RIE) 2030 untuk mempercepat inovasi di berbagai sektor teknologi strategis, termasuk quantum computing.

Momentum tersebut semakin diperkuat ketika salah satu perusahaan quantum computing terbesar dunia memilih Singapura sebagai lokasi pertama di Asia untuk mengoperasikan komputer quantum generasi terbarunya.

Load More