- QAI Ventures meluncurkan Singapore Quantum Accelerator di Singapura untuk mempercepat komersialisasi startup teknologi kuantum menuju pasar Asia-Pasifik.
- Empat startup terpilih dari berbagai negara, termasuk Regenesis Materials Indonesia, memperoleh investasi 300.000 dolar AS serta pendampingan bisnis.
- Program yang berlangsung hingga Oktober 2026 ini menyediakan akses infrastruktur teknologi dan jaringan investor global bagi startup terpilih.
Executive Director Startup Ecosystem Enterprise Singapore, Sophia Ng, menilai kehadiran accelerator ini menjadi fondasi penting bagi lahirnya perusahaan quantum kelas dunia dari Singapura.
"Singapura telah membangun fondasi kuat dalam sains quantum dan inovasi deep-tech. Fase berikutnya adalah membangun perusahaan quantum yang kompetitif secara global dan berkelas dunia," ujar Sophia Ng.
Ia menambahkan bahwa kolaborasi bersama QAI Ventures akan mempercepat ekspansi startup internasional ke Asia sekaligus membuka akses pendanaan dan jaringan bisnis bagi para pendiri startup.
"Program ini menciptakan landasan peluncuran bagi startup quantum internasional yang memasuki kawasan, sekaligus memberi founder lokal jaringan, modal, dan dukungan komersial untuk scale dari Singapura ke Asia dan beyond," katanya.
Startup Terpilih Dapat Akses Teknologi hingga Investor Global
Berlangsung mulai Juli hingga Oktober 2026, accelerator ini dikemas dalam empat sesi Masterclass Week, yang diselingi dengan pendampingan bisnis secara intensif setiap pekan.
Selain memperoleh pendanaan, startup peserta juga akan mendapatkan berbagai fasilitas strategis, mulai dari mentoring bersama pakar industri, akses ke jaringan investor global, hingga penggunaan infrastruktur teknologi quantum seperti IonQ, QuEra, dan Fujitsu untuk kebutuhan pengembangan produk dan simulasi.
Program ini akan ditutup melalui Investor Day dan Demo Day, di mana para startup akan mempresentasikan inovasi mereka di hadapan investor, korporasi, serta mitra strategis internasional.
Startup Indonesia Ikut Bersaing di Industri Quantum Global
Baca Juga: JBL Quantum Resmi Hadir di Indonesia, Headset Gaming Terbaru untuk Gamer Kasual hingga Esports
Terpilihnya Regenesis Materials dari Bali menjadi sinyal positif bahwa startup Indonesia mulai mendapat pengakuan dalam ekosistem teknologi deep-tech internasional.
Kehadiran startup asal Indonesia di antara perusahaan-perusahaan inovatif dari Eropa dan Amerika Serikat menunjukkan bahwa talenta nasional memiliki peluang untuk mengambil peran dalam pengembangan teknologi masa depan yang diproyeksikan menjadi salah satu industri paling strategis dalam beberapa dekade mendatang.
Berita Terkait
-
Era Digital Banjiri Keinginan, Pengamat Ingatkan Pentingnya Mengelola Hasrat
-
Startup Singapura Luncurkan Platform AI untuk UMKM Indonesia, Bantu Brand Kuasai Pencarian Google
-
Unreal Engine 6 Pamer Fitur, Hadirkan Integrasi AI Gemini dan Claude
-
Smart TV 100 Inci hingga AC Pintar Haier Jadi Sorotan di Ajang Ini
-
Tips Memanfaatkan Modena Pay, Belanja Teknologi Rumah Lebih Hemat
Terpopuler
- Duduk Perkara Gibran Tipu Malaysia, Anwar Ibrahim Buka Suara Parlemen Bakal Usut
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Siapa Chika Yenalovy? Istri Kasespri Prabowo yang Jejak Digitalnya Misterius
- 5 Sepatu Lari yang Nyaman untuk Jalan Jauh, Sol Empuk Bisa Buat Traveling
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
Pilihan
-
Tokyo Diguncang Gempa 5,9 M: 37 Orang Terluka, Transportasi Terganggu
-
Jet Tempur Sukhoi TNI AU Tergelincir Nyaris Hantam Jalan Raya di Maros
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
Terkini
-
10 Sifat dan Karakter Wanita Cancer, Kenali Sisi Lembut hingga Keras Kepalanya
-
25 Link Twibbon Maulid Nabi 2026 Gratis, Bisa untuk Status WA dan Foto Profil
-
BEM Persatuan se-DKI Ajak AMPB Jaga Ruang Demokrasi Jelang Aksi di DPR
-
Situasi Terbaru Bukit Serelo Lahat Terbakar, Karhutla Diperkirakan Capai 350 Hektar
-
Program KPR Renovasi BRI, Ketentuan Suku Bunga Ringan dan Tenor Panjang
-
Dari Kebab ke QRIS, Cerita Farhan Kebab Tumbuh Bersama Bank Sumsel Babel
-
Amnesty International Soroti Kemunduran Demokrasi: Banyak Partai, tapi Suaranya Satu
-
Panas Bumi Jadi Andalan Transisi Energi, Pemerintah Dorong Pemanfaatannya Lebih Cepat
-
Katarak Kongenital pada Anak dan Pentingnya Deteksi Sejak Dini
-
Semarak Turnamen Bulu Tangkis di Mall Solo, 219 Peserta Ikut Bertanding