- Laporan Google per 15 Juli 2026 menunjukkan adopsi aplikasi Gemini melonjak signifikan di kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia.
- Pengguna di Asia Tenggara lebih memilih berinteraksi menggunakan bahasa lokal melalui perangkat seluler untuk kebutuhan produktivitas sehari-hari.
- Indonesia menjadi pemimpin regional dalam pemanfaatan teknologi multimodal dengan jutaan kreasi visual berbasis AI setiap harinya.
Suara.com - Faktor yang semakin menentukan adalah seberapa baik kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) memahami bahasa lokal, mampu berinteraksi secara multimodal, serta benar-benar menyatu dengan aktivitas sehari-hari pengguna.
Di Asia Tenggara, perubahan tersebut mulai terlihat jelas, dengan Indonesia menjadi salah satu motor utama transformasi penggunaan AI berbasis generatif.
Google mengungkapkan jumlah pengguna aktif aplikasi Gemini di Asia Tenggara melonjak lebih dari dua kali lipat dalam setahun terakhir.
Temuan tersebut dipublikasikan dalam laporan perdana Gemini Report: Southeast Asia 2026, yang menunjukkan bahwa kawasan Asia Tenggara menjadi salah satu wilayah dengan adopsi Gemini tercepat dibandingkan layanan Google lainnya.
Secara global, aplikasi Gemini kini digunakan oleh sekitar 900 juta pengguna aktif bulanan, sementara di Asia Tenggara, Gemini telah menjadi asisten AI yang paling banyak dicari di Indonesia, Thailand, dan Vietnam.
Pertumbuhan tersebut didorong oleh populasi muda yang sangat akrab dengan teknologi digital serta peningkatan kemampuan Gemini dalam memahami berbagai bahasa lokal.
Vice President for Southeast Asia and South Asia Frontier Google, Sapna Chadha, mengatakan keberhasilan Gemini di kawasan ini bukan hanya karena perkembangan teknologi AI, tetapi karena kemampuannya beradaptasi dengan kebiasaan masyarakat setempat.
Menurutnya, yang membuat kawasan ini begitu luar biasa adalah betapa alaminya teknologi ini terjalin ke dalam kehidupan sehari-hari.
"Masyarakat tidak hanya beradaptasi dengan Gemini, mereka menggunakannya dengan cara mereka sendiri, dalam modalitas yang mereka sukai, dalam bahasa yang mereka gunakan, dan dalam konteks yang unik bagi kehidupan mereka," ujar Sapna Chadha dalam keterangan resminya, Rabu (15/7/2026).
Baca Juga: Gemini Catat Pertumbuhan Tercepat di Asia Tenggara, AI Kini Makin Fasih Memahami Bahasa Indonesia
Ia menambahkan bahwa AI kini telah berevolusi dari sekadar teknologi eksperimental menjadi bagian penting dari produktivitas masyarakat.
"Wawasan dalam laporan ini menunjukkan bahwa Gemini bukan lagi alat untuk masa depan, melainkan pendamping tak terpisahkan yang telah membentuk cara kita bekerja, belajar, dan hidup saat ini," jelasnya.
Bahasa Lokal Jadi Keunggulan Kompetitif AI
Salah satu temuan paling menarik dalam laporan tersebut adalah dominasi penggunaan bahasa lokal. Hampir 70 persen interaksi pengguna dengan Gemini di Asia Tenggara dilakukan menggunakan bahasa asli masing-masing negara.
Vietnam mencatat penggunaan bahasa lokal tertinggi sebesar 89 persen, disusul Thailand 87 persen, dan Indonesia 84 persen.
Kemampuan tersebut bukan tanpa dasar. Berdasarkan evaluasi Southeast Asia Holistic Evaluation of Language Models (SEA-HELM) yang dikembangkan AI Singapore, Gemini dinilai sebagai large language model (LLM) dengan performa terbaik untuk bahasa-bahasa Asia Tenggara, memperlihatkan bagaimana pengembangan AI kini semakin berorientasi pada kebutuhan linguistik kawasan, bukan hanya bahasa Inggris.
Berita Terkait
-
5 Fitur AI Galaxy A Series yang Memudahkan Aktivitas Harian
-
Rahasia Sukses Transformasi AI di Perusahaan, Bukan Dimulai dari Teknologinya
-
Xiaomi Siapkan Kejutan di IFA 2026, Investasi AI Rp151 Triliun Perkuat Ekspansi ke Eropa
-
Indosat Tancap Gas Bangun AI Indonesia, Vikram Sinha Lanjut Pimpin Transformasi hingga 2031
-
Ramadan 2026 Makin Canggih: Gemini AI Bantu Atur Puasa, Olahraga, hingga UMKM
Terpopuler
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 14 Juli 2026, Banyak Teka-teki Akhirnya Terjawab
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Potensi Menang Praperadilan: Siasat Redam Konflik Polri-Kejagung
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
Status Tersangka Tak Gugur! Kejagung Terbitkan 3 Sprindik Baru Usut Skandal Korupsi Febrie
-
Sleeping with the Enemy: Chemistry Panas Cinta Laura dan Randy Martin, Tayang di WeTV
-
Kasus Kiai Ashari di Persimpangan, Kendala Bukti Hambat Pengusutan Dugaan Pencabulan 50 Santri
-
Kasus Febrie Adriansyah Masuk Babak Baru, Kejagung Terbitkan 3 Sprindik Penyidikan
-
Dilema Social Battery Low: Baru Nongkrong Kok Udah Pengen Pulang?
-
Appi Batal Maju, Sinyal Hengkang dari Partai Golkar?
-
Tom Cruise hingga Robbie Williams Tampil di Penutupan Piala Dunia 2026
-
Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia Rela Turun Kasta demi Gabung Semen Padang
-
Eks Jampidsus Tersangka, Penasihat Khusus Presiden Bicara soal Komitmen Prabowo Berantas Korupsi
-
Resmi! Semua Member NCT 127 Perpanjang Kontrak dengan SM Entertainment