/
Selasa, 11 Oktober 2022 | 07:44 WIB
Kolase foto Putri Candrawathi istri Ferdy Sambo bersama mendiang Brigadir J. Dalam waktu dekat pihak PN Jaksel akan segera memberi penugasan pada hakim untuk menjadi hakim dalam kasus pembunuhan. (dok polri/pixabay/Victoria_rt)

SuaraBangung.id - Kasus dugaan pembunuhan berenca terhadap Brigadir J akan segera disidangkan dalam waktu dekat ini.

Kabar terbaru adalah pihak Kejaksaan telah melimpahkan berkas dan barang bukti dalam kasus tersebut ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (Jaksel).

Dalam waktu dekat pihak PN Jaksel akan segera memberi penugasan pada hakim untuk menjadi hakim dalam kasus dugaan pembunuhan berencana yang diduga didalangi Ferdy Sambo.

Sebelum dilimpahkan dari Mabes Polri ke Kejaksaan Agung, Ferdy Sambo masih bersikeras jika semua terjadi gara-gara ada laporan Brigadir J diduga melecehkan sang istri, Putri Candrawathi.

Lantas seperti apa prosesi persidangan nanti? Akankah keadilan akan tegak sebagaimana yang diharapkan?

Berikut adalah sejumlah kesaksian yang diberikan para tersangka dan saksi mata dari Susi asisten rumah tangga Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi.

Pakaian acak-acakan

Kolase foto dua tersangka pembunuhan Ferdy Sambo bersama istri, Putri Candrawathi, dan korban Brigadir J. (sumber: dok polri/pixbay/0fjd125gk87)

SUSI sebagai Asisten Rumah Tangga (ART), dikenal sangat dekat dengan Putri Candrawathi.

Ternyata dalam kesaksiannya, Susi mengatakan dirinya mendengar semuanya, termasuk saat Putri Candrawathi menangis.

Baca Juga: Korban Tragedi Kanjuruhan, Polri Klaim Penyebabnya Bukan Karena Gas Air Mata! Berikut Penjelasannya

Di sana Susi juga melihat Kuat Ma'ruf masuk ke kamar untuk menghampiri istri Ferdy Sambo yang disebut sudah dalam keadaan pakaian acak-acakkan..

Anggota Komisi III DPR Sarifuddin Sudding kepada Kapolri Listyo Sigit Prabowo saat rapat dengar pendapat pada 24 Agustus 2022 menanyakan terkait hal tersebut.

Dikutip dari channel YouTube DPR RI, Sarifuddin Sudding juga menanyakan soal rangkaian peristiwa di Magelang.

Hal itu kata dia, menjadi pemicu kemarahan Ferdy Sambo, sehingga tega membunuh ajudannya Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J.

Susi bersama Kuat, mendengar tangisan Putri Candrawathi dari dalam kamar. 

Setelah itu mereka berdua kemudian menyarankan agar Putri bercerita ke Ferdy Sambo.

Load More