/
Sabtu, 03 Desember 2022 | 14:57 WIB
Anies Baswedan saat bertemu masyarakat, belum lama ini. (bandung.suara.com)

SuaraBandung.id - Anies Baswedan saat ini tengah gencar keliling Indonesia sebagai langkah untuk memuluskan langkahnya dalam pencapresan.

Akan tetapi diakui atau tidak, jika Anies Baswedan terus dijegal oleh pihak tertentu dengan berbagai cara dan upaya.

Termasuk di dalamnya adalah memframing jika massa Anies Baswedan hanya seputaran masjid, tidak lebih.

Berbeda dengan halnya dengan orang-orang yang ada dalam satu barisan dengan Ganjar Pranowo, yang digambarkan seolah-olah memiliki massa se-Indonesia.

Rupanya framing tersebut sangat terbaca, Anies Baswedan justru sangat diterima di banyak kalangan, bukan hanya jamaah masjid.

Mantan dosen Universitas Indonesia (UI), Rocky Gerung menyatakan fenomena tersebut merupakan gambaran jika masih ada yang melakukan politik identitas yang diarahkan kepada Anies Baswedan.

Termasuk di dalamnya bagaimana buzzer menggoreng ketidakhadiran Anies Baswedan di acara reuni 212.

Padahal kata Rocky Gerung,ketidakhadiran Anies Baswedan dalam reuni 212 yang berlangsung di Masjid Attin merupakan langkah cerdik panitia 212 untuk tidak menjebak Anies Baswedan.

Di waktu yang bersamaan, Anies Baswedan diketahui sedang melakukan kunjungan ke Banda Aceh.

Baca Juga: Australia Tidak Takut Lionel Messi, Siapkan Strategi Khusus untuk Bungkam Argentina

Di sana Anies Baswedan melakukan ibadah salat Jumat di Masjid Raya Baiturrahman Aceh.

Melihat kondisi tersebut, Rocky Gerung sangat jelas melihat jika ada keterhubungan antara Masjid At Tin dan Masjid Baiturrahman.

Tegas Rocky Gerung di dua lokasi yang terpisah jarak itu justru ada dua kualitas yang menghendaki perubahan.

"Tapi justru itu yang sedang dijebakkan pada Anies supaya Anies hanya diingat sebagai orang yang massanya hanya di sekitar masjid," kata Rocky Gerung. 

"Tetapi orang lupa bahwa pintu masuk Islam adalah pintu masuk strategis untuk mempersoalkan ketidakadilan," kata Rocky Gerung.

Rocky Gerung lebih menilai jika Anies Baswedan justru secara kultural sangat dekat dengan Islam politik. 

Load More