SUARA BANDUNG - Sidang kasus penganiayaan David Ozora membuat Agnes Gracia alias AG mendapat hukuman 3 tahun 6 bulan penjara.
Sebagai salah satu pelaku yang menghasut Mario Dandy untuk menganiaya David, banyak pihak menilai bahwa seharusnya hukuman untuk AG bisa lebih lama lagi.
Namun, KPAI sebagai komisi perlindungan anak justru menunjukkan pembelaan kepada AG alih-alih David sebagai korban.
Hal ini membuat Jonathan Latumahina, ayah David meminta lembaga yang dikenal dengan sosok Kak Seto itu untuk ganti nama saja menjadi Komisi Perlindungan Agnes.
Dilansir dari akun Twitter pribadinya pada (18/4/2023), Jonathan mengomentari berita bahwa KPAI malah ingin menyelidiki hakim pada sidang AG.
Aksi mereka dinilai kontradiktif dan tidak pantas, sebab AG yang berstatus sebagai tersangka mendapat perlindungan maksimal sementara David yang berstatus anak korban malah tidak mendapat pembelaan sama sekali.
"Ganti aja namanya jadi Komisi Perlindungan Agnes" cuit Jonathan.
Tak hanya ayah David, netizen pun menilai bahwa seharusnya AG tidak dilindungi secara berlebihan oleh KPAI karena terbukti bersalah.
"Undang2 buat anak2 di bawah umur hrsnya di ganti deh. Soalnya ank2 di bawah umur ngelakuin hal2 yg diatas 17thn" komentar seorang netizen.
"setuju banget sih ini. mereka bisa bebas ngelakuin hal2 kriminal atau kejahatan 17+ tapi hukumannya sebagai anak di bawah umur wkwk" komentar seorang netizen.
(*)
Sumber: Twitter
Berita Terkait
Terpopuler
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- Anggota DPR Habiburokhman sampai Turun Tangan Komentari Kasus Erin Taulany vs eks ART
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- 8 Sepatu Skechers yang Diskon di MAPCLUB, Bisa Hemat hingga Rp700 Ribu
Pilihan
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
Terkini
-
Gubernur Rudy Mas'ud Tegaskan Tak Ada Pemberhentian PPPK di Kaltim
-
Menteri PPPA Dorong Polisi Kejar Bukti Digital Kasus Eksploitasi Anak oleh WNA Jepang di Blok M
-
Review Serial My Royal Nemesis: Suguhkan Intrik Selir dengan Twist Modern
-
Sinopsis Premium Rush: Aksi Kurir Sepeda Hindari Polisi Korup, Tayang di Bioskop Trans TV
-
Pramono Anung: Ring Tinju Redam Geng Jalanan Jakarta Timur, Saya Bangun Lagi di Kampung Melayu
-
Borneo FC Gagal Menang di Markas Persijap, Fabio Lefundes: Peluang Juara Belum Berakhir
-
PHK Meningkat Tajam, Klaim Kehilangan Kerja di BPJS Tenaga Kerja Melonjak 91 Persen
-
Idgitaf dan Hindia Rilis Masih Ada Cahaya, Bawa Pesan untuk Tetap Melangkah
-
Performa Kian Gacor, Dean Zandbergen Disetarakan dengan Cristian Gonzales?
-
Eks Kasat Narkoba Kutai Barat AKP Deky Dibekuk Bareskrim, Diduga Jadi Beking Bandar Sabu!