SUARA BANDUNG - Novel Baswedan merupakan mantan polisi yang pernah menjadi penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), ia dalam podcastnya bersama Bambang Widjojanto menyinggung soal kasus e-KTP yang di dalamnya ada nama Ganjar Pranowo sebagai orang yang diselidiki.
Ganjar Pranowo hari ini menjabat sebagai Gubernur Jawa Tengah sekaligus calon Presiden 2024 mendatang, ia dikuliti oleh Novel Baswedan terkait kasus korupsi e-KTP.
Novel Baswedan menyinggung kasus e-KTP yang di dalamnya ada nama Ganjar Pranowo, melainkan dengan dasar bukti yang didapatnya.
Karena menurut Novel Baswedan, pada saat itu Ganjar Pranowo tidak dilanjutkan kasus korupsi e-KTP tersebut.
"Saya pernah bilang, bahwa saat itu pak Ganjar ini tidak ditangani atau tidak dilanjutkan perkaranya," ucap Novel Baswedan.
Lantas mengapa Novel Baswedan tidak melanjutkan kasus e-KTP yang di dalamnya ada nama Ganjar Pranowo?
Menurut Novel Baswedan, kasus korupsi e-KTP yang di dalamnya ada nama Ganjar Pranowo itu tidak dilanjutkan karena menurutnya pada waktu itu tidak cukup bukti.
Tetapi, menurut Novel Baswedan belum cukup bukti itu bukan berarti tidak ada bukti terkait kasus korupsi e-KTP yang ada nama Ganjar Pranowo di dalamnya.
"Memang waktu itu belum cukup bukti, bukan belum ada," ucap Novel Baswedan dikutip, Rabu (24/5/2023).
Baca Juga: Raih Penghargaan Kemenkes, Bio Farma Group Komitmen Dukung Kemandirian Farmasi Nasional
Sontak Bambang Widjojanto, menanggapi statment Novel Baswedan tersebut dengan mengatakan bukan belum cukup bukti tetapi banyak pemain akrobatnya.
"Belum cukup bukti itu pemain akrobatnya banyak," ucap Bambang Widjojanto sambil tertawa dengan Novel Baswedan. (*)
Sumber: Youtube Novel Baswedan
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Pilihan HP RAM 16 GB Paling Murah, Penyimpanan Besar dan Performa Kencang
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Prabowo Bakal Copot Lagi Pejabat 'Telur Busuk', Hashim Djojohadikusumo: Semua Opsi di Atas Meja
- 35 Link Poster Ramadhan 2026 Simpel dan Menarik, Gratis Download!
- Kronologi Penembakan Pesawat Smart Air di Papua: Pilot dan Kopilot Gugur Usai Mendarat
Pilihan
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
-
Geger Taqy Malik Dituding Mark-up Harga Wakaf Alquran, Keuntungan Capai Miliaran
Terkini
-
Tren Warna 2026 yang Bikin Hunian Lebih Fresh
-
Kepala BGN: Program MBG Diakui Jadi Program yang Bermanfaat
-
Dari Santan hingga Nata de Coco, Produk Turunan Kelapa Kian Digemari Dapur Indonesia
-
Ratusan Mitra Toko Bangunan Dibekali Pemahaman Coretax Lewat Bintang Rucika 2026
-
Survei: 77% Orang Indonesia Perkirakan Tetap Bekerja Saat Pensiun
-
Respons Keluhan Warga, Kemensos Libatkan YLKI Awasi Penonaktifan BPJS PBI
-
Brutal! Polisi Tembakan Gas Air Mata dan Peluru Karet Saat Pecah Rusuh Suporter
-
Salurkan Wakaf Alquran di Tanah Suci, Taqy Malik Diingatkan Teman Berisiko Dipenjara
-
Gol Sesko Bikin MU Terhindar dari Kekalahan, Senne Lammens Angkat Topi
-
Grand Vitara sama Jimny Mahal Mana? Intip Daftar Harga Mobil Suzuki Februari 2026