SUARA BANDUNG - Tak hanya manajer Timnas, Sumardji dan Ketum PSSI Erick Thohir, Coach Indra Sjafri juga buka suara terkait polemik dengan pelatih klub Liga 1.
Indra Sjafri menyebut jika PSSI paham betul dengan posisi Piala AFF yang tidak masuk agenda FIFA, namun ia tetap bersikukuh tak sepakat keputusan pelatih klub Liga 1 yang enggan melapas pemain untuk timnas. Seperti halnya Erick Thohir.
Bagi Indra Sjafri, Erick Thohir dan beberapa pihak lain PSSI, keberadaan klub di Indonesia seperti Liga1, dibentuk dengan tujuan untuk memperkuat Tim Nasional.
Coach Indra Sjafri menyebut jika para pelatih klub Liga 1 seharusnya bisa belajar dari China yang bisa dengan lancar memberikan pemain, ketika dibutuhkan oleh timnas.
"Sekelas pelatih, kami nggak perlu sebut nama. Minta 30-35 pemain kepada owner klub. Masa sih nggak ada plan A, plan B. Kami hanya butuh dua minggu turnamen AFF. Masa China bisa support itu, itu yang Pak Ketum sesalkan, gitu," kata Indra Sjafri, dikutip dari kanal YouTube Sport News, Sabtu (19/8/2023).
Perlu diketahui sebelumnya, polemik tak dilepasnya pemain Persija dan PSM Makassar untuk perkuat Timnas U-23 di Piala AFF, menjadi bahasan hangat.
Pasalnya, gara-gara hal itu, Sumardji hingga Erick Thohir murka dengan keputusan Thomas Doll maupun Bernando Tavares.
Mereka menilai, para pelatih klub yang bersangkutan tidak menghargai Timnas Indonesia, meski Piala AFF tidak masuk agenda FIFA.(*)
Baca Juga: PSSI Berikan Target Tinggi untuk Bima Sakti, Erick Thohir: Timnas U-17 Bukan Level Asia
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
FIFA Buka Voting Tim Terbaik Piala Dunia 2026: Argentina Sumbang 5 Pemain, Spanyol?
-
Dari Pameran Kudatuli, Megawati Titip Pesan untuk Generasi Muda Indonesia
-
Kasus Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya, Polisi Telusuri Perjalanan hingga Kuala Lumpur
-
Bukan Sekedar Catatan Masa Lalu, Peristiwa Kudatuli Merupakan Simbol Perjuangan Lawan Ketidakadilan
-
Usut Aliran Rp 91 Miliar Suap Bea Cukai, KPK Tetapkan Tersangka Baru
-
Korupsi Disebut Kejahatan HAM, Mengapa Hak Korban Belum Jadi Perhatian?
-
Aksesori Estetik Makin Digemari, Ini Tempat Belanja Lengkap Incaran Reseller hingga Jastiper
-
Salah Setting Aplikasi Navigasi, Pemotor RX-King Nekat Masuk Tol Jagorawi
-
Anggaran Jasa Belanja Tenaga Ahli Banten Tembus Rp55,47 Miliar, Kepala BPKAD Mengaku Kaget
-
Jembatan di Serang Mulai Dibangun Andra Soni Usai 25 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan