SuaraBandungBarat.id - Dari empat terdakwa di luar Ferdy Sambo, nama Kuat Maruf jadi sorotan.
Sejak namanya disebut, keberadaan Kuat Maruf sudah banyak dipertanyakan, dimana sebagai ART dinilai begitu dekat dengan Putri Candrawathi istri Ferdy Sambo.
Bahkan di saat rekonstruksi pembunuhan Brigadir J, peran Kuat Maruf begitu sangat dominan saat di lokasi Magelang.
Beberapa kali, Kuat Maruf berada di dalam kamar Putri Candrawathi, yang disebut-sebut untuk memastikan kondisi Putri yang katanya baru mendapatkan pelecehan seksual dari Brigadir J.
Namun bukan itu saja, Kuat MAruf bahkan diketahui sudah membawa pisau, bahkan Bripka RR melihatnya dalam keadaan marah pada Brigadir J.
Posisi Kuat Maruf yang membawa pisau di TKP Magelang ini rupanya tidak ada yang menyuruh, alias inisiatif sendiri.
Dari saa Bripka RR melihat ada masalah besar antara Kuat Maruf dan Brigadir J, hingga seorang pembantu menghunus pisau.
Bahkan Kuat Maruf menggunakan pisau tersebut untuk menghalangi Brigadir J bertemu Putri.
Rupanya apa yang dilakukan Kuat Maruf ini dibacakan kembali dalam dakwaan oleh
Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam sidang perdana Ferdy Sambo, Senin (17/10/2022).
Baca Juga: Lima Personil Polda Sumbar Dipanggil Divpropam Mabes Polri Terkait Kasus Irjen Teddy Minahasa
Dalam surat dakwaan yang dibacakan JPU, Kuat Maruf seolah-olah begitu bernafsu ingin menghabisi Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J.
Bahkan Kuat Maruf terus membawa pisau semenjak kejadian di Magelang hingga Jakarta.
Kuat Maruf seperti sudah siap-siap dengan menghunus pisau sejak di Magelang, Kuat Maruf.
Sejatinya Kuat Maruf adalah hanya sebagai asisten rumah tangga pribadi di keluarga Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi.
Kuat Maruf dalam dakwaan yang dibaca JPU, rupanya banyak melakukan aktivitas di tiga TKP secara mandiri atau inisiatif sendiri.
Tidak pernah Ferdy Sambo memberi perintah atau memberi tugas pada Kuat Maruf dalam rencana pembunuhan Brigadir J.
Berita Terkait
-
Selain Menyiapkan Pisau, Terdakwa Kuat Ma'ruf antar Brigadir J ke Ferdy Sambo
-
Iming-iming Ferdy Sambo Berikan iPhone 13 Pro Max dan Uang 1 M untuk Eliezer dkk, Belum Resmi di Kasih Sudah Jadi terdakwa
-
Bharada E Jalani Sidang Perdana Hari Ini
-
Ferdy Sambo Bawa Buku Catatan Hitam, Ketua Hakim: Saudara Sehat?
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan