Kerajaan Kutai Martapura menjadi salah satu kerajaan Hindu tertua di Indonesia yang terletak di Kabupaten Kutai Kartanegara.
Kerajaan ini meninggalkan beberapa bukti sejarah mengenai keberadaannya selama ratusan tahun yang lalu.
Adapun, bukti-bukti tersebut berupa prasasti dan candi. Salah satu bukti tersebut bernama Lesong Batu.
Dikutip dari berbagai sumber, Lesong Batu merupakan yupa niraksara yang berada di Muara Kaman, Kabupaten Kutai Kartanegara.
Candi ini merupakan peninggalan sejarah yang masih dapat disaksikan secara utuh di Muara Kaman.
Beberapa masyarakat menilai, Lesong Batu merupakan benda keramat peninggalan Kerajaan Kutai.
Hal ini diperkuat oleh pendapat peneliti dari Lembaga Penelitian dan Pengembangan Daerah Kutai Kartanegara yang bekerja sama dengan salah satu pakar arkeologi dari Malang.
Hasil penelitian yang mereka lakukan menghasilkan bahwa Lesong Batu merupakan salah satu prasasti peninggalan Kerajaan Hindu Kutai di bawah kepemimpinan Raja Mulawarman.
Sebelumnya diketahui, kerajaan yang sudah berdiri sejak abad ke-4 Masehi di tepi Sungai Mahakam, Kalimantan Timur ini meninggalkan banyak bukti lainnya.
Baca Juga: Wisata Goa Tengkorak di Kaltim, Ada 35 Tengkorak Manusia
Sebab selama masa kerajaan berdiri, tentu ada banyak peninggalan yang tersisa dari kejayaan kerajaan Kutai di masa lampau.
Di antaranya yang paling terkenal lainnya adalah Prasasti Yupa. Prasasti ini tak pernah lepas dari peninggalan paling ikonik dari Kerajaan Kutai.
Hal itu karena prasasti ini dianggap sebagai bukti tertua atas adanya keberadaan Kerajaan Kurai.
Prasasti ini berbentuk tiga tiang batu yang ditulis menggunakan huruf Pallawa dan bahasa Sansekerta.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bupati Kulon Progo Hapus Logo Geblek Renteng hingga Wajibkan Sekolah Pasang Foto Kepala Daerah
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Desa di Kebumen Ini Ubah Limbah Jadi Rupiah
- Drama Keluarga Halilintar Memanas! Atta Akhirnya Bicara soal Isu Aurel Diabaikan di Foto Keluarga
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
Pilihan
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
-
Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
-
Jadwal Buka Puasa Bandar Lampung 21 Februari 2026: Waktu Magrib & Salat Isya Hari Ini
-
Siswa Madrasah Tewas usai Diduga Dipukul Helm Oknum Brimob di Kota Tual Maluku
Terkini
-
Saldo Berkurang hingga Puluhan Juta, Ratusan Nasabah Geruduk Bank Jambi, Ini 5 Fakta Terbarunya
-
Sopir Truk Wajib Tahu! Ini Aturan Pembatasan Operasional di Merak dan Ciwandan
-
Apakah Tarif Trump Bagi Indonesia Masih Bisa Diubah, Ini Kata Pemerintah
-
Ibu Tiri di Sukabumi Bantah Tuduhan: NS Meninggal Karena Sakit, Bukan Kekerasan
-
Buruan Serbu! Hari Terakhir Diskon 50 Persen Tiket Nonton di m.tix Spesial HUT BCA
-
5 Rekomendasi Sabun Muka pH Balance untuk Jaga Skin Barrier Tetap Sehat
-
Kapolri Buka Suara soal Kasus Dugaan Penganiayaan Pelajar oleh Anggota Brimob di Maluku Tenggara
-
Kisah Inspiratif Lipay Xia, dari Titik Terendah hingga Sukses di Dunia Cosplay dan E-Sport
-
Tragedi Gajah Riau: Tiada Tahun Tanpa Kematian, Gading Hilang dan Kepala Dipotong Pemburu
-
Ketua Komisi III DPR Pastikan Kawal Kasus Kematian Anak 12 Tahun usai Dianiaya Ibu Tiri di Sukabumi