Suara.com - Otoritas Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II Riau mengaku maskapai penebangan yang beroperasi menekan kerugian dengan cara menunda keberangkatan pesawat dari bandara asal sampai dapat kepastian akibat kabut asap.
"Kalau sekarangan, maskapai tidak mau terbang sebelum ada kepastian. Mereka lebih baik menunda, dari pada mengalihkan pendaratan," ujar Airport Duty Manager Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II Hasnan Siregar di Pekanbaru, Senin (3/3/3014) seperti dilansir Antara.
Lazimnya, jika cuaca tidak menentu untuk melakukan pendaratan pesawat di bandara tujuan, maka maskapai mengalihkan ke bandara terdekat seperti Batam, Palembang, Batam dan Medan.
Namun khusus untuk tujuan ke Pekanbaru, baik dari bandara asal seperti Jakarta, Bandung, Batam, Medan dan bahkan untuk rute internasional seperti Singapura serta Malaysia menunda atau membatalkan keberangkatan dengan tujuan menghemat bahan bakar.
Seperti Jumat (28/2), sedikitnya ada tujuh rute penerbangan dari beberapa perusahaan maskapai tujuan ke Pekanbaru. Kemudian Sabtu (1/3), ada 24 rute yang melakukan penundaan keberangkatan dari bandara asal menuju Pekanbaru ditengah sepinya penumpang.
Jarak pandang pilot pesawat di Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru pada 05.00 Wib sampai pukul 07.00 Wib lazimnya masih sangat buruk yakni hanya berkisar 800 meter.
Sedangkan jarak pandang pukul 07.00 Wib hingga pukul 10.00 Wib atau pukul 13.00 Wib masih buruk sekitar 1.000 meter dan dikhawatirkan maskapai dapat menganggu keselamatan penerbangan.
"Ini yang terjadi pada Jumat lalu. Jarak padang masih buruk mulai jam 05.00 Wib sampai pukul 13.00 Wib. Sehingga hanya pesawat kecil berani melakukan pendaratan, sedangkan Boeing 737 atar Airbus 330 tidak berani," katanya.
"Kalau bagi pesawat yang melakukan lepas landas dari Pekanbaru, tidak masalah. Yang bermasalah itu, sewaktu melakukan pendaratan. Bila jarak pandang masih 1.000 meter, maka pilot belum berani. Kecuali di atas itu jarak pandang," ucap Siregar.
Berita Terkait
-
Kapolri Turun Langsung Cek Karhutla di Riau, Gara-gara Asap Sampai ke Luar Negeri?
-
Karhutla Riau 2025: Cuaca Panas, Kebakaran Meluas hingga Asap ke Malaysia
-
Diprotes Malaysia, Mahfud MD Pastikan Tidak Ada Kiriman Asap ke Negara Tetangga
-
Malaysia Tawarkan Bantuan Atasi Kebakaran Hutan dan Lahan di Indonesia
-
Kabut Asap Selimuti Kota Palembang
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- Sunscreen Apa yang Bikin Glowing? Ini 7 Pilihan Terbaik sesuai Review dan Harga
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
Pilihan
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
-
Prabowo: Hukum Tak Boleh Dipakai untuk Balas Dendam Politik
Terkini
-
Cara Menghasilkan Uang dari HP untuk Menambah Pemasukan Keluarga
-
Dukung Kompetensi Jurnalisme, Pegadaian Kembali Gelar UKW untuk Ratusan Wartawan Indonesia
-
Impor Migas Indonesia Meroket 70 Persen, Tembus Rp 70 Triliun Lebih dalam Sebulan
-
Harga Emas Lokal Diprediksi Makin Merana Pekan Ini
-
Syarat dan Cara Driver Ojol Ajukan Pinjaman KUR, Bisa Dapat Ratusan Juta
-
B50 Resmi Diterapkan, Gapki Sebut Tak Ada Kendala Pasokan CPO
-
Dana SAL Mau Ditarik, Bos BSI Ingatkan Jangan Mendadak agar Pasar Tak Bergejolak
-
Musim Masuk Sekolah Bikin Ritel Bergairah, Penjualan Sepatu Meningkat
-
Bukannya Senang, Driver Ojol Justru Kecewa Kebijakan Potongan 8%
-
Pajak Marketplace Resmi Berlaku, DJP Bidik Penerimaan Negara Tembus Rp 24 Triliun