Suara.com - Bank Pembangunan Asia (ADB) menyebutkan pasar obligasi Indonesia mencatat pertumbuhan tertinggi di kawasan Asia Timur selama 2013 yaitu 20,1 persen dibanding 2012 atau senilai 108 miliar dolar Amerika.
"Pasar obligasi Indonesia tumbuh 6,8 persen pada kuartal empat 2013, dan tumbuh 20,1 persen dibandingkan tahun lalu menjadi 108 miliar dolar Amerika," ujar Kepala Kantor Integrasi Ekonomi Regional ADB, Iwan Jaya Azis dalam pemaparan laporan pasar obligasi terbaru di Jakarta, Kamis (20/3/2014) seperti dikutip dari Antara.
Iwan menjelaskan obligasi Pemerintah Indonesia tumbuh 7,9 persen dalam triwulan IV tahun 2013 dan tumbuh 20,9 persen dibandingkan tahun 2012, menjadi 90 miliar dolar Amerika. Sedangkan obligasi korporasi tumbuh 1,5 persen pada triwulan IV tahun 2013 dan tumbuh 16,4 persen dibandingkan tahun 2012 menjadi 18 miliar dolar Amerika.
"Pada akhir kuartal IV tahun 2013, pasar obligasi Indonesia mencatatkan pertumbuhan tercepat kedua di kawasan negara berkembang Asia Timur, atau hanya kalah dari Vietnam," katanya.
Iwan mengatakan pertumbuhan obligasi pemerintah di Indonesia terutama didukung oleh obligasi pemerintah pusat, yang terdiri atas surat perbendaharaan negara dan obligasi yang dikeluarkan Kementerian Keuangan serta Sertifikat Bank Indonesia.
Sedangkan dari sektor korporasi, ia menambahkan, pertumbuhan obligasi Indonesia didukung oleh kenaikan obligasi korporasi konvensional, obligasi subordinasi maupun obligasi sukuk ijarah.
"Namun dari segi ukuran obligasi, 'size' Indonesia berada di urutan ketujuh atau hanya lebih tinggi dari Filipina dan Vietnam, karena pasar obligasi China masih unggul, dan menguasai 60 persen pasar obligasi Asia Timur," kata Iwan.
Pada akhir 2013, ADB mencatat negara berkembang di kawasan Asia Timur memiliki 7,4 triliun dolar Amerika dalam bentuk obligasi, lebih tinggi 2,4 persen dibandingkan akhir September 2013 dan 11,7 persen lebih tinggi dibandingkan akhir 2012. (Antara)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- 3 Klub Pemain Timnas Indonesia Berhasil Raih Tiket Promosi Musim Ini
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- HP Vivo yang Bagus Seri Apa? Ini Rekomendasi Seri X, V, dan Y Sesuai Kebutuhan
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
Terkini
-
PHE Masih Jadi Raja Migas RI, Tapi Produksi Alamiah Terancam Turun Tajam
-
Arab Saudi Buka Lagi Keran Udang RI, Mendag: Ini Kabar Baik!
-
Hampir Semua Direksi Danantara Sumberdaya Indonesia Diisi Orang Asing
-
Perang AS-Iran Bikin Pertamina Kehilangan 100.000 Barel Minyak
-
Pemerintah Resmikan Insentif Pajak ke Penulis 1,5 Persen, Tepati Janji Kampanye Prabowo
-
Bursa Efek Indonesia Buka Opsi Artis dan Influencer Bisa IPO Bisnis, Ini Syaratnya
-
Investor Jangan Sampai Jadi 'Kurban' Panic Selling Saat Dunia Memanas
-
WFH ASN dan Swasta Sukses Kurangi Konsumsi BBM, Penggunaan Pertalite Turun 9%
-
Asing Masih Gemar Lakukan Aksi Jual, IHSG Merosot ke Level 6.149 di Sesi I
-
Emiten Haji Isam Bereaksi Soal DSI, Beri Dampak Bisnis?