Suara.com - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) kesehatan menanggung pelayanan transplantasi ginjal untuk penderita penyakit ginjal.
"Tranplantasi organ sudah kami layani sejak masih Askes, hanya besaran pakernya yang berbeda," kata Kepala Kantor Wilayah BPJS Kesehatan Jawa Barat, Aris Jatmiko di Bandung, Senin (31/3/2014).
Menurut dia, pelayanan itu saat ini dilayani oleh Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Penyakit itu merupakan salah satu penyakit berat. Ia menyebutkan, layanan transplantasi organ seperti itu saat ini mengacu pada Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 62 tahun 2013, sedangkan sebelumnya PT Askes mengacu pada Permenkes Nomor 416.
Layanan JKN juga pasca-tranplantasi yang dilakukan secara rutin, juga mendapat layanan dari program pemerintah itu.
"Setelah tranplantasi bisa rawat jalan, bisa rawat inap seperti biasa, tentu sesuai manfaat yang tertera pada Perpres Nomor 12 tahun 2013 dan Permenkes Nomor 71 tahun 2013," kata Aris.
Hal senada juga diungkapkan oleh Mohammad Cucu, salah seorang kepala bagian di Kanwil BPJS Kesehatan V Jawa Barat yang mengatakan pelayanan pelayanan untuk pasien penyakit ginjal saat ini tidak sebatas pelayanan cuci darah.
"Tahun ini Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) sudah mulai menanggung pelayanan transplantasi ginjal," katanya.
Namun pelayanan transplantasi ginjal ini masih belum bisa diberikan secara maksimal. Pada saat ini obat-obatan untuk pasien pasca transplantasi ginjal masih tergolong mahal. Tidak hanya itu, suntikan hormon pun belum bisa diberikan secara gratis.
Pihaknya akan terus melakukan perbaikan layanan termasuk dalam pelayanan transfusi darah sehingga pasien penyakit ginjal peserta JKN bisa lebih mendapatkan pelayanan maksimal. (Antara)
Berita Terkait
-
Cak Imin, Gus Ipul, dan Kepala BPS Bahas Akurasi Data PBI
-
Kemensos: 40 Ribu Peserta BPJS PBI Direaktivasi, 2 Ribu Beralih Bayar Iuran Sendiri
-
Apakah BPJS Kesehatan Bisa Digunakan di Mana Saja? Ini Penjelasannya
-
Gus Ipul Minta Wali Kota Denpasar Cabut Pernyataan soal BPJS PBI
-
Respons Keluhan Warga, Kemensos Libatkan YLKI Awasi Penonaktifan BPJS PBI
Terpopuler
- Biar Terlihat Muda Pakai Lipstik Warna Apa? Ini 5 Pilihan Shade yang Cocok
- 7 HP 5G Termurah 2026 Rp1 Jutaan, Tawarkan Chip Kencang dan Memori Lega
- 5 HP dengan Kamera Leica Termurah, Kualitas Flagship Harga Ramah di Kantong
- 16 Februari 2026 Bank Libur atau Tidak? Ini Jadwal Operasional BCA hingga BRI
- Terpopuler: 7 HP Layar Super Amoled, Samsung Galaxy A07 5G Rilis di Indonesia
Pilihan
-
Modus Tugas Kursus Terapis, Oknum Presenter TV Diduga Lecehkan Seorang Pria
-
Jangan ke Petak Sembilan Dulu, 7 Spot Perayaan Imlek di Jakarta Lebih Meriah & Anti Mainstream
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
Terkini
-
Harga Cabai Masih 'Pedas', Bapanas Siapkan Intervensi
-
Kemendag Keluarkan Harga Patokan Eskpor Komoditas Tambang, Ini Daftarnya
-
Menkeu Purbaya Resmi Alihkan Dana Desa Rp34,5 T ke Koperasi Merah Putih
-
Pabrik Alas Kaki di Jombang Pakai PLTS, Kapasitas Tembus 3,7 MWp
-
Bisnis Emas BSI Melesat 100 Persen dalam 8 Bulan
-
Pengangguran Menurun, Tapi 50 Persen Tenaga Kerja Masih 'Salah Kamar'
-
Rating Indonesia Turun, Purbaya Serang Balik: Saya Ingin Membuat Reputasi Moody's Jeblok
-
Emiten BFIN Andalkan Program Loyalitas Dongkrak Pembiayaan Mobil Bekas
-
Dalih Purbaya Bikin Defisit APBN Nyaris 3 Persen: Kalau Tidak Kita Bisa Jatuh Seperti 1998
-
Buntut Penembakan Pesawat Smart Air, Kemenhub Tutup Penerbangan di 11 Bandara Papua